
Putri Belinda belum tidur dia duduk di tempat tidur nya sambil memikirkan hari esok akan seperti apa.
"Aku yang sudah bertemu dengan Suster Diana dan seperti nya besok aku akan bertemu dengan Mama, aku harus bisa menahan semuanya. Karena sekarang Mama bukan milik aku lagi Mama milik Elisabeth."
Putri Belinda menteskan air mata nya dia merasa sangat sedih sekali ketika harus menghadapi semuanya.
"Mama aku sangat merindukan Mama tapi aku tidak bisa memiliki Mama kembali, Mama bahagia bersama dengan Elisabeth."
Putri Belinda pun memilih untuk segera beristirahat karena besok merupakan hari pertama nya masuk sekolah.
Ronny masuk ke dalam kamar Putri Belinda dia melihat Putri Belinda yang sudah tertidur pulas, Ronny pun langsung menghampiri Putri Belinda.
"Selamat tidur sayang, semoga mimpi indah yaa sayang. Papa akan selalu berusaha untuk membuat kamu bahagia yaa."
Ronny mencium kening Putri Belinda dan mematikan lampu kamar nya Ronny pun keluar dari kamar dan bertemu dengan Rizal.
"Bagaimana dengan besok siapa yang akan mengantarkan Putri Belinda untuk sekolah,? apakah masih Ibu Regina karena besok aku sangat yakin sekali jika Belinda akan bertemu dengan Melinda."
Ronny menarik tangan Rizal agar menjauh dari kamar Putri Belinda.
__ADS_1
"Lalu bagaimana jika Belinda bertemu dengan Melinda,? apakah Melinda akan mengambil Belinda kembali? oh tidak mungkin bisa terjadi karena ada Elisabeth yang menjadi tembok besar penghalang nya."
Ronny merasa jika dirinya tidak ketakutan kehilangan Putri Belinda karena akan ada Elisabeth yang menjadi penghalang.
"Lalu bagaimana dengan Belinda di sekolah,? aku hawatir Elisabeth aku menyakiti nya karena sekarang dia pasti sangat ketakutan sekali posisi nya akan di ambil oleh Belinda."
Ronny pun langsung tersenyum karena dia melihat Rizal yang begitu sangat perhatian sekali dengan Putri Belinda.
"Besok aku akan datang ke sekolah Putri Belinda, walaupun Omah nya yang mengantarkan nya. Jika sampai Melinda mencoba untuk menyentuh Putri Belinda dia akan berhadapan dengan ku."
Ronny pun langsung pergi begitu saja dan Rizal mulai menghawatirkan apa yang akan di lakukan oleh Ronny kepada Melinda.
"Isterinya yang sudah memiliki pasangan dan sampai harus melakukan di dalam mobil, membuat Ronny semakin menutup rapat pintu untuk bisa kembali bersama dengan Melinda."
Belinda terbangun kembali dari tidurnya dia sebenarnya pura-pura tidur ketika Papa nya datang.
"Kenapa yaa aku tidak bisa tidur seperti ini yaa, Merry hantu Merry datang lah aku merasa sangat kesepian sekali."
Belinda memangil hantu Merry dan hantu Merry pun hadir.
__ADS_1
"Besok kamu akan bertemu dengan Mama mu, tapi kamu tidak bisa menyentuh nya karena Elisabeth yang melarang nya."
Belinda pun langsung terdiam seperti apa yang sudah dia pikirkan sebelumnya.
"Aku merasa hal tersebut pasti akan terjadi, aku hanya bisa melihat Mama dari jauh dan tidak bisa menyentuh nya."
Wajah Belinda terlihat sangat sedih sekali dan Hantu Merry pun merasakan nya.
"Kamu jangan menangis Putri Belinda, kamu pasti akan mendapatkan kebahagiaan bersama dengan orang tua mu walaupun mungkin tidak seperti yang di bayangkan."
Hantu Merry mencoba untuk menyemangati Putri Belinda.
"Terimakasih banyak Hantu Merry, aku yakin sekali jika aku yang akan merasakan kebahagiaan."
Hantu Merry pun tiba-tiba saja langsung menghilang dan ternyata itu adalah Om Rizal.
"Belinda kenapa kamu belum tidur sayaaaaang, kamu harus segera tidur yaa karena besok kamu yang harus sekolah."
Belinda kelihatan sangat sedih sekali dan Om Rizal pun menyalakan lampu kamar nya.
__ADS_1
"Jangan sedih seperti itu sayaaaaang, kamu adalah Putri Belinda yang cantik dan kuat yaa tidak boleh menangis seperti ini yaa."
Belinda pun mencoba untuk menahan air mata nya dan Rizal pun mereka begitu sangat berat sekali berada di posisi Putri Belinda yang harus menahan rasa rindu nya ketika harus bertemu dengan Mama nya.