
Melinda tersenyum manis sambil memeluk erat Elisabeth, tapi ketika Melinda memeluk Elisa dia seperti melihat bayangan Putri Belinda yang memasang wajah sedih.
"Putri Belinda."
Melinda langsung melepaskan pelukan erat nya tapi ternyata itu hanya halusinasi Melinda saja, Regina yang mendengar Melinda memanggil nama Putri Belinda dia langsung pergi ke dalam rumah nya.
Suster Diana pun merasa ada yang berbeda dengan Regina dan juga suaminya, bahkan Regina memilih untuk pergi ke kamar nya dari pada harus makan malam bersama.
"Kenapa Mommy memanggil nama Putri Belinda, aku Elisabeth mommy bukan Putri Belinda."
Suster Diana pun langsung menghampiri mereka berdua dan mengajak Elisa untuk makan malam. Melinda seperti nya belum mengatakan semuanya kepada Elisa tentang kabar bahagia untuk nya karena Melinda yang tiba-tiba halusinasi dengan Putri Belinda.
"Sayang seperti Mommy tidak akan makan malam yaa, mommy sangat capek sekali sayaaaaang. Kamu makan banyak yaa bersama Suster Diana karena besok pagi kamu harus datang ke toko ada sesuatu untuk kamu."
Melinda mencium kening Elisa dan dia pun langsung pergi begitu saja.
__ADS_1
"Mommy Melinda akan memberikan aku hadiah apa yaa, wahhhh rasanya aku tidak sabar sekali."
Suster Diana pun menyiapkan makanan untuk Elisa dia begitu sangat bahagia sekali walaupun dia tidak tahu apa yang akan di berikan untuk nya.
"Ayo habiskan makanan nya yaa, setelah selesai makan cuci tangan kaki sikat gigi dan segera tidur."
Elisa yang begitu sangat bersemangat dia makan dengan sangat lahap sekali dan selesai makan Suster Diana mengantarkan Elisa ke kamar dia mengajak Elisa ke kamar mandi.
"Sudah selesai semuanya yaa, sekarang berdoa dan selamat beristirahat."
"Apakah sih yang sebenarnya terjadi, apakah ini ada hubungan nya dengan kejutan yang di berikan Bu Melinda untuk Elisa."
Suster Diana yang begitu sangat penasaran dia pun memilih untuk mencoba untuk mendengarkan percakapan mereka berdua.
"Aku merasa tidak tega melihat nya besok, bagaimana mungkin Melinda bisa melakukan ini semua."
__ADS_1
Regina mencoba untuk menenangkan perasaan suami nya.
"Sudahlah Ayah, semua nya sudah terjadi. Foto Putri Belinda sudah di ubah menjadi Foto Elisabeth. Dan mulai besok sudah tidak ada lagi Belinda Parfume yang ada Elisabeth Parfume."
Suster Diana begitu sangat terkejut sekali ketika dia akhirnya mengetahui semuanya, dia pun langsung berlari menuju ke kamar nya. Suster Diana menutup rapat pintu kamar nya dia benar-benar tidak percaya jika Melinda bisa dengan mudahnya melakukan itu semua.
"Bu Melinda benar-benar ingin melupakan Putri Belinda tapi tidak harus sampai seperti ini, nama Elisa yang menjadi produk Parfume ibu Melinda."
Suster Diana mengambil foto kebersamaan nya bersama dengan Putri Belinda.
"Sayaaaaang, suster Diana kangen Nak. Kenapa semuanya bisa seperti ini. Lalu apa bedanya Ibu Melinda dengan Pak Ronny jika mereka berdua seperti ingin menghilangkan nama anak kandungnya sendiri."
Suster Diana merasa sangat kecewa sekali dengan sikap Melinda tapi dia juga harus bisa menerima nya walaupun hatinya merasa sangat sakit sekali mendengar nya.
Suster Diana memeluk erat foto kebersamaan bersama dengan Putri Belinda hingga dia tertidur pulas.
__ADS_1