Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 91.


__ADS_3

Melinda mendiamkan diri nya ketika pelukan itu semakin erat sekali terasa oleh nya, Melinda yang terus saja memejamkan mata nya dan berkata di dalam hati nya.


"Aku pergi, kamu bisa sepuasnya bermain di kamar ini. Jika kamu merindukan ku maka datanglah ke dalam mimpi ku di setiap malam."


Melinda pun merasakan pelukan erat tersebut menghilang begitu saja, dan Melinda membuka mata nya.


Dia pun berjalan menuju ke pintu keluar sebelum menutup pintu Melinda melambaikan tangan nya sambil tersenyum dan menutup rapat pintu kamar tersebut.


Keringat dingin membasahi tubuh Melinda, dia merasa sangat panas sekali padahal di ruangan yang full AC.


"Ayo Suster Diana kita pergi dari rumah ini."


Melinda berjalan sangat cepat sekali dan Suster Diana menyusul nya dengan membawa buku merah dan tas kesayangan Putri Belinda.


Mereka berdua pun keluar dari rumah tersebut pada saat Melinda membuka pintu hembusan angin yang sangat kencang sekali dan membuat Melinda memandangi ke arah kamar Putri Belinda.

__ADS_1


Lambaian tangan mungil yang begitu sangat putih sekali, Melinda pun hanya bisa tersenyum dan dia segera masuk ke dalam mobil nya.


Suster Diana pun mengikuti Melinda dia yang tidak melihat apapun ketika Melinda melambaikan tangan ke atas.


"Apakah sosok anak kecil berbaju merah yang melambaikan tangan kepada ibu,? apakah dia merasa sedih karena kita pergi meninggalkannya dia untuk selamanya?."


Melinda hanya terdiam dia tidak menjawab pertanyaan dari Suster Diana, sampai mereka berdua sampai di rumah orang tua Melinda.


"Tidak usah di turunkan barang-barang yang ada di mobil yaa, karena besok saya akan pergi ke pantai asuhan untuk merayakan hari kelahiran Putri Belinda bersama dengan anak yatim-piatu.".


Dokter Robby berada di rumah orang tua Melinda, dia melihat kondisi Melinda yang sudah semakin membaik.


Suster Diana memilih untuk masuk ke dalam dengan bawaan nya dan dia juga yang sudah di siapkan kamar oleh orang tua Melinda.


"Aku kembali seperti dulu, karena aku harus membuat bisnis Parfume Belinda ku seperti dulu lagi. Ketika Ronny yang sudah menguasai nya hanya untuk membeli gedung tua yang hanya akan membuat nya sengsara."

__ADS_1


Dokter Robby dan Melinda pun duduk sambil mengobrol, Dokter Robby yang ingin mengetahui rencana apa yang akan di lakukan oleh Melinda ke depan nya untuk bisa melawan Ronny suaminya.


"Ronny menjual ke 6 toko parfume hanya untuk bisa memajukan toko ke 7 nya yang jelas-jelas selalu saja memakan korban jiwa, dia mempunyai keyakinan besar toko itu akan maju dengan menjual ke 6 toko yang terdahulu tapi tanpa sepengetahuan nya toko tersebut aku yang membelinya dan dia akan bersaing dengan ku."


Dokter Robby melihat semangat juang Melinda yang sudah bangkit kembali.


"Semangat terus Melinda, karena kamu itu adalah wanita yang kuat dan pejuang. Kamu harus membuat Belinda Parfume seperti dulu kembali. Walaupun Belinda yang sudah tidak ada tapi nama Belinda yang akan selalu harum di kenangan banyak orang."


Melinda pun menangis dia ingin sekali kesuksesan nya itu untuk Putri Belinda sekolah dan juga untuk memenuhi kebutuhan hidup nya jika Putri Belinda masih hidup.


"Yang membuat aku selalu semangat adalah Putri Belinda, aku ingin sekali membawa Putri Belinda pergi ke luar negeri untuk pengobatan nya. Aku ingin sekali Putri Belinda merasakan seperti anak-anak seusianya yang selalu berlari-lari dan sekolah untuk bertemu dengan banyak teman."


Melinda menangis di dalam lamunan nya.


"Tapi sekarang Putri Belinda sudah tidak ada, dia sudah pergi untuk selamanya. Dia yang mungkin tidak mau lagi membuat orang tua nya kerepotan mengurus nya, tapi hati ku ini masih merasakan sakit yang luar biasa. Kenapa di saat aku memutuskan untuk tidak bekerja dan aku bisa tidur bersama dengan nya memeluk nya keesokan harinya aku harus kehilangan Putri Belinda untuk selamanya."

__ADS_1


Melinda menangis histeris di hadapan Dokter Robby, dia begitu sangat sedih sekali. Sebuah pengorbanan seorang ibu kepada anaknya.


Tapi ternyata harus kehilangan anak nya untuk selamanya.


__ADS_2