
Setelah selesai makan saat nya Putri Belinda pergi untuk ke sekolah dan Putri Belinda berpamitan dengan Papa dan Om nya.
Putri Belinda tersenyum manis sambil melambaikan tangan nya kepada Papa dan Om nya.
"Semoga kamu bahagia selalu sayang, banyak orang yang ingin membahagiakan mu."
Ronny tidak kuasa meneteskan air mata dan Rizal pun mencoba untuk menguatkan Ronny.
"Sudahlah Putri Belinda tidak akan pergi selamanya bersama dengan Omah nya dia akan kembali bersama dengan kita di sini."
Ronny pun langsung tersenyum dan mereka berdua pun fokus kembali pada pekerjaan nya .
Putri Belinda masuk ke dalam mobil dia kelihatan sangat senang sekali tapi dia juga gugup karena harus bertemu dengan Elisabeth dan mungkin akan bertarung dengan Elisabeth.
"Kamu akan bertemu dengan Suster Diana di sekolah, karena sekarang Suster yang sedang menunggu Elisabeth sampai pulang sekolah."
Putri Belinda pun seketika langsung terdiam ketika mendengar nya.
"Jika kamu ingin memeluk Suster Diana silahkan saja sayaang, tidak akan ada yang melarang nya."
Ucap Opah Arief kepada Putri Belinda.
"Iyaa tapi sebisa mungkin aku akan menahan nya karena bisa melihat nya saja aku sudah sangat senang sekali."
Omah Regina memegang tangan Putri Belinda ketika mereka sampai di sekolah nya. Omah Regina dan Opah Arief mereka sengaja tidak bekerja demi untuk Putri Belinda.
Dan mereka pun akhirnya turun dari mobil, Putri Belinda tidak memakai masker wajah nya terlihat sangat jelas sekali sehingga orang-orang bisa melihat wajah Putri Belinda dengan sangat jelas sekali.
__ADS_1
Suster Diana pun langsung berdiri ketika dia melihat Regina dan juga Arief mereka yang berjalan menuju ke ruangan guru bersama dengan anak perempuan tersebut.
"Aku tidak bisa melihat wajah nya, tapi warna kulit putih sekali seperti salju."
Suster Diana merasa sangat penasaran sekali dan dia pun mencoba untuk mendekati mobil Regina karena dia ingin melihat jelas wajah anak perempuan tersebut.
Ketika masuk ke dalam ruangan, para guru-guru pun langsung terkejut melihat anak perempuan yang bersama dengan Regina dan suaminya.
"Kenapa wajah nya sangat mirip dengan Putri Belinda, tapi bukankah Putri Belinda itu sudah meninggal dunia lalu siapa ini apakah kembaran Putri Belinda."
Putri Belinda pun tersenyum manis kepada guru-guru tersebut.
"Ini memang Putri Belinda, Putri Belinda yang sebenarnya masih hidup dia selama ini tinggal di panti asuhan dan akhirnya kita bisa bertemu lagi dengan nya."
Para guru-guru pun merasa sangat terharu sekali ketika mendengar cerita tersebut dan seketika saja langsung mengingat pada Elisabeth yang sudah di adopsi oleh Melinda.
"Lalu bagaimana dengan Elisabeth,? bukan kan Ibu Melinda sudah mengadopsi Elisabeth."
"Putri Belinda akan tinggal bersama dengan Papa nya, biarkan saja Elisabeth bersama dengan Melinda."
Putri Belinda pun mulai mengurus persyaratan untuk bisa sekolah di tempat ini.
"Putri Belinda apakah kamu ingin melihat siapa aja teman-teman kelas kamu."
Putri Belinda pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan akhirnya guru tersebut masuk ke dalam kelas bersama dengan Putri Belinda.
Seketika Elisabeth pun langsung terkejut ketika melihat Merry yang datang ke kelas nya.
__ADS_1
"Merry, jadi Merry anak perempuan yang di adopsi oleh Omah Regina."
Tatapan mata kebencian Elisabeth kepada Putri Belinda begitu sangat jelas sekali dan Putri Belinda pun merasakan nya.
"Hallo teman-teman semuanya perkenalkan saya Putri Belinda, besok saya akan jadi teman kalian semua."
Elisabeth pun langsung terdiam ketika mendengar Merry yang menyebutkan bahwa nama nya adalah Putri Belinda bukan Merry.
"Putri Belinda, kamu yang pernah datang ke sini kan dengan menggunakan kursi roda tapi sekarang kamu sudah sehat."
Veronica mengingat kembali pada saat Putri Belinda yang datang ke sekolah nya.
"Iya dan aku pun di kabarkan meninggal dunia tapi kenyataannya aku selamat dan aku tinggal di panti asuhan berbulan-bulan sampai akhir nya aku bertemu dengan Papa ku dia yang mengeluarkan aku dari panti asuhan."
Elisabeth semakin merasa sangat ketakutan sekali ternyata Merry itu adalah Putri Belinda dan anak dari Mommy Melinda.
Elisabeth tidak mau dia sampai harus kembali ke panti asuhan, Elisabeth pun langsung berdiri dari tempat duduk.
"Tapi Mommy Melinda sudah memilih aku sebagai anak nya dan aku sekarang sudah sah menjadi anak kandung nya, kamu jangan berharap untuk bisa mengambil Mommy Melinda dari kehidupan ku."
Elisabeth benar-benar merasa sangat ketakutan sekali dia tidak mau kehilangan Mommy Melinda.
"Aku tidak akan merebut posisi mu, aku bahagia bersama dengan Papa ku. Walaupun sekarang aku yang sudah tidak bisa bersama dengan Mama Melinda aku tetep akan merasa sangat bahagia sekali."
Ucap Putri Belinda membuat semua yang ada di dalam kelas merasa sangat kagum sekali, Putri Belinda terlihat sangat tegar dia tidak menangis ketika berkata seperti itu di hadapan Elisabeth.
Elisabeth yang merasa sangat marah pun dia memilih untuk keluar dari kelas sambil menangis, Putri Belinda pun memilih untuk keluar dari kelas dia menghampiri Elisabeth.
__ADS_1
"Kenapa kamu harus menangis seperti ini, aku tidak akan pernah mengambil kebahagiaan mu silahkan kamu bahagia bersama dengan Mama Melinda."
Putri Belinda pun pergi meninggalkan Elisabeth yang sedang menangis tersedu-sedu.