Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (178)


__ADS_3

Merry terus saja menatap wajah Rizal, Merry tidak mau menjawab pertanyaan dari Rizal.


"Merry sayang, maafkan Om ya sayang sekarang Papa kamu benar-benar merasa sangat bersalah sekali dengan kamu. Di saat ini Papa kamu yang ingin mencari kamu sedangkan Mama kamu lihat saja dia memilih untuk mengadopsi anak perempuan yang lain bahkan dia sampai menganti nama Parfume nya."


Merry memang tidak bisa membohongi perasaannya untuk saat ini dia yang lebih merasakan sakit hati yang luar biasa pada Mama nya.


"Merry bisa cerita dengan Om apa yang sebenarnya terjadi?, kamu jangan takut yaa."


Rizal mencoba untuk memegang tangan Merry tapi Merry menepis nya.


"Apakah ini adalah sebuah rencana Om,? untuk bisa membunuh ku?."


Rizal sangat binggung sekali dia harus melakukan apa agar Putri Belinda mau dekat dengan nya dan bisa sampai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan nya.


"Om tidak akan pernah membunuh mu sayang, buktinya Om lebih memilih kamu untuk pergi semuanya Om lakukan hanya untuk bisa menyelamatkan nyawa kamu Putri Belinda."


Rizal mencoba untuk mendekati kembali Putri Belinda, dia mencoba untuk mengajak Putri Belinda mengobrol di luar ruangan.

__ADS_1


"Lebih baik sekarang kita mengobrol di luar saja yaa sayang, tidak di sini."


Akhirnya Putri Belinda pun luluh dia mau di ajak Rizal pergi, mereka lebih memilih untuk duduk di taman panti asuhan.


"Jangan pernah panggil aku Putri Belinda, karena sekarang Mama ku yang sudah melupakan ku dan mempunyai anak perempuan lain. Panggil aku Merry saja."


Rizal melihat wajah Putri Belinda yang begitu sangat yang penuh dengan dendam, Rizal pun memanfaatkan nya agar Putri Belinda semakin benci Melinda dan bisa kembali bersama dengan Ronny.


"Baiklah Merry, mulai sekarang Om akan memanggil kamu dengan panggilan Merry."


Mereka berdua berjalan menuju ke tanam dan di sana ada kursi panjang tepat nya di bawah pohon rindang. Merry duduk dan pandangan matanya pun begitu sangat tajam sekali, dia melihat wajah Rizal dengan begitu sangat serius sekali.


Rizal memegang tangan Putri Belinda yang sangat bergetar sekali karena dia seperti menahan emosi nya.


"Aku sangat sayang Mama, aku tidak mau Mama sampai di bunuh akhirnya aku memutuskan untuk menggunting rambut panjang ku. Tapi aku merasa sangat bersyukur sekali rasa sakit ini hilang begitu saja ketika aku harus bisa beradaptasi tinggal di panti asuhan."


Air mata Merry menetes dia benar-benar tidak kuasa menahan air mata nya, Rizal ingin sekali bisa memeluk tubuh mungil Putri Belinda tapi dia mencoba untuk menahan nya.

__ADS_1


"Aku yang harus bisa menahan rasa sakit hati ku, ketika Mama datang bersama dengan Suster Diana. Mereka datang aku sangat bahagia walaupun aku hanya bisa memandangi wajah mereka jarak jauh aku yang harus menjaga jarak dengan mereka padahal ingin rasanya aku bisa memeluk Mama."


Rizal benar-benar tidak tahan dia pun langsung memeluk erat Putri Belinda.


"Kamu harus melihat Ibu kandung bersama dengan anak perempuan lain, dia yang sekarang di perlakukan seperti princess sedangkan kamu di sini harus bisa menahan rasa sakit melihat nya."


Rizal mengusap rambut Putri Belinda, dan Putri Belinda pun terdiam ketika Rizal memeluk nya dengan sangat erat sekali. Putri Belinda merasakan Rizal yang benar-benar sayaang kepada nya.


"Terimakasih Om Rizal, sudah bisa mau datang ke panti asuhan ini untuk bisa bertemu dengan ku. Tapi aku mohon aku tidak mau sampai Mama mengetahui nya, aku sudah merasa sangat nyaman tinggal di panti asuhan ini."


Rizal melepaskan pelukan erat nya dan dia memandangi kembali wajah Putri Belinda.


"Nak, apakah kamu tidak mau bertemu dengan Papa mu. Dia begitu sangat merindukan mu sayang, di saat Mama kamu yang sudah mulai melupakan kamu masih ada Papa kamu yang siap untuk bisa membahagiakan kamu."


Putri Belinda pun seketika dia langsung terdiam ketika mendengar perkataan Rizal, Putri Belinda yang merasa belum siap untuk bisa bertemu dengan Papa nya.


"Tidak, Om Rizal jangan pernah beritahu Papa yaa jika aku berada di panti asuhan ini yaa. Aku masih belum siap untuk bertemu dengan Papa."

__ADS_1


Rizal pun memilih untuk mengikuti apa yang di katakan oleh Putri Belinda, mungkin sekarang biarlah dia yang mencoba untuk menebus kesalahan dirinya.


__ADS_2