
Kematian Monica membuat para pegawai penasaran mengenai apa yang sebenarnya terjadi dengan Monica.
Monica yang sebelumnya dia menagis histeris dan berujung dengan keluar dari toko dengan membawa banyak uang.
Ronny pun melihat uang yang dia berikan kepada Monica yang sudah tercampur oleh darah, dia pun merasa sangat ketakutan sekali apa yang harus dia katakan kepada pihak kepolisian.
Sudah banyak sekali polisi yang datang, para wartawan pun ikut menyoroti kejadian kecelakaan tersebut.
Dan Ronny langsung di bawa ke pihak kepolisian untuk memberikan keterangan.
Berita tersebut menjadi tranding topik di media sosial, dan langsung masuk ke acara televisi.
Suster Diana begitu sangat terkejut sekali ketika dia melihat berita tersebut.
"Astaga ini sudah sangat menyeramkan sekali, korban sampai tewas di depan toko."
Melinda yang sedang berada di kamar Putri Belinda mendengar kehebohan di luar, dia pun langsung keluar dari kamar nya.
Melinda yang melihat Suster Diana dengan para pegawai nya sedang menonton televisi.
"Apa yang terjadi yaa, kenapa semuanya ribut sekali."
Melinda melihat nya dan dia pun langsung terkejut sekali.
"Dia anak kecil perempuan itu yang sudah membuat nya kecelakaan, dia yang sudah membunuh pegawai perempuan itu."
Melinda yang melihat jelas sosok anak kecil perempuan yang berada di samping jenazah korban tersebut dengan membawa pisau di tangan nya.
Suster Diana pun langsung menghampiri Melinda, karena dia yang tidak bisa melihat ada anak kecil perempuan seperti yang di ucapkan oleh Melinda.
__ADS_1
"Saya tidak melihat nya Bu, apakah hanya ibu saja yang bisa melihat nya. Pegawai tersebut kecelakaan oleh sebuah truk dan dia pun terapung sampai di depan toko."
Melinda terus saja memandangi nya dia melihat banyak nya uang-uang yang menutupi wajah wanita tersebut.
"Lihat uang-uang nya yang sudah tercampur dengan darah, apakah dia yang sedang menyembunyikan sesuatu yang di bayar dengan uang."
Melinda memilih untuk kembali ke kamar nya, dia yang seperti tidak memperdulikan lagi tayangan televisi tersebut.
Suster Diana merasa jika Melinda yang sekarang semakin peka, dia yang seperti bisa melihat apa yang tidak bisa di lihat oleh orang-orang.
"Apakah anak kecil yang berada di kamar Putri Belinda itu juga yang ada di toko parfume nya Pak Ronny Mahendra, aku merasa sangat penasaran sekali dengan perkataan Bu Melinda. Kenapa pegawai itu bisa mendapatkan banyak uang padahal gajih dia sebagai pegawai toko tidak mungkin sebanyak itu."
Suster Diana pun memilih untuk menghampiri Melinda di dalam kamar nya, untuk memberikan obat penenang untuk Melinda.
Suster Diana melihat Melinda yang sedang memasukkan baju-baju yang masih ada di lemari ke dalam tas besar.
Melinda teringat kembali kepada Elisa, gadis kecil yang menurut Melinda sangat mirip dengan Putri Belinda.
"Elisa, kapan kita kembali bertemu dengan Elisa. Aku sangat mencintai Elisa dia seperti Putri Belinda."
Suster Diana memegang tangan Melinda dan memberikan obat yang harus dia minum malam ini.
"Minumlah dulu yaa obat nya, setelah itu kita bicarakan kembali tentang Elisa besok yaa."
Melinda mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Diana, dia meminum obat tersebut dan langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Suster Diana memberikan boneka kesayangan Putri Belinda untuk bisa di pelukan oleh Melinda.
"Semoga malam ini ibu bisa mimpi Putri Belinda ya, agar kerinduan ibu terobati."
__ADS_1
Suster Diana pun langsung mematikan lampu kamar tersebut.
Di sisi lain, Ronny yang harus di hadapan dengan pertanyaan polisi dia pun memilih untuk memilih pengacara yang terbaik untuk bisa mendampingi nya.
Ronny terpaksa berbohong, dia yang bilang jika pegawai nya yang terlilit hutang sehingga membuat nya tidak konsentrasi dalam berkerja dan membuat nya sampai berteriak-teriak karena memikirkan orang yang akan menagih hutang nya.
Ronny juga mengatakan dia yang memberikan uang tersebut uang bisa melunasi hutang-hutangnya, dia meminjam uang kepada pegawai nya.
Setelah memberikan laporan kepada pihak kepolisian, Ronny pun seketika dia terdiam dalam satu hari ini dia sudah mengeluarkan banyak uang hanya untuk hal-hal yang tidak penting.
Ronny memilih untuk tidak tidur di toko itu dia memilih untuk beristirahat di hotel saja.
"Pikiran ku sangat kacau sekali, uang-uang ku yang habis begitu saja. Bagaimana ini aku seperti nya harus menjual kembali toko ku yang lain nya."
Sepanjang perjalanan menuju ke hotel, Ronny pun memikirkan jika toko sampai di jual kembali dia hanya memiliki 5 toko lagi.
Sedangkan toko yang baru bukan mendapatkan penghasilan tapi hanya membuat nya banyak pengeluaran.
"Aku harus tetap semangat, jangan sampai aku gagal dalam menjalani bisnis ini."
Ronny pun akhirnya sampai di hotel dia menginap, dia seketika teringat dengan perkataan Monica.
"Monica bilang jika dia yang melihat anak kecil perempuan dengan wajah yang penuh dengan darah, dia datang membawa pisau."
Ronny memikirkan siapa anak kecil perempuan yang di maksud Monica.
"Apakah anak kecil perempuan itu adalah Putri Belinda, dia yang ingin membalas dendam kepada ku. Karena aku yang membuat nya tewas mengenaskan."
Ronny pun mulai memikirkan hal tersebut, dia pun akhirnya memilih untuk membaringkan tubuh di atas tempat tidur dan berharap dia lupa dengan yang sudah terjadi dengan hari ini.
__ADS_1