Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (161)


__ADS_3

Suster Diana menatap wajah Elisa dia meyakinkan Elisa bahwa semuanya akan baik-baik saja.


"Kamu masih ingin bersama dengan Mommy Melinda kan,? kamu tidak akan pernah mau kembali ke pantai asuhan?. Mulai sekarang kamu harus berpura-pura menjadi Putri Belinda di hadapan Mommy Melinda."


Elisa merasa sangat tertekan sekali dia pun akhirnya mengikuti apa yang di perintahkan oleh Suster Diana, Suster Diana benar-benar membuat Elisa seperti Putri Belinda.


Elisa pun mengetuk pintu kamar Melinda, Melinda pun hanya terdiam saja sambil memeluk foto Putri Belinda.


Suster Diana pun memilih untuk membukakan pintu kamar Melinda dan mereka berdua pun masuk.


Melinda begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Elisa yang seperti Putri Belinda, dia pun langsung menghampiri Elisa.


"Putri Belinda sayaaaaang, kamu kembali Nak."


Melinda memeluk erat Elisa dengan penuh perasaan dan Elisa merasa sedikit sesak karena pelukan yang begitu sangat erat sekali.


"Bu, jangan terlalu erat memeluk nya yaa. Kasihan Putri Belinda."

__ADS_1


Dokter Robby pun memperhatikan dari pintu dia merasa ini sangat tidak baik untuk kenyamanan Elisa tapi Dokter Robby tidak punya pilihan lagi, karena Elisa yang tidak mau kembali ke panti asuhan dia tetap ingin bersama dengan Melinda.


Melinda pun langsung melepaskan pelukan erat nya, dia memandangi wajah Elisa. Elisa yang tidak memiliki ponny seperti Putri Belinda.


"Kenapa kamu tidak memiliki ponny dan rambut mu tidak terlalu panjang seperti dulu sayaaaaang."


Melinda yang begitu sangat mengingat penampilan Putri Belinda dia melihat banyak perubahan pada Putri Belinda.


"Kita sudah terlalu lama tidak melihat Putri Belinda dan pantas saja jika ada perubahan pada Putri Belinda."


"Iyaa sayaaaaang, yang penting kamu kembali kepada Mama. Dan Mama sangat bahagia sekali sayaaaaang."


Suster Diana sampai menghelakan nafas panjang nya.


"Yasudah yaa Buu, sekarang lebih baik ibu istrirahat karena besok adalah hari pertama Putri Belinda sekolah dia tidak boleh sampai telat masuk ke sekolah."


Suster Diana menarik tangan Elisa tapi Melinda yang masih saja memegang tangan Elisa.

__ADS_1


"Aku tidur dulu yaa, aku tidak mau besok telat masuk ke sekolah."


Suster Diana melihat Elisa yang begitu sangat ketakutan sekali sehingga Suster Diana pun mencoba untuk melepaskan genggaman erat Melinda kepada Elisa.


Elisa berlari keluar kamar Melinda dan Suster Diana lari menyusul nya, melihat Melinda sendirian Dokter Robby pun masuk ke dalam.


"Putri Belinda datang kembali dia tidak meninggal dunia, apakah benar jika anak itu adalah Putri Belinda tapi aku merasa dia tidak seperti Putri Belinda anak ku."


Melinda menangis kembali di hadapan Dokter Robby.


"Melinda, Putri Belinda memang sudah tidak ada lagi di dunia ini. Putri Belinda meninggal dunia karena kecelakaan kamu tidak boleh selalu berpikir jika Ronny yang melakukan nya. Ronny itu adalah Papa kandung Putri Belinda dia tidak mungkin melakukan hal tersebut."


Dokter Robby mencoba untuk membuat Melinda yang tidak selalu mempunyai pikiran negatif terhadap suaminya karena itu hanya membuat nya kembali despresi.


"Tapi jika Putri Belinda tidak mengikuti keinginan Papa nya untuk pergi ke tempat itu. Maka Putri Belinda tidak mungkin meninggalkan aku untuk selamanya."


Tatapan mata Melinda yang penuh dengan rasa dendam terhadap Ronny, Melinda yang tetap saja merasa jika Ronny penyebab meninggalnya Putri Belinda.

__ADS_1


__ADS_2