Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *258*


__ADS_3

Pada saat di pertengahan malam.


Elisabeth sudah bangun dan dia pun mengetuk pintu kamar Mommy Melinda.


"Mommy Melinda, aku ingin masuk ke dalam kamar Mommy."


Mommy Melinda pun langsung terbangun dari tidurnya karena mendengar suara Elisabeth dan membuka pintu kamar nya.


Elisabeth pun langsung memeluk erat Melinda.


"Kamu kenapa sayang, kenapa kamu seperti ketakutan seperti ini."


Melinda pun langsung membawa Elisabeth ke tempat tidur nya. Dan Elisabeth pun langsung menangis histeris di hadapan Mommy Melinda.


"Mommy, lebih baik kita keluar saja dari rumah ini. Aku tidak mau tinggal bersama dengan anak asuhnya Omah Regina."


Elisabeth terus saja menangis di hadapan Mommy Melinda.


"Sayang, tenang yaa jangan seperti ini. Mommy juga belum tahu siapa anak perempuan yang mau di adopsi oleh Omah, jadi kamu seharusnya tidak seperti ini kamu akan mendapatkan teman di rumah."

__ADS_1


Elisabeth pun berpikir dia takut Mommy Melinda yang lebih sayang dengan anak perempuan tersebut daripada dengan nya.


"Tidak, aku tidak mau. Nanti Mommy lebih sayang anak perempuan itu dari pada aku. Sejak awal Omah Regina memang tidak suka dengan ku, aku pun tidak suka dengan Omah Regina."


Mommy Melinda mencoba untuk menenangkan perasaan Elisabeth.


"Sayang, sekarang kamu lebih baik tenang yaa. Jangan banyak pikiran ini dan itu, Mommy Melinda sayang Elisabeth yaa."


Mommy Melinda mencoba untuk meyakinkan Elisabeth dia tidak mau Elisabeth menjadi sedih karena tujuan Mommy Melinda mengadopsi Elisabeth untuk membuat nya bahagia.


"Sekarang lebih baik Elisabeth kembali tidur yaa, besok kan sekolah jangan sampai kesiangan yaa."


"Selamat tidur sayang, mimpi yang indah yaa sayaaaaang."


Mommy Melinda pun mematikan lampu kamar Elisabeth dan keluar dari kamar nya.


"Semoga Elisabeth bisa tidur nyenyak malam ini, jangan sampai dia berpikiran yang tidak-tidak aku tidak mau Elisabeth menjadi tidak nyaman untuk tinggal di rumah ini."


Mommy Melinda membuka pintu kamar nya dan dia pun langsung memikirkan tentang pernikahan nya dengan Ronny.

__ADS_1


"Aku harus segera mengakhiri pernikahan ini, aku tidak mau Ronny yang berkata-kata yang sangat menyakitkan hati ini. Apalagi sekarang aku yang sudah berhubungan dengan Febrian dan seperti nya aku yang harus fokus dengan hubungan ku dengan Febrian setelah aku mantap bercerai dengan Ronny."


Melinda duduk di atas tempat tidur nya dan seketika saja dia mengingat Putri Belinda di saat dia akan berpisah dengan Ronny.


"Ketika Mama yang sudah kehilangan kamu untuk selamanya, sekarang Mama juga ingin mengakhiri pernikahan Mama dengan Papa mu. Mama melakukan ini karena Mama juga ingin hidup bahagia bersama dengan lelaki yang tepat yang sayang dengan Mama."


Melinda meneteskan air mata ketika dia mengingat begitu sangat besar pengorbanan dirinya ketika ingin menikah dengan Ronny. Melinda harus meninggalkan kedua orang tuanya yang lebih memilih untuk menjodohkan dengan Dokter Robby.


"Apakah ini adalah sebuah jawaban dari sikap ku yang tidak mendengar perkataan orang tua, Ayah dan Ibu yang tidak setuju dengan Ronny sehingga rumah tangga ku berakhir seperti ini. Aku sampai harus kehilangan anak kesayangan ku."


Melinda pun memeluk erat foto kebersamaan bersama dengan Putri Belinda dan juga suaminya.


"Putri Belinda sayaaaaang, bahagia kamu di surga sana sayaaaaang. Mama di sini juga akan berusaha untuk hidup bahagia bersama kehidupan cinta Mama yang selanjutnya bersama dengan Om Febrian."


Melinda memandangi kembali foto kebersamaan mereka.


"Mama merindukan sayaaaaang, semakin hari semakin merasa jika kamu semakin dekat dengan Mama dan seperti sekarang pun kamu sedang berada bersama dengan Mama tapi Mama yang tidak melihatnya."


Melinda kembali menyimpan foto kebersamaan tersebut di laci meja nya, Melinda pun mulai membaringkan tubuh di atas kasur dan berencana untuk membereskan surat perceraian nya.

__ADS_1


__ADS_2