
Melinda dan Suster Diana pun pergi dari pantai asuhan tersebut, mereka begitu sangat bahagia sekali ketika bisa bertemu dengan anak-anak di sana.
"Elisa cantik sekali dia seperti Putri Belinda."
Suster Diana merasa jika Melinda yang menginginkan Elisa, tapi itu tidak mungkin terjadi karena Melinda yang mengalami gangguan mental dia tidak bisa mengadopsi Elisa.
"Iya Elisa sangat cantik sekali yaa Buu, nanti kita akan pergi ke sana lagi yaa."
Suster Diana merasa sangat senang sekali ketika melihat Melinda yang sudah bisa tersenyum kembali.
Sesampainya di depan rumah, Suster Diana melihat ada dua mobil di depan gerbang rumah nya.
Suster Diana tidak mengenal mobil tersebut punya siapa karena dia merasa itu bukan mobil milik Dokter Robby atau pun Ronny suami Melinda.
Mereka berdua pun turun dari mobil nya dan ternyata yang datang adalah teman bisnis Melinda.
Mereka begitu sangat terkejut sekali ketika melihat kondisi Melinda dengan mata yang bengkak dan wajah yang kusam.
__ADS_1
"Astaga Melinda, apakah kamu seperti ini karena perbuatan suami itu."
Melinda yang tidak tahu apa-apa dia pun langsung duduk di samping mereka berdua.
"Kalian makan untuk apa datang ke sini, bagaimana dengan bisnis kalian semua. Aku sekarang tidak mempunyai bisnis semua nya di ambil alih oleh Ronny aku sangat membenci dia."
Terlihat jelas sekali jika Melinda yang begitu sangat membenci suami nya.
"Melinda apakah kamu mengetahui jika satu toko sudah di jual oleh Ronny, untuk mengaji karyawan nya yang ada di toko 7 Ini. Melinda apakah kamu mengetahui nya ? Ronny memohon karena dia juga berkata jika sampai kami membeli perusahaan tersebut kami bisa membantu juga biaya pengobatan mu."
Melinda mulai kelihatan sangat emosional sekali dia merasa jika suaminya yang sudah tidak menganggap nya sebagai istri nya lagi.
Suster Diana untuk menenangkan perasaan Melinda dia pun merasa jika Melinda yang sudah tidak bisa mengendalikan emosi nya.
"Kamu tenang saja Melinda, kita berada di pihak kamu yaa. Kamu jangan hawatir kita sama-sama memuat hancur bisnis Parfume Romeo itu."
Melinda merasa sangat lemas sekali dan Suster Diana pun langsung memberikan obat penenang untuk Melinda.
__ADS_1
"Seperti nya Ibu Melinda harus beristirahat yaa, karena saya takut Ibu Melinda tidak bisa mengendalikan emosi nya. Dia bisa sampai berteriak-teriak sambil melukai fisik nya."
Suster Diana pun membawa Melinda ke dalam kamar nya, Suster Diana kembali membawa Melinda ke kamar Putri Belinda.
"Ayo Bu istirahat yaa Buu, sudah jangan pikirin tentang Pak Ronny. Teman-teman Ibu yang akan melawan Pak Ronny."
Suster Diana pun meninggalkan Melinda di kamar dia menutup rapat karena di kamar Putri Belinda yang sangat aman tidak ada benda tajam di sana.
Suster Diana pun menghampiri teman-teman Melinda dia yang mencoba untuk menjelaskan semuanya kepada mereka.
"Semenjak Putri Belinda meniggal, Pak Ronny sama sekali tidak peduli terhadap Bu Melinda. Apalagi semenjak mengetahui Bu Melinda despresi seperti ini. Dia hanya mengirimkan uang saja tanpa ada di sisi Bu Melinda."
Mereka berdua pun begitu sangat kasihan sekali melihat kondisi Melinda yang sekarang dia yang hanya di manfaatkan oleh Ronny.
"Ronny begitu sangat jahat sekali, dia serakah. Padahal dia bisa mendapatkan semuanya itu karena usaha Melinda juga sekarang dia mencoba untuk menguasai bisnis nya."
Kedua teman-teman nya Melinda pun memilih untuk pergi dari rumah Melinda.
__ADS_1
"Kita permisi pergi dulu yaa, Melinda tidak usah hawatir kita berdua akan mengembalikan semua nya kepada Melinda dan membuat Ronny menyesal perbuatan nya."
Suster Diana pun hanya bisa terdiam saja ketika mendengar perkataan mereka berdua dan langsung menutup pintu di saat mereka berdua pergi dari rumah nya.