
Melinda mengantarkan Elisabeth ke kamar nya, dia ingin Suster Diana untuk beristirahat karena dia mengetahui jika Suster Diana yang sangat capek.
"Ayo sayang, cuci tangan wajah sikat gigi dan bersiap untuk tidur yaa."
Melinda menuggu Elisabeth di kamar nya, Melinda yang sudah tidak melihat lagi foto-foto Putri Belinda di kamar nya.
"Jika kamu masih ada, kamar ini yang akan menjadi kamar kamu sayaaaaang."
Melinda kembali mengingat Putri Belinda, dia merasa Putri Belinda yang begitu sangat dekat dengan nya tapi dia tidak tahu keberadaan Putri Belinda.
"Halusinasi ku kembali datang, aku merasa Putri Belinda yang ada di sekitar ku."
Elisabeth selesai dari kamar mandi dia pun langsung memeluk Melinda.
"Mommy kenapa,? Mommy sedih yaa mengingat kembali Putri Belinda. Apakah kehadiran ku ini tidak membuat Mommy merasa bahagia."
Melinda melepaskan pelukan erat nya, dia memandangi wajah Elisabeth. Melinda tidak mau membuat Elisabeth merasa sedih dan berpikir jika kehadiran nya yang di abaikan oleh dirinya.
"Tidak sayaaaaang, Mommy merasa bahagia dengan adanya kamu di rumah ini. Mommy merasakan kembali kehadiran seorang anak di sisi Mommy."
Melinda mencium kening Elisabeth, dan Elisabeth pun membaringkan tubuhnya di atas kasur. Melinda memakai kan selimut dan juga mematikan lampu kamar nya.
"Selamat tidur sayang semoga mimpi yang indah yaa sayaaaaang."
Melinda keluar dari kamar dia pun langsung masuk ke dalam kamar nya, Melinda yang merasa sangat lelah sekali.
"Aku sangat lelah sekali, seperti nya malam ini tidur ku akan sangat nyenyak sekali."
Melinda pun lebih memasang foto kebersamaan dirinya bersama dengan Elisabeth.
Melinda sedang berjalan di dalam hutan dia mendengar suara teriakkan yang sangat kencang sekali.
"Mommy, mommy tolong aku Mommy."
Suara yang terdengar sangat nyata sekali membuat Melinda langsung berlari menuju ke sumber suara tersebut.
__ADS_1
"Itu seperti suara Elisabeth, tapi di mana yaa dia."
Melinda mencari di mana sumber suara tersebut dia terus saja berjalan sambil mendengarkan suara teriakan itu. Sampai akhirnya Melinda pun melihat Elisabeth yang di ikat di sebuah pohon besar, Elisabeth terlihat sangat ketakutan sekali sehingga membuat Melinda ingin melepaskan Elisabeth.
"Mommy tolong aku Mommy, aku sangat takut sekali."
Ketika Melinda hendak mendekati Elisabeth tapi tiba-tiba saja datang dua orang anak perempuan dengan memegang pisau di tangan nya. Salah satu anak perempuan tersebut adalah Putri Belinda, dan Melinda pun begitu sangat terkejut sekali ketika dia akhirnya bisa melihat wajah Putri Belinda dengan sangat jelas sekali.
"Putri Belinda sayaaaaang, Mama sangat merindukan kamu Nak."
Elisabeth begitu sangat kecewa sekali ketika Mommy Melinda yang lebih memilih fokus pada Putri Belinda, sedang Putri Belinda yang memegang pisau tajam seperti akan menghabisi nyawa Elisabeth.
"Mommy, kenapa Mommy mengabaikan aku. Mereka aku membunuh ku Mom. Lihat tangan mereka berdua yang memegang pisau yang tajam sekali."
Putri Belinda tersenyum manis kepada Melinda dan Melinda yang memang lebih fokus pada Putri Belinda.
"Putri Belinda, tolong lepaskan Elisabeth. Kenapa kamu melakukan ini semua Nak. Kamu adalah anak yang baik sayaaaaang kamu tidak boleh melakukan hal yang mengerikan sekali."
Putri Belinda menghampiri Elisabeth dia mendekat kan pisau tajam tersebut ke arah wajah Elisabeth.
Elisabeth menangis histeris di hadapan Putri Belinda.
"Jangan seperti ini, aku sangat ketakutan sekali. Mommy tolong aku."
Melinda mencoba untuk menyelamatkan Elisabeth tapi dirinya di tahan oleh anak perempuan yang sering dia liat penampakan nya selalu Putri Belinda yang sudah tidak ada.
"Aku Merry, aku ingin memiliki teman untuk bermain-main di gedung merah ku, aku tidak mau kesepian aku ingin Elisabeth menjadi sahabat ku."
Merry tertawa terbahak-bahak di hadapan Melinda, Melinda merasa sangat merinding sekali ketika dia mendengar suara Merry.
"Aku mohon lepaskan Elisabeth, aku sudah kehilangan Putri Belinda. Aku tidak mau kehilangan Elisabeth, aku tidak mau kembali despresi."
Putri Belinda mendengar perkataan Mama nya, dia pun semakin yakin jika Mama yang lebih memilih Elisabeth dari pada dirinya.
Putri Belinda pun menusukkan pisau tajam tersebut dan membuat Elisabeth seketika langsung tidak sadarkan diri karena banyak nya tusukan yang di lakukan sehingga banyak mengeluarkan darah segar di dalam tubuh nya.
__ADS_1
Putri Belinda tersenyum ketika dia sudah melakukan nya, dia pun langsung pergi bersama dengan Merry dan Melinda tidak kuasa menahan air mata dia menagis histeris di hadapan Elisabeth yang sudah tidak bernyawa.
"Tidaaaaaaaak.*
Melinda berteriak kencang sekali dan membuat Elisabeth pun langsung terbangun dari tidurnya.
"Mommy, ada apa dengan Mommy."
Elisabeth pun beranjak dari tempat tidur nya dia berlari menuju ke kamar Melinda. Suster Diana pun langsung keluar dari kamar nya dia sangat menghawatirkan kondisi Melinda.
"Mommy kenapa berteriak-teriak kencang seperti itu, apakah Mommy mimpi seram malam ini."
Elisabeth menghampiri Melinda dia pun memeluk erat tubuh Melinda, Suster Diana pun masuk ke dalam kamar Melinda.
"Mommy tidak mau kehilangan kamu sayaaaaang, jangan pernah pergi untuk meninggalkan Mommy selama nya."
Melinda menangis dan Suster Diana merasa jika Melinda mimpi kehilangan Elisabeth, Suster Diana memberikan minuman untuk Melinda.
"Lebih baik Bu Melinda minum dulu yaa, itu hanya mimpi saja yaa. Ibu Melinda jangan memikirkan nya yaa."
Melinda pun meminum nya sampai habis dan Elisabeth terus saja memeluk Mommy dengan sangat erat sekali.
"Mimpi itu sangat nyata sekali, aku melihat Putri Belinda. Tapi wajah nya yang tidak seperti dulu, wajah Putri Belinda tidak semulus dulu banyak sekali luka di wajah nya."
Suster Diana memberikan obat penenang untuk Melinda karena hawatir Melinda yang kembali merasa gelisah dan kembali despresi.
"Sudah yaa Mommy, jangan lagi mengingat Putri Belinda. Aku tidak mau Mommy selalu saja despresi setiap mengingat Putri Belinda, sekarang Mommy memiliki aku Elisabeth yang begitu sangat sayang sekali dengan Mommy.".
Suster Diana merasa jika Elisabeth adalah yang membuat Melinda melupakan total Putri Belinda, bahkan sekarang di kamar Melinda hanya ada foto kebersamaan dirinya bersama dengan Elisabeth.
"Yasudah yaa Buu, saya permisi kembali ke kamar. Karena sekarang sudah ada Elisabeth yang bisa mengurus ibu."
Suster Diana pun langsung pergi sedangkan Elisabeth merasa sangat ketakutan sekali bagaimana jika Mommy Melinda yang tiba-tiba saja despresi dan menyakiti nya.
"Hmmmm, Mommy aku juga kembali ke kamar yaa Mommy."
__ADS_1
Elisabeth pun langsung berlari menuju ke kamar nya dia tidak mau menemani Mommy Melinda. Ketika Melinda yang sendirian di dalam kamar nya, Melinda seakan tidak mau melanjutkan tidur nya.