Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 25.


__ADS_3

Suster Diana akhirnya sampai di depan rumah dia memang merasa sangat pusing sekali.


"Kenapa aku jadi pusing beneran seperti ini yaa, padahal tadi aku hanya pura-pura aja deh."


Suster Diana pun mengambil obat di kota P3K dia mengambil obat pusing dan langsung mengambil air untuk meminum nya.


Suster Diana pun masuk ke dalam kamar Belinda dia menyalakan lampu nya dan melihat gorden yang belum tertutup.


"Tidak ada yang berani masuk ke dalam kamar ini yaa, sampai sudah malam pun tidak ada yang berani menutup nya."


Suster Diana pun menutup gorden jendela tersebut dan ketika Suster Diana membalikkan badannya dia sekilas seperti melihat ada seorang anak yang berlari di depan jendela kamar tersebut.


Seketika Suster Diana pun langsung memejamkan mata nya, dia harus bisa menenangkan perasaan dan pikiran agar tidak berpikir negatif.


"Oke Diana lupakan ucapan Pak Ronny di saat tadi di Rumah Sakit, itu hanya membuat pikiran mu semakin tidak normal."

__ADS_1


Suster Diana melihat buku merah tersebut dan dia mengingat kembali perkataan Belinda yang ingin menitipkan salam kepada buku tersebut.


"Astaga, haruskah aku menyampaikan nya. Aku tidak mungkin melakukan nya itu hanya membuat ku ketakutan saja."


Suster Diana mencoba untuk menarik selimut tebal nya sampai menutupi wajahnya dan dia pun mencoba untuk mematikan lampu kamar tersebut.


Ntah ini mimpi atau bukan Suster Diana merasa ada seseorang di sebelah tempat tidur nya, aroma Parfume yang sangat menyengat sekali seperti parfume yang di pilih oleh Belinda dari Mama nya.


Suster Diana merasa jika Parfume tersebut pecah dan terjatuh di lantai karena aroma nya yang semakin menyengat sekali.


Suster Diana mencoba untuk memiringkan tubuhnya dia memeluk guling depan sangat erat sekali dan pun seperti merasakan ada sentuhan hangat pada bagian belakang badan nya.


Suster Diana merasa seperti ada yang memeluk tubuh nya dari belakang, dia terlihat sangat ketat sekali dia seperti ingin berteriak-teriak kencang tapi suara nya yang tidak bersuara.


Suster Diana pun mencoba untuk menenangkan perasaan dan pikiran dia pun mengatakan sesuatu dalam hatinya.

__ADS_1


"Jika kamu merasa nyaman untuk memeluk ku dari belakang maka peluk saja tubuh ku ini, tapi buatlah aku merasa tenang ketika aku merasakan kehadiran mu di belakang ku."


Setelah bicara seperti itu seketika Suster Diana pun bisa tidur dengan nyenyak tanpa memikirkan sesuatu yang aneh.


Di sisi lain ketika Suster Diana bisa tidur dengan nyenyak, Ronny dia yang masih merasa sangat ketakutan sekali dengan apa sudah dia lihat di rumah sakit.


Robby masuk ke dalam mobil dengan bayangan anak kecil yang berwajah seram.


"Apa yang terjadi dengan ku ini yaa, kenapa aku melihat wajah Belinda menjadi seram seperti itu. Ini bukan halusinasi ini sebuah kenyamanan aku tidak menyangka mengapa bisa seperti ini."


Robby pun seketika dia ingin menggagalkan rencana nya tersebut tapi sebelum pergi ke rumah sakit Robby sudah mentransfer uang 200 juta rupiah kepada Rizal.


"Aku tidak mau sesuatu terjadi pada Belinda, aku tidak mau melihat sesuatu seperti itu kepada ku."


Robby mencoba untuk menghubungi nomer handphone Rizal tapi Handphone yang tiba-tiba saja tidak aktif.

__ADS_1


__ADS_2