
Sementara Menganti nama menjadi Putri Belinda Parfume, membuat orang-orang lebih simpatik kepada Ronny dari pada Melinda. Mereka merasa Ronny yang lebih mempunyai perasaan dari pada Putri Belinda.
"Kita mendapatkan respon yang positif dan membuat para pengunjung pun lebih banyak dari sebelumnya, semoga saja tidak akan pernah ada lagi korban jiwa di toko kita ini."
Ronny memperhatikan Rizal yang seakan mengabaikan perkataan nya.
"Rizal, ada apa dengan mu?. Kamu seperti orang yang sedang kasmaran, apakah kamu sekarang sudah mempunyai kekasih?."
Rizal yang sudah mempunyai janji jika dirinya yang akan mengajak Putri Belinda jalan-jalan di hari Minggu dia sudah merasa tidak sabar sekali.
"Tidak, aku hanya tidak sabar saja ingin menunggu hari esok. Aku akan pergi ke pantai asuhan untuk bertemu dengan Merry, dan berjanji akan mengajaknya jalan-jalan bersama."
Ronny merasa aneh dengan sikap Rizal, karena dia tidak pernah melihat Rizal yang sampai bahagia seperti itu hanya untuk bertemu dengan anak kecil.
"Ronny, aku minta semua varian parfume yang terbaru yaa. Yang sudah di berikan nama Putri Belinda Parfume, akan aku berikan untuk Merry."
Ronny pun langsung memberikan kepada Rizal, dia tidak ada rasa curiga ketika memberikan tujuh varian parfume tersebut kepada Rizal.
"Ambil dari sekarang, agar besok kamu tidak lupa."
Rizal mengambil nya dan memasukkan ke dalam tasnya, dia pun langsung pergi dia ingin membelikan baju dan sepatu untuk Merry.
"Ronny, aku pergi yaa. Aku ingin sekali membelikan baju dan sepatu untuk Merry."
Setelah berpamitan dengan Ronny, Rizal pun langsung pergi begitu saja.
"Sebenarnya Merry itu anak kecil atau sudah dewasa, kenapa Rizal sampai melakukan hal seperti itu."
Ronny mulai fokus pada toko nya yang semenjak berganti nama menjadi ramai tidak seperti biasanya.
"Maafkan Papa sayaaaaang, Papa yang begitu sangat jahat kepada mu. Sedangkan kamu bisa membuat toko Papa menjadi lebih ramai dari sebelumnya."
__ADS_1
Salah satu pegawai mendengar perkataan Ronny.
"Nama Putri Belinda Parfume sangat membawa keberuntungan yaa Pak Ronny, belum pernah loh toko kita ramai seperti ini."
Ronny pun hanya bisa tersenyum ketika mendengar perkataan salah satu pegawai nya.
****
Rizal masuk ke dalam mobil nya dia yang ingin memberikan yang terbaik untuk Putri Belinda.
"Ronny andai saja kamu tahu jika sekarang aku melakukan ini semua untuk Putri Belinda, anak yang kamu cari sudah aku temukan. Dan aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuk Putri Belinda."
Rizal turun dari mobil nya, dia menuju ke sebuah toko pakaian dan mainan anak. Dia mencari beberapa baju untuk Putri Belinda dan juga sepatu nya. Warna-warni yang terang yang akan membuat Putri Belinda terlihat sangat cantik sekali.
"Melinda kamu pasti akan merasa menyesal, sudah mengadopsi anak dengan sangat cepat sekali. Padahal anak kandung mu juga berada di pantai asuhan yang sama hanya wajah Putri Belinda tidak seperti dulu yang mulus lembut sekarang wajah Putri Belinda yang penuh dengan luka-luka."
Setelah membelikan semuanya tiba-tiba saja Rizal bertemu dengan Asisten pribadi Melinda yang akan membelikan sesuatu untuk Elisabeth.
"Pak Rizal yaa,? sedang apa ada di toko anak perempuan seperti ini?. Apakah sudah membelikan sesuatu untuk anak perempuan nya."
"Ya, untuk anak perempuan ku yang sangat cantik sekali. Apakah kamu di suruh Melinda untuk membelikan sesuatu untuk anak adopsi nya itu,? tolong bilang kepada Melinda jangan terlalu berlebih-lebihan dalam memberikan sesuatu kepada anak asuhnya. Karena Putri Belinda pun belum pernah di perlakukan seperti itu oleh dirinya."
Rizal pun memilih untuk langsung pergi dan membuat Febrian terdiam dan berpikir.
"Kenapa aku merasa ada yang aneh dengan mereka berdua, di saat peresmian Pak Ronny menyebutkan nama Putri Belinda yang seakan dia masih hidup dan sekarang Pak Rizal berbicara seperti itu juga. Sebenarnya apa yang terjadi yaa, ada yang di sembunyikan oleh mereka berdua."
Febrian pun memilih untuk masuk dia yang ingin berniat menitipkan barang-barangnya yang akan dia berikan ke panti asuhan lewat Melinda.
Rizal memasukkan barang-barang yang dia beli di masukkan ke dalam bagasi nya, dia merasa sangat emosional sekali melihat Melinda yang terlalu berlebih-lebihan dalam memberikan pelayanan kepada Elisabeth.
"Aku tidak tahu bagaimana rasanya ada di posisi Putri Belinda, ketika dia yang satu pantai asuhan dengan Elisabeth. Dia yang melihat kehadiran Mama nya tapi tidak bisa memeluknya hanya bisa memandangi nya saja."
__ADS_1
Rizal masuk ke dalam mobil nya, dia mencoba untuk menenangkan emosi nya.
"Ronny, maafkan aku yang belum bisa memberitahu sebenarnya. Tapi kamu jangan hawatir aku akan melakukan Putri Belinda seperti princess."
Setelah merasa cukup tenang, Rizal pun mulai mengendarai mobil nya untuk menuju ke toko dia harus bisa bersikap tenang di hadapan Ronny jangan sampai Ronny curiga terhadap nya.
Rizal pun akhirnya sampai dia melihat toko yang sebelumnya sepi menjadi ramai tidak seperti biasanya, Rizal pun melihat wajah Putri Belinda yang begitu sangat bercahaya walaupun tidak di kelilingi lampu-lampu.
"Ini adalah sebuah keajaiban, Putri Belinda benar-benar membawa keberuntungan untuk toko Papa nya."
Rizal keluar dari mobil dengan barang-barang yang dia beli dan Ronny pun langsung menghampiri Rizal yang memilih duduk di sofa untuk beristirahat sejenak.
"Apa yang kamu beli, sangat banyak sekali."
Ronny membuka salah satu nya dan ternyata yang dia buka adalah dress berwarna merah yang sama seperti yang pernah di pakai oleh Putri Belinda, Ronny juga melihat Rizal membelikan dress dengan kualitas yang terbaik seperti yang di pakai oleh Putri Belinda.
"Apakah Merry itu se usia Putri Belinda, ukuran baju nya pun sama seperti Putri Belinda."
Rizal memperhatikan wajah Ronny yang kelihatan seperti berkaca-kaca ingin menangis mengingat kembali Putri Belinda.
"Merry dia anak perempuan yang cantik, kulit nya putih seperti susu. Tapi sayang nya wajahnya yang penuh dengan luka-luka, suatu saat nanti aku akan membawa Merry ke Dokter Specialis. Aku ingin membuat Merry menjadi anak perempuan yang cantik seperti dulu."
Ronny memperhatikan Rizal yang seperti dia ada niatan untuk mengadopsi Merry.
"Apakah kamu akan mengadopsi anak perempuan itu, kamu kelihatan sangat menyayangi anak perempuan itu. Tapi setatus mu yang belum berkeluarga bagaimana mungkin kamu bisa mengadopsi nya."
Rizal tersenyum manis ketika dia mendengar perkataan Ronny.
"Jika aku tidak bisa mengadopsi nya, masih ada kamu yang mau mengadopsi nya."
Ronny langsung menggelengkan kepalanya sambil berdiri dari tempat duduk nya.
__ADS_1
"Aku tidak akan mengadopsi anak perempuan, karena aku yang sudah mempunyai anak perempuan. Putri Belinda masih hidup aku harus mencari nya."
Ronny pun memilih untuk langsung pergi dan Rizal pun hanya bisa tersenyum saja.