
Melinda mulai mempersiapkan semuanya bahkan dia juga sudah menyiapkan banyak uang hanya untuk mempromosikan produk Parfume nya.
Regina yang merasa sudah selesai memberikan solusi kepada Melinda pun memilih untuk pergi dari ruangan Melinda karena dia juga sibuk dengan bisnis-bisnis nya.
Febrian masuk ke ruangan Melinda setelah melihat Regina yang sudah keluar dari ruangan Melinda. Kedatangan Febrian sangat tepat waktu.
"Febrian akhirnya kamu datang juga, aku mempunyai solusi terbaik untuk bisnis kita. Kita akan mengadakan iklan di televisi dan juga promosi di berbagai media sosial."
Febrian pun begitu sangat terkejut sekali dengan rencana Melinda.
"Aku sudah menyiapkan uang nya, dan menurut aku ide iklan di televisi ini akan aku lakukan bersama dengan Elisabeth dia pasti sangat senang sekali mendengar nya."
Febrian di buat tidak bisa berkata-kata dengan rencana Melinda, bahkan apa yang akan dia sampaikan pun seketika hilang di pikiran nya.
__ADS_1
"Baiklah, Bu saya akan memproses semua nya. Kalau begitu saya permisi yaa Buu."
Febrian keluar dari ruangan Melinda dia pun seketika langsung berpikir.
"Yang membuat konsumen tidak suka itu adalah ketika Bu Melinda Menganti nama Parfume menjadi Elisabeth Parfume. Dan sekarang Bu Melinda berniat untuk membuat iklan Parfume bersama dengan Elisabeth. Bagaimana jika ini membuat orang-orang semakin tidak suka dengan Produk Elisabeth Parfume."
Tapi Febrian tidak bisa berkata apa-apa kepada Melinda dia akan tetap menjalankan perintah Melinda.
Di saat Melinda yang sedang sibuk dengan bisnis nya, lain halnya dengan Ronny yang sibuk dengan keinginan untuk bisa mendapatkan Putri Belinda.
"Putri Belinda sayaaaaang, Papa datang Nak."
Ronny memilih untuk melewati toko parfume milik Melinda, dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat toko Parfume yang sangat sepi sekali tidak seperti sebelumnya.
__ADS_1
"Toko Parfume Melinda kenapa seperti toko ku yang dulu yaa, besar sekali dia memang foto anak perempuan itu. Kenapa aku merasa sangat kesal sekali ketika melihat wajah anak perempuan itu. Sudahlah lebih aku kembali ke toko dan melanjutkan perjalanan ku."
Ketika Ronny memberhentikan mobilnya di depan toko Parfume milik Melinda dengan membukakan kaca mobil nya Regina dengan jelas dia melihat nya.
"Ronny, untuk apa dia berhenti di depan toko ini dan langsung pergi. Apakah dia sedang merencanakan niat tidak baik kepada Melinda."
Regina merasa sangat mencurigai Ronny dia pun memberikan diri untuk mengikuti mobil Ronny, dia ingin sekali melihat toko Parfume milik Ronny.
"Aku belum pernah melihat nya secara langsung seperti apa toko nya, apakah mungkin toko nya yang begitu sangat menarik perhatian membuat toko nya menjadi meningkat."
Regina pun akhirnya sampai di depan toko tersebut, dia merasa bergetar ketika melihat foto Putri Belinda yang begitu sangat cantik sekali.
Regina yang tiba-tiba saja meneteskan air mata nya.
__ADS_1
"Ronny yang dulu aku lihat dia adalah lelaki yang tidak punya perasaan terhadap wanita, tapi sekarang kenapa hati ku begitu sangat tersentuh sekali ketika dia yang lebih memilih untuk memasang foto Putri Belinda yang sudah tidak ada dia pakai juga untuk nama bisnis nya."
Regina sebenarnya ingin sekali masuk ke dalam tapi tidak mungkin jika ada Ronny di sana.