
Melinda mengetahui jika hari ini Ronny akan membuka kembali toko nya dengan konsep yang baru, Melinda pun berniat untuk datang di acara pembukaan tersebut.
Melinda pagi-pagi sudah bersiap-siap untuk pergi dan Suster Diana pun menghampiri nya dengan membawa obat yang masih di konsumsi oleh Melinda.
"Ibu Melinda mau ke mana,? se pagi ini sudah sangat cantik sekali."
Melinda pun tersenyum sambil mengambil obat yang di berikan oleh Suster Diana, dia menginginkan kesembuhan karena ingin bisa mengadopsi Putri Belinda.
"Aku ingin pergi untuk melihat Ronny yang membuka kembali peresmian toko nya, dia ingin membuka lembaran baru dengan melupakan apa yang sudah terjadi di dalam toko nya."
Suster Diana merasa sangat hawatir sekali, dia takut Melinda kembali kambuh penyakit nya.
"Bu, saya ikut yaa Buu. Saya sangat menghawatirkan sekali kondisi Ibu di sana."
Melinda pun menganggukkan kepalanya dan akhirnya Suster Diana pun ikut bersama dengan Melinda.
Mereka pergi sebelum acara tersebut di mulai, Melinda yang ingin melihat apa sebelumnya di persiapan oleh Ronny dan pegawai nya.
Di perjalanan Melinda terlihat begitu sangat emosional sekali tangan bergetar seperti sedang menahan rasa kesalnya, sehingga membuat Suster Diana semakin menghawatirkan kondisi Melinda
.Mereka pun akhirnya sampai di depan gedung tersebut terlihat sangat jelas sekali Ronny yang sedang berdiri dengan banyak pegawai di belakang nya.
"Lihatlah dia begitu sangat percaya diri sekali, dia adalah seorang pemimpin yang sangat licik sekali."
Melinda membukakan kaca jendela agar dia bisa melihat jelas wajah suaminya tersebut, pandangan mata Melinda terfokus pada lelaki yang ada di sebelah Ronny.
"Siapa lelaki yang ada di samping Ronny, aku seperti tidak asing melihat wajah nya."
Melinda yang begitu sangat penasaran sekali dia pun turun dari mobil nya berjalan menuju ke dalam dia berdiri di dekat banyak orang yang melihat mereka.
Melinda pun terkejut ketika melihat Rizal yang ada di samping Ronny, bayangan Melinda melihat tangan Rizal yang di penuhi oleh darah.
__ADS_1
"Dia adalah seorang pembunuh, apakah dia yang membunuh Putri Belinda."
Suara Melinda membuat orang-orang yang ada di sekitar nya langsung melirik tajam ke arah nya dan suara tersebut pun terdengar jelas oleh Ronny.
Melinda mulai merasakan kepanikan yang luar biasa dan beruntung nya Suster Diana langsung datang untuk mengajak Melinda pergi dari gedung tersebut.
"Melinda, dia di sini kenapa dia sampai harus berkata seperti itu."
Wajah Ronny mulai Panik dan begitu juga Rizal yang melihat Melinda yang berbicara seperti itu sambil memandangi wajah dirinya.
Ronny pun mempercepat proses acara nya tersebut dan dia pun memilih untuk menggunting pita.
"Saya berharap dengan berubah nya warna gedung ini menjadi putih agar gedung ini bersih dari kejadian-kejadian sebelumnya. Saya pun akan jauh lebih hati-hati sebagai seorang pemimpin."
Tepuk tangan pun terdengar sangat keras sekali sehingga membuat mereka semua di persilahkan untuk masuk dan melihat-lihat varian parfume terbaru.
"Saya akan mengeluarkan varian aroma Parfume yang baru yang bisa di nikmati oleh kalian semua, dengan keharuman yang sangat khas sekali."
"Kamu pasti mendengar perkataan Melinda tadi kan,? dia menyebutkan kata pembunuh apakah Melinda mengetahui semuanya?."
Rizal pun mulai merasa panik jika Melinda mengetahui semuanya.
"Melinda menyebutkan kata pembunuh tepat saat dia menatap wajah ku, ini tidak bisa di biarkan. Bagaimana jika Melinda mengetahui jika Putri Belinda adalah sebuah pembunuhan berencana."
Perkataan Rizal membuat Ronny yang fokus pada pekerjaan nya, Ronny yang berharap bisa lebih baik dari sebelumnya dia malah harus mendapatkan permasalahan baru.
"Melinda sekarang pasti dia sedang despresi kembali, sudahlah lupakan sejenak sekarang kita fokus pada pekerjaan yang ada di hadapan kita sekarang. Kamu yang mulai sekarang berkerja di sini kamu harus bisa membuat perusahaan ku semakin berkembang."
Ronny dan Rizal pun kembali fokus pada produk Parfume nya sedangkan Melinda dia yang sedang masuk ke dalam mobil terus saja mengatakan hal tersebut.
"Mereka berdua pembunuh Putri Belinda, mereka berdua sangat jahat sekali. Aku harus melaporkan mereka berdua ke pihak kamu sekarang juga."
__ADS_1
Suster Diana mencoba untuk menenangkan Melinda yang hendak pergi dari mobil nya, Suster Diana pun langsung menyuruh supir untuk segera menjalankan mobilnya.
"Ayo cepat jalan pak, saya takut Ibu Melinda yang nekad untuk kabur ke luar."
Suster Diana memeluk erat Melinda yang terus-menerus menangis sambil memanggil nama Putri Belinda.
"Buu, tenang yaaa buuuu. Kondisi ibu yang sebelumnya sudah membaik kenapa sekarang harus seperti ini lagi."
Teriakan Melinda yang semakin kencang membuat Suster Diana merasa sangat kewalahan sekali untuk membuat Melinda tenang.
Sampai akhirnya mereka berdua pun sampai di rumah nya, dan pada pegawai langsung menghampiri Melinda.
Begitu juga orang tua Melinda yang seketika langsung menangis melihat kondisi Melinda yang seperti ini.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada Melinda, kenapa dia kembali seperti ini lagi."
Melinda pun di bawa ke dalam kamar nya, dia yang masih saja berteriak-teriak kencang sambil memanggil nama Putri Belinda.
Orang tua Melinda mencoba untuk menenangkan Melinda sedangkan Suster Diana menghubungi Dokter Robby untuk bisa segera datang ke rumah nya.
*Hallo Dokter Robby, bisakah Dokter sekarang datang ke sini Bu Melinda kembali tidak bisa mengendalikan emosi nya*
*Ada apa dengan Melinda, bukan kah kemarin dia yang masih baik-baik saja*
"Saya tidak bisa menjelaskan di telephone, sekarang lebih baik Dokter Robby langsung datang ke sini saja*
*Baiklah saya akan datang ke sana sekarang juga*
Suster Diana pun memilih mengakhiri panggilan telephone nya dia terus saja memandangi Melinda.
"Yaa Tuhan, apakah yang di katakan oleh Ibu Melinda itu benar adanya."
__ADS_1
Suster Diana menagis sambil mengingat saat-saat bersama dengan Putri Belinda.