
Obrolan mereka berdua pun berakhir begitu saja karena Robby tidak mau membuat suami Melinda merasa salah paham terhadap nya.
"Melinda aku tidak bisa berlama-lama dengan mu, tapi ingat orang mu sangat merindukan sekali kehadiran mu untuk pulang."
Robby pun meninggalkan Melinda dia terlihat sangat bahagia walaupun hanya bisa melihat Melinda saja.
"Apa yang aku lakukan sekarang sedangkan suami ku melarang aku untuk bertemu dengan Orang tua ku karena aku tidak sudah memilih untuk pergi bersama dengan Ronny dan perkataan ibu dan ayah yang membuat Ronny merasa sangat sakit hati sekali."
Melinda menghabiskan minuman yang ada di hadapannya dia merasa sudah merasa tenang sekali.
"Sekarang lebih baik aku pergi untuk membeli baju untuk besok bersama dengan Putri Belinda, aku sangat tidak sabar sekali untuk menunjukkan bahwa aku mempunyai anak yang sangat cantik sekali selama 5 tahun bisnis Parfume Belinda mereka tidak pernah tahu siapa sosok nama Belinda yang menjadi nama produk Parfume ini."
Dengan penuh semangat Melinda pun akhirnya mencari baju untuk mereka berdua, ntah mengapa Melinda melihat baju yang berwarna merah yang begitu sangat cantik sekali.
"Warna kulit Belinda yang putih seperti susu sangat cocok sekali untuk memakai baju dress berwarna merah ini, ahhhh sungguh lucu sekali jika Belinda memakai baju dress ini."
Melinda membelinya yang sama seperti milik nya juga, dia begitu sangat bersemangat sekali ini secepatnya hari esok tiba.
"Belinda anak ku sayaaaaang, Mama begitu sangat ingin melihat kamu memakai baju ini."
Melinda pun memilih untuk kembali ke rumah nya, dia tidak sedikit pun memikirkan tentang suami nya padahal suaminya sedang bersama wanita-wanita penghibur di sebuah tempat.
__ADS_1
Ronny seperti di buta kan dengan kesenangan sesaat itu dia terus saja menikmati pelayanan wanita-wanita penghibur di hadapan nya.
Sampai dia lupa waktu untuk pulang dan Ronny memilih untuk tidak pulang ke rumah nya, dia memilih untuk menginap di toko nya.
Melinda sampai di rumah malam dan ini adalah waktu nya Belinda untuk beristirahat, Melinda mengetuk pintu kamar Belinda masih terdengar jelas suara Belinda yang sedang bercanda dengan Suster Diana.
"Hallo sayaaaaang, selamat malam sayaaaaang. Lihat Mama bawa apa untuk kamu sayaaaaang, lihat buka kotak putih ini."
Belinda dengan penuh semangat dia membuka kotak putih tersebut dan Belinda merasa sangat senang sekali ketika dia melihat gaun yang berwarna merah.
"Cantik sekali Mama ada dua gaun dengan warna yang sama yang ini untuk Mama dan yang ini untuk aku yaa Mama, wah aku bahagia sekali Mama."
Terlihat jelas wajah Belinda yang sangat bahagia dan Melinda jika hari-hari Belinda harus selalu bahagia bukti nya walaupun dia berada di luar rumah pergi ke sekolah Belinda tetap sehat dan ceria.
Mendengar hal tersebut seketika saja Suster Diana merasa tidak nyaman pikiran nya negatif terhadap Papa nya Belinda yang sikap nya sekarang berbeda, merasa tidak seperti dulu kepada Belinda.
Bagaimana sayang kamu mau kan ikut bersama dengan Mama besok yaa, mau kan yaa sayang."
Belinda melirikan mata nya kepada Suster Diana dia memegang tangan Suster Diana.
"Sama Suster Diana boleh kan Mam, aku tidak bisa jika tidak bersama dengan Suster Diana dia yang selalu menemani kuu."
__ADS_1
Melinda pun tersenyum manis kepada Belinda.
"Boleh sayaaaaang, Suster Diana boleh ikut bersama dengan kita dan sekarang Putri Belinda harus beristirahat yaa sayang."
Melinda mencium kening Putri Belinda dan langsung pergi dari kamar nya.
"Suster Diana lihat gaun yang akan aku pakai seperti sama sekali dengan cerita buku si merah itu yaa. Wow aku jadi si merah yang cantik besok loh."
Putri Belinda pun mengambil tas nya dia memberikan buku tersebut kepada Suster Diana untuk menceritakan nya kisah selanjutnya.
"Suster Diana ayo bacakan lagi kisah si merah selanjutnya, kemarin sampai si Merah yang tidak mempunyai teman untuk bermain."
Lagi-lagi tangan Suster Diana bergetar ketika hendak membuka halaman buku tersebut, Suster Diana merasa jika sosok si merah ada bersama dengan nya.
"Pada suatu hari Merah pergi ke suatu tempat yang sangat misterius sekali dia berjalan dan terus berjalan menuju sebuah rumah tua yang kelihatan sangat seram sekali, bangunan tersebut yang sudah sangat tua hampir rubuh tapi Merah merasa sangat penasaran sampai akhirnya Merah pun di tangkap oleh seorang yang berada di sana."
Suster Diana menutup rapat buku tersebut, dia tidak ingin melanjutkan untuk membaca nya.
"Wah seram sekali yaa siapa yang menangkap merah yaa, seperti nya itu adalah seorang penjahat kasihan sekali yaa merah hmmmmm kasihan."
Suster Diana menarik selimut tebal milik Putri Belinda dia pun langsung mematikan lampu kamar nya.
__ADS_1
"Ayo waktu tidur jangan memikirkan tentang si Merah lagi yaa itu sangat menyeramkan sekali."
Suster Diana pun memeluk erat Putri Belinda dan akhirnya Putri Belinda pun tidur di dalam pelukan hangat Suster Diana.