Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *228*


__ADS_3

Melinda sampai di Rumah Sakit Permata dan dia melihat Elisabeth bersama dengan Suster Diana yang menunggu nya.


Melinda melihat wajah Elisabeth yang baik-baik dia tidak merasa sedih atau ketakutan.


"Baiklah, ayo kita segera pergi yaa ke ruangan nya."


Melinda mencari tahu ruangan Veronica dan akhirnya dia pun menemukan nya, Melinda membawakan buah-buahan untuk Veronica dia ingin Veronica yang bisa segera sembuh dari sakitnya.


Mereka pun masuk ke dalam ruangan dan di sambut baik oleh ibunya Veronica. Tapi Veronica tidak mengingat kehadiran Elisabeth dia sedikit pun tidak tersenyum kepada Elisabeth.


"Elisabeth, cepat sembuh yaa. Aku tidak tahu jika kamu itu alergi seafood. Dan aku juga tidak tahu kalau kamu sampai harus masuk ke Rumah Sakit."


Perkataan Elisabeth membuat ibu nya merasa terharu dengan sikap Elisabeth kepada Veronica.


"Ini bukan kesalahan kamu sayang, karena tidak banyak orang tahu jika Veronica itu mempunyai alergi seafood. Kamu sudah sangat baik sekali loh sampai mau membuat ide untuk bisa memberikan bekal makanan untuk anak-anak yang ada di kelas."


Elisabeth pun langsung tersenyum akhirnya semua tidak ada yang menyalakan nya dalam kasus tapi Veronica dia benar-benar, menyimpan dendam kepada Elisabeth.

__ADS_1


Suster Diana pun menghampiri Veronica, dia begitu sangat kasihan sekali melihat Elisabeth yang harus seperti ini.


"Kamu yang sabar yaa sayaaaaang, nanti juga pasti akan sembuh yaa. Sekarang jika mau makan apapun harus hati-hati yaa banyak bertanya supaya tidak lagi terjadi seperti ini."


Veronica menganggukkan kepalanya ketika Suster Diana berkata seperti itu kepada dirinya.


"Veronica, kita hanya pergi dulu yaa."


Melinda berpamitan pulang dan mereka pun keluar dari ruangan tersebut, Melinda yang harus kembali ke kantor nya.


"Mommy harus kembali ke kantor yaa sayang, kamu baik-baik di rumah bersama dengan Suster Diana."


"Sekarang Mommy sibuk yaa, Mommy yang harus mempersiapkan untuk hari esok bersama dengan aku."


Melihat Elisabeth yang tidak sabar dengan hari esok begitu juga dengan Suster Diana yang tidak sabar ingin segera bertemu dengan Merry di panti asuhan.


"Suster Diana jadi ingin bertemu dengan Merry,? dia pasti sedang sekali bisa bertemu dengan Suster Diana."

__ADS_1


Elisabeth pun masuk ke dalam mobil dan begitu juga dengan Suster Diana, Suster Diana berharap Elisabeth yang bisa melupakan tentang buku merah karena dia yang sedang bahagia seperti ini.


Di perjalanan Elisabeth pun sampai ketiduran, dia kelihatan sangat capek sekali karena pulang sekolah harus pergi ke Rumah Sakit.


Suster Diana memandangi wajah polos Elisabeth yang sedang tidur.


"Sebenarnya kamu itu hanyalah anak kecil yang tidak tahu apa-apa, sikap kamu yang memang mungkin belum bisa berubah. Maafkan aku yang kadang selalu kesal bahkan menjadi membenci mu."


Suster Diana mengelus rambut panjang Elisabeth dia benar-benar merasa kasihan dengan Elisabeth apalagi jika melihat sikap Regina yang memperlihatkan langsung bahkan dia tidak suka dengan Elisabeth.


Mereka pun akhirnya sampai di depan rumah, Suster Diana tidak membangunkan Elisabeth karena merasa kasihan dia menyuruh satpam untuk mengendong Elisabeth sampai ke dalam kamar.


Suster Diana mengikuti satpam tersebut dan ketika Elisabeth terbaring di tempat tidur, Suster Diana membuka kaos kaki dan sepatu nya.


Untuk pertama kalinya Suster Diana mencium kening Elisabeth seperti apa yang dia lakukan pada Putri Belinda.


"Tidur yang nyenyak sayaaaaang, semoga kamu bisa lebih baik lagi yaa sayang dalam bersikap dan berbicara."

__ADS_1


Suster Diana berjalan menuju ke pintu keluar dia menutup rapat pintu kamar tersebut dan berjalan menuju ke kamar nya untuk beristirahat.


__ADS_2