Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *240*


__ADS_3

Elisabeth seperti melihat Merry dan dia pun melihat Merry bersama dengan seorang lelaki. Elisabeth pun langsung menghampiri Merry.


"Hai Merry, kamu sedang bersama dengan siapa?."


Putri Belinda merasa sangat terkejut sekali ketika dia harus bertemu dengan Elisabeth di minimarket.


"Aku sedang bersama dengan Om Rizal."


Rizal memperhatikan anak perempuan tersebut yang seperti tidak asing wajah nya.


"Oh begitu yaa, yasudah ya Merry aku hanya mengambil lebih banyak lagi yaa makanan nya karena Mommy Melinda selalu memberikan aku uang jajan yang banyak dan harus aku habiskan."


Elisabeth pun langsung pergi begitu saja dan membuat Rizal merasa sangat kesal melihat nya.


"Oh Elisabeth Parfume, sombong sekali dia yaa."


Putri Belinda pun langsung terdiam dia seperti sangat sedih sekali.

__ADS_1


"Aku ingin pulang saja Om, sudah saja jangan banyak-banyak beli nya."


Putri Belinda berjalan menuju ke pintu keluar sedangkan Rizal dia membayar makanan yang sudah di ambil oleh Putri Belinda.


"Kurang ajar sekali yaa anak perempuan itu, gara-gara bertemu dengan dia Putri Belinda jadi hilang rasa senang nya."


Rizal pun langsung menyusul Putri Belinda yang sudah berada di dalam mobil, Rizal membelikan ice cream untuk Putri Belinda.


"Kamu jangan nangis yaaa, jangan sedih sudah biarkan saja dia memang benar-benar sangat menyebalkan sekali."


Rizal memberikan ice cream rasa strawberry kepada Putri Belinda.


Putri Belinda mulai melupakan perkataan Elisabeth.


"Sayang, nanti kamu mau sekolah di mana sayang. Nanti Om Rizal yang akan mengantarkan kamu sekolah sayang."


Putri Belinda merasa kasihan dengan Papa nya, seharusnya Om Rizal membantu Papa nya yang sedang sibuk di toko nya.

__ADS_1


"Om Rizal, jika aku sekolah. Om Rizal mengantarkan aku saja yaa dan setelah itu Om Rizal pulang ke toko nanti setelah jam pulang Om Rizal kembali dan jemput aku lagi."


Om Rizal merasa tidak tega melihat Putri Belinda, seharusnya Ibu nya yang mengantarkan Putri Belinda untuk sekolah tapi semua nya sudah terjadi dan membuat Putri Belinda harus kekurangan kasih sayang dari seorang Ibu.


"Om boleh peluk Putri Belinda,? Om sayang sekali Putri Belinda."


Om Rizal memeluk erat Putri Belinda dan Putri Belinda merasa nyaman ada di pelukan Om Rizal.


"Aku harus menjadi anak yang kuat, aku tidak boleh lemah. Walaupun nanti bukan Mama yang mengantarkan aku sekolah tidak apa-apa karena Papa juga sayang sama aku."


Om Rizal melepaskan pelukan erat nya.


"Aku tidak boleh sedih jika nanti aku melihat langsung Mama bersama dengan Elisabeth, aku tidak boleh sedih karena aku punya dua lelaki hebat yang selalu sayang kepada ku dan menjadi penjaga hidup ku."


Om Rizal pun memilih untuk menjalankan mesin mobil nya, dia tidak mau sampai harus menangis di hadapan Putri Belinda.


"Om Rizal kenapa,? Om Rizal kasihan ya sama aku karena aku yang sekarang sudah tidak punya Mama."

__ADS_1


Om Rizal memilih untuk diam dia tidak mau menjawab panggilan dari Putri Belinda. Om Rizal yang terus saja fokus menyetir mobil nya.


Putri Belinda pun tersenyum ketika Om Rizal yang tidak menjawab pertanyaan dari nya dia mengetahui jika Om Rizal sedih ketika dia mendengar perkataan Elisabeth di minimarket tadi


__ADS_2