
Merry begitu sangat bergetar sekali ketika akan bertemu dengan Papa, semuanya sangat terasa di saat Rizal memegang tangan mungil nya.
"Sayaaaaang, kenapa tangan kamu sampai bergetar seperti ini. Kamu baik-baik saja kan ? kamu akan bertemu dengan Papa mu sayang bukan orang jahat."
Merry pun seketika langsung terdiam dia yang masih memakai masker dia tidak mau orang lain melihat wajah nya.
"Ayo kita masuk ke dalam yaa, pegang tangan Om erat-erat yaa sayaaaaang."
Rizal dan Merry pun berjalan menuju ke pintu masuk dan Merry melihat banyak foto-foto dirinya dengan tulisan Putri Belinda Parfume.
"Om, aku bahagia sekali bisa melihat foto-foto Ku di sini yang seperti princess."
Rizal tersenyum melihat Merry bahagia dan ketika mereka berdua masuk ke dalam toko semua mata tertuju pada Merry, walaupun Merry yang menggunakan masker tapi mereka bisa mengetahui jika Merry adalah anak yang cantik.
Rizal menghampiri salah satu pegawai yang ada di dekat nya.
__ADS_1
"Apakah kamu melihat Pak Ronny,? di sekarang ada di mana yaa."
Merry melihat ke arah atas dia seperti melihat seorang gadis perempuan seperti dirinya yang sedang memegang boneka Barbie, dia tersenyum sambil melambaikan tangan nya kepada Merry dan tiba-tiba saja dia langsung menghilang membuat Merry begitu sangat terkejut sekali.
"Seperti nya dia bukan manusia, dia penunggu gedung ini."
Pegawai tersebut memberitahu jika Ronny yang sedang berada di ruangan nya, Rizal pun menarik tangan Merry untuk menuju ke lantai tiga. Di sepanjang jalan di tangga, Merry melihat pegawai wanita yang tersenyum kepada nya tapi dengan wajah yang pucat sekali dan seketika langsung menghilang.
Merry pun menghentikan langkah kaki dan Rizal pun memandangi wajah Merry.
Rizal langsung mengendong Merry dia tidak terjadi sesuatu dengan Merry, Rizal tidak mau Merry menjadi korban selanjutnya.
Merry memeluk erat-erat dan mereka berdua pun akhirnya sampai di depan ruangan Ronny, Rizal mengetuk pintu dan Ronny pun langsung membuka pintu tersebut.
Pandang mata Ronny langsung tertuju pada gadis kecil yang di gendong oleh Rizal karena Merry yang masih memakai masker. Mata Merry berkaca-kaca ketika melihat wajah Papa nya.
__ADS_1
"Ronny, ini adalah Merry dia yang aku ceritakan itu."
Ronny terus saja memandangi wajah Merry dan Rizal pun menutup rapat pintu dan Merry turun dari pangkuan Rizal.
Merry terus memandangi wajah Papa nya, begitu juga dengan Ronny yang merasa seperti sudah dekat dengan Merry.
"Sayang, boleh om membuka masker wajah mu ini?."
Merry menganggukkan kepalanya dan tangan Ronny pun tiba-tiba saja langsung bergetar, Rizal tidak kuasa menahan air mata jika Ronny mengetahui jika yang ada di hadapannya itu adalah Putri Belinda.
Setelah masker di buka seketika Ronny pun langsung terkejut dan terdiam mulut nya yang seakan terkunci rapat tidak bisa berkata-kata.
"Papa, aku sayang Papa. Apakah Papa sekarang masih membenci ku.?"
Ronny pun langsung memeluk erat tubuh mungil Merry dia hanya bisa menangis di hadapan Putri kecil nya itu.
__ADS_1
Rizal pun memilih keluar ruangan dia membiarkan mereka berdua bersama.