
Melinda menghampiri Suster Diana, dia pun menarik tangan Suster Diana.
"Aku ingin jalan-jalan ke luar tanpa menggunakan mobil, kita jalan kaki saja."
Melinda yang mengetahui jika gedung tua tersebut yang jarak nya tidak jauh dari rumah nya.
"Baiklah Bu, tapi kita menggunakan payung yaa karena sangat panas sekali."
Melinda dan Suster Diana jalan dan ketika Suster Diana mau mengambil payung warna putih, Melinda menepis tangan Suster Diana dia memilih payung berwarna hitam.
"Hitam itu tanda sedang berduka, dan hati yang sedang berduka sekarang."
Mereka berdua pun berjalan menuju ke luar rumah dan Melinda jalan begitu sangat cepat nya, dia berjalan menuju ke gedung tua tersebut.
Suster Diana pun sampai berlari untuk mengejar Melinda.
"Astaga Bu Melinda, cepat sekali jalan nya. Sebenarnya dia itu mau ke mana sih."
Langkah kaki Melinda tiba-tiba saja berhenti di depan gedung tua tersebut yang sudah menjadi toko parfume milik Ronny.
"Kurang ngajar sekali yaa dia, menganti nama Putri Belinda Parfume menjadi Romeo Parfume, apa maksud dari kata Romeo ? apakah dia yang sekarang sedang di dekati banyak wanita."
__ADS_1
Melinda pun langsung masuk ke dalam dan semua orang memperhatikan Melinda.
Sedangkan Suster Diana memilih untuk diam di luar menuggu Melinda.
"Aku tidak mau masuk ke dalam, mereka berdua pasti akan bertengkar di dalam."
Melinda menuju ke lantai dua dia mencari suaminya di tangga dia melihat bercak darah.
"Apa yang sudah terjadi di sini,? apakah sebelum nya sudah terjadi kecelakaan."
Melinda pun kembali melanjutkan langkahnya dia melihat Ronny yang sedang mencoba memasukkan sesuatu ke dalam karung.
"Apa yang sedang kamu lakukan Ronny,? apakah itu adalah botol Parfume?."
"Melinda,? kamu ada di sini ?."
Ronny terlihat sangat terkejut sekali ketika melihat Melinda yang seperti baik-baik saja.
"Rumah dan jarak gedung ini yang tidak terlalu jauh, kenapa kamu harus terkejut seperti ini."
Ronny yang sedang memasukkan parfume Belinda ke dalam karung dia pun langsung menarik tangan Melinda untuk berjalan menuju ke lantai tiga atau tempat istirahat Ronny.
__ADS_1
Pandangan mata Melinda terus saja tertuju pada karung tersebut.
"Ayo Melinda lebih baik sekarang kita mengobrol di lantai tiga saja."
Mereka berdua pun akhirnya sampai di lantai tiga dan Melinda pun duduk di sofa dekat kaca jendela.
"Tadi aku melihat ada bercak darah di tangga apa yang sebenarnya terjadi?, sangat mengerikan sekali."
Ronny tidak mungkin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi karena Melinda pasti akan marah-marah kepada nya.
"Tadi ada peristiwa kecil, ada pegawai yang jari nya terkena benda tajam dan membuat kita semua di sini sangat panik sekali."
Melinda merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Ronny karena bercak darah itu sangat banyak sekali.
"Lalu kenapa di biarkan begitu saja,? itu akan membuat pelanggan menjadi tidak nyaman melihat nya."
Ronny tidak bisa membohongi jika Melinda yang jauh lebih mengerti tapi Ronny juga yang ingin menguasai semua kekayaan dari bisnis mereka berdua.
"Iya Melinda nanti aku akan meminta pegawai ku untuk membersihkan nya."
Mereka berdua sudah tidak lagi seperti dulu, mereka berdua yang lebih memilih memangil nama masing-masing.
__ADS_1
"Aku lupa, jika aku yang sudah bukan lagi bagian dari bisnis ini yaa. Kerena sekarang Belinda Parfume berubah menjadi Romeo Parfume, apakah karena banyak wanita-wanita cantik yang mendekati mu ? ."
Melinda pun memilih untuk langsung pergi dari ruangan tersebut.