Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (121)


__ADS_3

Suster Diana menyimpan barang-barang tersebut di bagasi dan dia pun segera masuk ke dalam mobil karena tidak mau sampai telat untuk pergi ke pantai asuhan.


Mereka berdua pun hanya terdiam di perjalanan mereka sibuk dengan handphone nya masing-masing, sampai akhirnya sampai di pantai asuhan.


Kedatangan mereka memang mendadak tidak memberitahu kepada pihak panti asuhan, dan anak-anak pun sangat bahagia sekali ketika melihat Melinda datang ke pantai asuhan.


"Bu Melinda itu adalah calon mommy aku yaa, jadi kalian semuanya tidak usah merasa senang karena kedatangan nya itu hanya untuk aku."


Suster Diana mendengar perkataan Elisa, dia begitu sangat geram sekali ketika mendengar perkataan Elisa.


"Hey Elisa kamu itu kan masih tinggal di sini jadi kedatangan Ibu Melinda itu untuk kita semuanya, kamu jangan seperti itu kalau bicara."


Seketika Elisa pun merasa sangat kesal sekali dan memilih untuk diam, Merry memperhatikan Elisa dia merasa jika sikap Elisa yang memang berlebihan-lebihan.


Melinda pun mulai membagikan barang-barang yang akan dia berikan kepada semua anak di panti asuhan.


"Anak-anak semuanya ayo kita berbasis yaa yang rapih jangan dorong-dorongan ya, Ibu akan membagikan perlengkapan sekolah dan nanti kita akan belajar bersama-sama di tanam ini yaa."

__ADS_1


Anak-anak pun begitu sangat antusias sekali tapi tidak untuk Elisa dan juga Merry, Ketika semua anak-anak berteriak kencang Merry hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya.


"Aku malas ahhhh lebih baik masuk ke dalam kamar saja, biarkan Mommy Melinda yang datang ke kamar ku saja."


Melihat Elisabeth yang berlari Suster Diana pun langsung tersenyum manis.


"Baguslah dia pergi, hanyalah nya yang terlalu tinggi sekali dan bicara nya yang berlebih-lebihan yang membuat aku tidak suka."


Melinda sibuk memberikan alat tulis berserta buku mewarnai tali dia yang tidak melihat Elisa pada antrian.


"Kenapa yaa Elisabeth kenapa dia tidak ada."


Melinda seperti fokus mencari Elisabeth dan Suster Diana pun langsung menghampiri Melinda dengan mengambil seperangkat alat tulis tersebut kepada Merry.


"Merry sayang ini, nanti kita mewarnai bersama-sama yaa."


Merry tidak menjawab pertanyaan dari Suster Diana dia pun memilih untuk berlari mencari sahabat nya.

__ADS_1


"Kenapa Merry yang selalu saja menghindari ku, ada dengan nya. Aku merasa sangat penasaran sekali tentang identitas Merry yang sebelumnya."


Suster Diana melihat Melinda yang benar-benar ingin menyusul Elisabeth.


"Kenapa Bu Melinda begitu sangat menginginkan Elisabeth, sampai dia harus menyusul Elisabeth di kamar nya."


Suster Diana memilih duduk sambil memperhatikan anak-anak yang sedang asyik mewarnai.


"Aku tidak tahu harus bagaimana, jika Bu Melinda sampai mengadopsi Elisa. Aku tidak cocok dengan anak itu dia sangat licik sekali, bagaimana nanti dia pasti bersikap semua nya."


Merry memperhatikan Suster Diana, dan Suster Diana pun mengetahui nya.


Suster Diana merasa jika Merry yang ingin bisa dekat dengan nya tapi Merry merasa tidak berani.


"Apakah harus aku yang menghampiri nya, tapi dia merasa tidak nyaman sekali ketika aku menghampiri nya."


Suster Diana pun memilih untuk diam ketika Merry yang terus saja memperhatikan nya.

__ADS_1


"Suster Diana."


Ucap Merry dengan suara yang sangat pelan sekali sambil tersenyum tipis.


__ADS_2