
Melinda dan Elisabeth masuk ke dalam sedangkan Suster Diana dia memilih untuk diam sebentar di luar, Suster Diana masih merasa jika yang dia lihat itu adalah Putri Belinda bukan Merry.
"Kenapa aku sampai harus mempunyai pemikiran seperti ini yaa, itu jelas Merry bukan Putri Belinda. Karena Putri Belinda yang sudah tidak ada di dunia ini."
Suster Diana pun akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam dia memegang hadiah yang akan dia berikan untuk Merry.
Elisabeth begitu sangat bahagia sekali akhirnya apa yang dia inginkan bisa terkabulkan.
"Hallo teman-teman semuanya, hari ini aku akan membagikan produk Parfume Mommy aku tidak di beri nama Elisabeth Parfume, sekarang aku yang mempunyai Parfume ini loh lihat ada foto aku nya kan."
Melinda dan Suster Diana pun langsung membagikan Parfume tersebut dan juga barang-barang yang di belikan oleh Febrian setelah merasa selesai. Suster Diana menghampiri ibu panti asuhan dengan memberikan kotak kado yang akan di berikan untuk Merry.
"Bu, saya ingin memberikan ini untuk Merry. Tapi saya melihat Merry yang pergi bersama dengan seorang jadi saya titipkan kepada Ibu saja."
__ADS_1
Melinda memperhatikan Suster Diana yang begitu sangat menyayangi Merry, dan Melinda pun merasa jika apa yang dia rasakan di rasakan juga oleh Suster Diana.
"Terimakasih banyak yaa Suster Diana yang begitu sangat baik sekali kepada Merry."
Merasa sudah selesai untuk bisa berbagi mereka pun berpamitan untuk pulang, Melinda tidak mengijinkan Elisabeth untuk berjalan-jalan mereka pun memilih untuk kembali ke rumah nya.
Ketika Elisabeth yang sedang di perjalanan menuju ke rumah nya, lain halnya dengan Merry dia yang akan di bawa jalan-jalan oleh Rizal.
Di perjalanan Rizal melihat Merry yang seperti sangat sedih sekali karena melihat Melinda yang sedang bersama dengan Elisabeth.
Merry membuka masker dan juga topi nya dia pun menagis tersedu-sedu di dalam mobil.
"Mama sudah mempunyai Elisa, Mama sudah tidak sayaaaaang aku sekarang. Aku merasa sangat sedih sekali ketika Mama lebih memilih untuk memberikan nama Elisabeth dari pada aku."
__ADS_1
Rizal memberhentikan mobilnya dia memberikan tissue kepada Merry, Rizal merasa jika Ronny harus segera membawa Merry keluar dari panti asuhan karena dia melihat tatapan mata yang berbeda dari Suster Diana dan juga Melinda.
"Kapan Merry mau bertemu dengan Papa,? agar Merry bisa secepatnya keluar dari panti asuhan dan bisa tinggal bersama dengan Papa dan Om. Merry juga bisa sekolah sayaaaaang bersama dengan teman-teman."
Merry menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil menagis.
"Aku tidak mau bertemu dengan Papa, aku masih takut dengan Papa. Karena Papa tidak sayang aku, Papa yang sangat jahat kepada ku."
Emosi Merry masih meledak-ledak kepada Papa nya dan Rizal pun mencoba untuk menenangkan perasaan Merry.
"Sudah yaa sayang jangan marah yaa sayaaaaang, sekarang kita lanjutkan perjalanan nya yaa. Kamu ingin bersenang-senang kan bersama dengan Om Rizal hari ini."
Rizal terus saja mengusap air mata Merry, dan mencoba untuk membuat Merry tersenyum manis kembali.
__ADS_1
"Sudah yaa sayang jangan menangis yaa, sekarang Om jalankan lagi mobil nya. Merry harus tersenyum manis yaa sayaaaaang."
Merry pun mencoba untuk tersenyum dia mengikuti keinginan Om Rizal, pikiran Merry dia yang terus menerus memikirkan Mama nya. Ingin rasanya Merry memeluk erat tubuh Mama nya tapi itu tidak bisa dan tidak akan pernah terjadi karena Mama nya yang sudah milik Elisabeth.