Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (114)


__ADS_3

Ronny berjalan menuju ke lantai dua sedangkan Rizal yang lebih memilih untuk memperhatikan pegawai wanita tersebut.


Rizal seperti memastikan apakah pegawai wanita tersebut itu masih hidup atau sudah tiada bernafas.


"Apakah kamu masih hidup,? kamu tidak sedang mempermainkan aku dan Ronny kan."


Pegawai wanita tersebut merasa kebingungan sekali dengan pertanyaan Rizal.


"Maaf Pak Rizal, saya tidak mengerti apa maksud dari perkataan Pak Rizal. Saya sejak pagi sampai siang berada di sini karena banyak nya konsumen yang datang."


Rizal merasa tidak percaya dengan ucapan pegawai wanita tersebut, karena dia melihat sendiri jika wanita itu yang terjatuh di lantai dengan darah yang yang sangat banyak sekali.


"Siapa nama mu,? dan benarkah kamu tadi tidak berada di lantai dua?."


Rizal memastikan kembali karena dia sangat yakin sekali dengan apa yang terjadi tadi.


"Nama Saya Victoria Lauren, saya tidak berada di lantai dua Pak. Jika tidak percaya silahkan tanyakan pada pegawai yang lain nya."

__ADS_1


Rizal pun memilih untuk mengumpulkan para pegawai wanita yang ada di gedung tersebut, dia meminta mereka semua untuk berkumpul di lantai dua setelah jam istirahat mereka.


Rizal memilih untuk pergi ke lantai dua menemui Ronny yang sedang mengamati cctv ruangan tersebut.


Rizal pun langsung membuka pintu dan melihat wajah Ronny yang begitu sangat serius sekali.


"Apakah kamu menemukan rekaman tersebut,? wanita itu masih hidup ternyata dan siapa yang kita lihat tadi. Masih terbayang jelas jika wanita tersebut yang sudah tidak bernyawa bahkan aku melihat kamu yang membuang mayat dari jendela."


Ronny menggelengkan kepalanya berkali-kali.


"Tidak ada rekaman di saat kejadian tadi karena cctv yang tiba-tiba saja mati, seperti nya kita yang sedang di permainkan oleh makhluk halus yang ada di gedung ini."


"Dan apakah benar jika kamu yang sudah mencari orang agar usaha bisnis ini menjadi ramai dengan mengorbankan pegawai mu sendiri,? apakah perkataan itu semua nyata ada nya?."


Ronny pun tersenyum manis kepada Rizal.


"Aku masih menjadi manusia, aku tidak mungkin melakukan hal yang."

__ADS_1


Ronny pun keluar dari ruangan nya dan dia merasa sangat terkejut sekali ketika melihat banyak nya pegawai wanita yang berkumpul di lantai dua.


"Aku yang menyuruh mereka untuk kumpul di sini, agar lebih memastikan siapa diantara mereka semua yang datang menuju ke lantai dua."


Mendengar penjelasan dari Rizal, Ronny pun berjalan menghampiri mereka semuanya.


"Adakah diantara kalian yang datang ke lantai ini,? coba angkat tangan tangan nya."


Mereka semua terdiam saja karena mereka tidak merasa ada yang pergi ke lantai dua.


"Maaf Pak Ronny, hari ini dari pagi sampai siang toko yang mendadak banyak pembelinya sehingga kita semua lebih fokus di lantai dasar."


Ronny pun langsung menyuruh semua pegawai wanita untuk bubar dan kembali ke tempat pekerjaan nya masing-masing.


"Kita benar-benar di permainkan maka aku nanti malam akan memanggil Irene, dia akan akan datang ke sini dan memberitahu semua kepada kita tentang apa yang terjadi."


Pandangan mata Rizal dan Ronny pun langsung tertuju pada jendela yang di gunakan Ronny untuk membuang mayat wanita tersebut.

__ADS_1


Kaca jendela pun berubah menjadi hitam seperti di semprotkan cairan tinta hitam dan secara mengejutkan wajah wanita tersebut pun ada di kaca tersebut tersenyum manis kepada mereka berdua.


__ADS_2