
Suster Diana masuk ke dalam kamar Elisabeth, dia melihat Elisabeth yang sedang memainkan handphone nya bermain game online.
"Bersiaplah untuk makan malam, jangan membuat Mommy Melinda merasa kesal dengan sikap mu ini."
Elisabeth mengabaikan perkataan Suster Diana dan dia pun langsung mengambil handphone yang di pakai oleh Elisabeth.
"Sudah sangat habis sekali kesabaran ku ini, ayo cepat lah turun semuanya sudah menunggu mu di ruangan makan."
Elisabeth dengan sangat terpaksa dia pun mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Diana, dia pun turun dari tempat tidur nya. Elisabeth dan Suster Diana keluar dari kamar dan berjalan menuju ke ruangan makan.
Mereka sudah menunggu Elisabeth dan Elisabeth pun duduk di samping Melinda, tatapan mata Elisabeth yang begitu sangat sinis sekali kepada Regina. Elisabeth yang terlihat sangat jelas tidak menyukai Regina.
"Ayo Elisa, makan yang banyak yaa besok kamu harus sekolah. Dan jadilah anak yang baik yaa demi cita-cita mu."
Elisabeth hanya menganggukkan kepalanya saja dan Melinda yang tersenyum manis kepada Elisabeth.
__ADS_1
"Elisabeth, Mommy ini memilih kamu dia ingin kamu bisa menjadi penerus perusahaan nya dan bisnis-bisnis nya yang seharusnya di berikan kepada Putri Belinda. Kamu adalah yang sangat beruntung sekali bisa di pilihan oleh Mommy sebagai anak adopsi nya."
Elisabeth yang hanya menginginkan harta kekayaan Melinda saja dia tidak pernah membayangkan harus menjadi penerus perusahaan Melinda di masa depan.
"Kamu harus bisa menjadi anak yang pintar dan berprestasi di sekolah, sikap kamu juga harus baik yaa tidak menjadi anak yang nakal yang selalu membuat kerusuhan di sekolah."
Elisabeth hanya bisa mengangguk kepalanya saja, nafsu makan nya yang tiba-tiba saja menghilang karena mendengar perkataan dari Omah Regina.
"Aku sudah selesai makan nya, aku ingin istirahat aku sangat capek sekali."
Melinda yang ingin menyusul Elisabeth tapi di tahan oleh Ibu nya.
"Sudah biarkan saja dia tidak suka di mendengar perkataan Ibu, sudahlah tidak usah terlalu di manja. Biarkan saja dia seperti itu seperti keinginan nya sendiri."
Melinda pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Ibu nya, sedangkan Elisabeth yang berharap Melinda yang mau menyusul nya ke kamar.
__ADS_1
"Mommy benar-benar tidak menyusul ku, dia terpengaruh oleh perkataan Omah."
Elisabeth menutup rapat pintu kamar nya, dia duduk dan memikirkan hal esok dia yang harus kembali ke sekolah.
"Veronica pasti dia sekarang sedang menertawakan ku karena permintaan maaf itu, tapi itu tidak mungkin menjadi akhir dari segalanya. Aku akan membuat kamu ketakutan dia dalam kelas, aku akan memasukkan sesuatu ke dalam tas mu."
Elisabeth pun sudah mempunyai ide dia pun langsung naik ke tempat tidur nya, ketika Elisabeth hendak mematikan lampu kamar nya tiba-tiba saja Suster Diana masuk dengan membawa susu hangat untuk Elisabeth.
"Sebelum tidur, minum susu hangat dulu."
Suster Diana memberikan susu tersebut dan Elisabeth pun langsung mengambil nya dan menghabiskan nya.
"Terimakasih banyak Suster Diana, aku ingin langsung beristirahat."
Suster Diana menarik selimut nya, dia juga mematikan lampu kamar nya dan Suster Diana pun langsung pergi dari kamar nya.
__ADS_1