Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (98)


__ADS_3

Ronny memikirkan kondisi Melinda, dia bukan memiliki pemikiran baik tapi Ronny ingin berbuat jahat kepada Melinda.


"Aku menginginkan Melinda seperti ini selamanya, aku tidak ingin Melinda sembuh dari despresi nya. Jika dia sembuh maka dia akan mengambilnya alih perusahaan ku ini."


Rizal mendengar perkataan Ronny dia pun tidak menyangka jika Ronny bisa mempunyai niat tidak baik dengan Melinda.


"Apa yang akan kamu lakukan Ronny,? sudah tidak cukup kah kamu yang sudah membuat Putri Belinda tiada sekarang berniat jahat kepada Melinda."


Ronny merasa sangat kecewa terhadap Melinda, karena Melinda pergi dari rumah nya sampai mengosongkan rumah nya.


"Melinda pergi dari rumah kita bersama, bukan hanya dia tapi semuanya meninggalkan rumah itu. Aku akan menjual rumah itu karena sudah tidak tidak ada lagi yang di harapkan dari rumah itu."


Ronny ingin memperbanyak uang di rekening dengan menjual semua aset yang dia miliki.


"Untuk apa uang itu,? kamu sudah menjual 6 toko dan sekarang ingin menjual rumah. Bagaimana jika Melinda mengetahui dia pasti akan sangat kecewa sekali dengan sikap mu ini."


Ronny tersenyum manis kepada Rizal.

__ADS_1


"Itu yang aku inginkan sekarang, Melinda despresi selamanya. Sehingga dia tidak mengetahui jika aku yang menjual ke 6 perusahaan itu."


Rizal pun memilih untuk pergi dari ruangan Ronny, dia menutup pintu dan dia melihat ada seorang wanita yang membalikkan badannya.


"Mungkin itu adalah pegawai yang ada di sini, sudahlah abaikan saja."


Rizal turun tangga dari lantai tiga menuju ke lantai dua dia pun melihat wanita yang sama seperti dia lihat di lantai tiga.


Hanya perbedaan nya rambut yang sangat panjang sekali, dan juga dia melihat wanita tersebut yang sangat tinggi sekali.


"Maaf yaa Mbak, kenapa diam saja di tangga seperti ini yaa. Tadi seperti nya saya melihat Mbak di lantai tiga sekarang sudah ada di lantai dua yaa."


Wanita itu tidak menjawab pertanyaan dari Rizal, dia seperti patung yang tidak bergerak sama sekali.


Rizal pun merasa sangat penasaran sekali akhirnya dia memberanikan diri untuk memegang tangan wanita tersebut.


Tangan yang begitu sangat putih sekali dan membiru seperti bukan tangan manusia, tangan nya pun begitu sangat dingin sekali.

__ADS_1


Rizal pun memberanikan diri untuk membalikkan badan wanita tersebut, seketika Rizal begitu sangat terkejut sekali melihat wajah yang sangat pucat sekali.


Mata wanita tersebut yang melihat ke atas dan mulut yang sedikit terbuka mengeluarkan darah segar dari mulut nya.


Rizal pun langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali dia berlari menuju ke lantai tiga kembali ke ruangan Ronny.


Rizal membuka pintu tersebut dengan nafas yang tergesah-gesah dan membuat Ronny langsung menghampiri nya.


"Ada apa dengan mu Rizal,? kenapa kamu seperti sangat ketakutan sekali hah ? apa yang sudah terjadi dengan kamu Rizal."


Rizal merasa sangat kesulitan untuk bicara dia yang masih merasa sangat takut sekali dengan apa yang sudah dia lihat.


Ronny pun menutup rapat pintu ruangan nya, dan Rizal pun sedang mengatur nafas nya.


"Ronny, aku melihat wanita tapi ternyata dia bukan manusia dia seperti mayat hidup. Wajah nya yang pucat sekali dan mulut nya yang mengeluarkan darah segar."


Ronny pun terdiam dia merasa itu adalah arwah dari Monica yang meninggal dunia di depan toko.

__ADS_1


__ADS_2