Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *268*


__ADS_3

Putri Belinda masuk ke dalam kelas dan Elisabeth dengan wajah judes nya dia memperhatikan wajah Putri Belinda.


"Heh Belinda Malang, hari kamu diantar oleh siapa ke sekolah?."


Elisabeth menghampiri Putri Belinda.


"Aku di antar oleh Omah Regina."


Putri Belinda menjawab pertanyaan Elisabeth dengan santai.


"Oh dengan Omah Regina, kamu jangan pernah berharap yaa bisa bertemu dengan Mommy Melinda karena Mommy Melinda itu hanya milik aku."


Veronica merasa sangat emosional sekali ketika mendengar perkataan Elisabeth kepada Putri Belinda.


"Heh Elisa anak adopsi, bagaimana pun juga Putri Belinda itu adalah anak kandung Tante Melinda. Lihat saja wajah mereka berdua yang sama-sama cantik dan berkulit putih seperti salju."


Putri Belinda menarik tangan Veronica.


"Sudah biarkan saja dia berkata semaunya dia, karena sekarang dia ketakutan sekali. Mungkin sekarang dia sedang menghibur dirinya sendiri."


Elisabeth yang merasa sangat kesal dia langsung mendorong Putri Belinda sampai terjatuh ke lantai.


"Hahaha rasakan itu, berani sekali kamu berkata seperti itu kepada ku."


Veronica pun langsung mendorong tubuh Elisabeth sampai dia pun juga terjatuh ke lantai

__ADS_1


"Hahaha rasakan sakit yang sama yang Putri Belinda rasakan."


Veronica pun langsung membantu Putri Belinda untuk bangun.


"Kamu tenang yaa Belinda ada aku yang selalu melindungi kamu yaa."


Elisabeth merasa sangat marah sekali dia pun langsung bangun sendiri karena sudah berbunyi bell untuk di mulai pelajaran.


Ketika anak-anak yang mulai untuk belajar, Ronny datang ke sekolah untuk melihat apakah ada Melinda atau tidak di sekolah.


Dia hanya melihat Suster Diana dan Ibu Regina saja.


"Baguslah tidak Melinda, tapi mungkin tidak untuk hari ini mungkin besok."


Ronny pun turun dari mobil nya dia mencoba untuk mendekati Suster Diana ketika Regina yang sedang sibuk menerima panggilan telephone.


Ronny duduk di samping Suster Diana.


"Tidak, Elisabeth melarang kita untuk memberitahu kepada nya. Elisabeth seperti mengancam kepada Ibu Melinda sehingga membuat Ibu Melinda merasa sangat ketakutan sekali kehilangan Elisabeth."


Ronny begitu sangat terkejut sekali ketika dia mengetahui licik nya Elisabeth.


"Baguslah jika seperti itu karena jika Melinda mengetahui semuanya dia akan menderita karena dia tidak akan pernah bisa mengambil Putri Belinda apalagi untuk menyentuh nya."


Suster Diana melihat wajah kebencian Ronny terhadap Melinda.

__ADS_1


Regina kembali dan Ronny berdiri dari tempat duduk nya.


"Kamu tidak perlu hawatir Putri Belinda aman di sini tidak akan ada Melinda yang mengambil nya dari tangan mu."


Ronny pun memilih untuk pergi dari tempat tersebut.


"Kalau begitu saya permisi dulu ya Bu, saya berterimakasih kepada Ibu yang sudah mau menunggu Putri Belinda di sekolah."


Regina seakan melupakan masa lalu nya bersama dengan Ronny, semuanya hilang ketika kehadiran Putri Belinda.


"Iya Ronny hati-hati lebih baik kamu pergi saja fokus pada pekerjaan mu."


Ronny pun langsung pergi masuk ke dalam mobil nya, Ronny merasa sedikit tenang ketika mendengar perkataan dari Regina dan Suster Diana.


Jam istirahat pun tiba, Elisabeth memilih untuk keluar dari kelas nya dia menagis dan menghampiri Suster Diana.


"Kenapa kamu menangis,? kamu merasa sakit."


Putri Belinda yang merasa curiga dia pun mengikuti Elisabeth dan dia melihat Elisabeth yang menghampiri Suster Diana.


Veronica pun mengikuti Putri Belinda.


"Lihatlah Vero, seperti nya dia mengadu kepada Suster Diana dan juga Omah Regina."


Veronica pun terus saja memperhatikan Elisabeth.

__ADS_1


"Belinda kamu jangan lemah yaa kamu harus kuat aku akan selalu ada bersama dengan kamu, kamu jangan sampai keluar dari sekolah ini. Jika kamu sampai keluar dari sekolah ini itu tandanya Elisabeth menang dan dia akan bertingkah semaunya."


Veronica terus saja memberikan semangat kepada Putri Belinda, dia tidak ingin Putri Belinda sampai keluar dari sekolah nya hanya karena sikap Elisabeth.


__ADS_2