
Melinda yang sudah selesai menikmati hari-hari nya dia pun langsung mengambil handphone nya dan Febrian pun langsung fokus memandangi wajah Melinda karena Melinda yang pasti membaca pesan dari Elisabeth.
"Astaga Elisabeth mengirimkan pesan kepada ku, ada apa yaa."
Melinda duduk di sofa dia begitu sangat terkejut sekali ketika membaca pesan dari Elisabeth kepada nya.
"Febrian aku harus segera pulang, aku tidak bisa melihat Elisabeth seperti ini. Ini sangat keterlaluan sekali."
Tangan Melinda begitu sangat bergetar sekali dan Febrian pun langsung mengambil handphone tersebut melihat apa isi dari pesan tersebut.
Febrian membaca pesan tersebut dan dia mencoba untuk menenangkan pikiran Melinda.
"Kamu tenang Melinda jangan seperti ini yaa, kita hubungi Suster Diana terlebih dahulu."
Febrian memeluk erat Melinda karena tangan Melinda yang sangat bergetar sekali."
"Kamu tenang dulu Melinda, jangan seperti ini. Kita hubungi Suster Diana atau Ibu Regina kita meminta penjelasan dan setelah itu kamu bisa pulang dan aku yang akan melanjutkan di sini."
__ADS_1
Melinda pun akhirnya mau mengikuti apa yang di katakan oleh Febrian. Febrian pun memilih untuk menghubungi Regina karena Regina pasti menyampaikan yang sebenarnya terjadi.
*Hallo Ibu Regina*
*Febrian,? ada apa kenapa kamu menelephone dengan menggunakan nomer handphone Melinda di mana Melinda*
*Bu Melinda sedang tidak baik-baik saja setelah dia membaca pesan dari Elisabeth. Apakah benar Bu Regina jika Elisabeth di siram air panas sampai masuk ke rumah sakit*
*Elisabeth berniat untuk jahat kepada Belinda tapi ternyata air itu malah kena ke Elisabeth, sebenarnya dia tidak apa-apa tapi karena saya merasa pusing dengan tingkah laku nya akhirnya saja bawa ke rumah sakit agar dia menjalani perawatan di sana*
*Baiklah Bu jika seperti itu cerita nya maka saya akan memberitahu Bu Melinda secara pelan-pelan*
*Baiklah Bu Regina*
Febrian mengakhiri panggilan telephone dia pun langsung menghampiri Melinda.
"Aku tidak peduli apa penjelasan dari ibu tapi besok aku akan tetap pulang untuk bertemu dengan Elisabeth dan bertemu juga dengan anak perempuan tersebut di sekolah. Aku sudah benar-benar merasa sangat kesal sekali."
__ADS_1
Febrian tidak bisa mengatakan apapun mungkin memang Melinda yang harus bertemu Putri Belinda.
"Aku serahkan semua hanya kepada kamu Melinda, jika memang kamu yang ingin bertemu dengan anak perempuan itu silahkan saja aku tidak bisa melarang nya."
Melinda terlihat sangat kesal sekali dia pun seperti ingin memarahi anak perempuan tersebut yang ternyata adalah anak kandung nya sendiri.
Melinda langsung memesan tiket untuk kepulangan nya menuju ke Jakarta.
"Aku sudah memesan tiket dan besok aku akan segera pulang ke Jakarta, lihat saja berani sekali anak perempuan itu menyakiti Elisabeth. Dia tidak tahu jika Elisabeth itu adalah pemilik Parfume."
Melinda memasukkan barang-barang nya ke dalam koper agar besok dia bisa langsung pergi dan Febrian pun membantu Melinda.
"Kamu jangan terlalu emosional seperti ini yaa, ingat merasa sama-sama anak kecil. Mungkin saja itu karena tidak sengaja melakukan itu semua."
Melinda langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tidak ini sangat keterlaluan sekali, anak itu tidak bisa aku maafkan. Dia harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan kepada Elisabeth."
__ADS_1
Terlihat sangat jelas sekali Melinda yang begitu sangat emosional.