
Keadaan Ronny yang sudah mulai membaik membuat dirinya sudah bisa pulang dari Rumah Sakit, sepulang dari Rumah Sakit bukan pekerjaan yang dia pikirkan melainkan Putri Belinda. Ronny yang di antar oleh Rizal di perjalanan dia terlihat hanya terdiam saja, dan Rizal semakin menghawatirkan kondisi Ronny saat ini.
"Ada apa dengan mu Ronny,? apakah kamu yang sedang memikirkan tentang bisnis kita yang semakin hari semakin menurun."
Ronny pun langsung melirikan mata nya kepada Rizal dan mulai mau berbicara.
"Aku sedang memikirkan Putri Belinda, aku ingin sekali bisa mendapatkan nya. Aku tidak akan pernah bisa menerima jika Melinda yang mendapatkan Putri Belinda."
Ronny ingin sekali bisa menebus dosa nya, dia ingin sekali Putri Belinda bisa bersama nya.
"Kita belum tahu secara pasti jika anak perempuan yang ada di kursi roda itu adalah Putri Belinda, kita bisa mencari tahu dahulu."
Ronny dan Rizal pun akhirnya sampai di toko mereka kehilangan dua pegawai perempuan yang meninggal di toko membuat Ronny segera mencari penggantinya.
__ADS_1
"Ronny apa yang membuat mu tidak sadarkan diri di dalam toilet, sedangkan toilet tersebut tidak terkunci sama sekali."
Ronny merasa percuma saja jika dia mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dengan nya di dalam toilet tersebut karena hanya membuat Rizal semakin takut dan berpikiran negatif terhadap toko nya.
Kedatangan Ronny ke toko membuat semua pada pegawai menundukkan kepalanya, mereka yang sebenarnya merasa takut untuk melanjutkan pekerjaan di toko ini.
"Saya mengerti dengan kehilangan nya dua pegawai wanita di toko ini membuat kalian semuanya merasa sangat takut sekali, tapi mulai bulan depan saya akan menaikkan gajih kalian semuanya. Dan jika kalian mempunyai sodara khusus nya wanita yang mempunyai penampilan yang cantik dan menarik bisa langsung di bawa ke toko untuk menjadi pengganti dua orang teman kalian."
Setelah menyampaikan perkataan kepada semua pegawai nya Ronny dan Rizal pun berjalan menuju ke lantai atas, mereka akan membicarakan sesuatu tentang bisnis nya tersebut.
"Ronny apakah kamu sudah memikirkan nya terlebih dahulu,? kamu akan menaikkan gajih mereka semua di saat penjualan kita yang menurun akibat pegawai mu yang meninggal dunia."
Rizal tidak mengerti dengan apa yang ada di pikiran Ronny, dia yang berusaha mempertahankan toko nya dan rela menjual toko-toko nya.
__ADS_1
"Aku akan menjual rumah yang pernah aku tempati dengan Putri Belinda, dan setelah aku bisa mendapatkan Putri Belinda kembali aku memutar balikkan fakta ada sehingga Putri Belinda aku lebih memilih aku dari pada Melinda."
Rizal melihat Ronny yang begitu sangat yakin sekali jika Putri Belinda itu masih hidup, padahal mereka berdua belum bisa mendapatkan petunjuk sedikit pun tentang Putri Belinda.
"Terserah kamu saja Ronny, aku sekarang mengikuti apa yang ada di pikiran mu saja tentang toko tapi untuk Putri Belinda aku pasti akan mencari nya sampai dapat."
Ronny dan Rizal pun mulai fokus pada pekerjaan mereka berdua, Rizal keluar dari ruangan Ronny dan kembali ke lantai dasar untuk bisa mengawasi para pegawai yang ada di sana.
Rizal masih saja merasakan suasana mistis di dalam gedung tersebut, apalagi ketika kematian pegawai ke dua nya di sepanjang jalan dari anak tangga lantai tiga sampai lantai satu Rizal seperti mencium aroma bunga melati yang sangat harum sekali.
Rizal merasa aroma bunga melati bersumber dari belakang tubuh nya.
"Aku merasakan seperti ada yang mengikuti ku dari belakang, tapi aku tidak berani melihat nya karena itu hanya akan membuatku tidak sadarkan diri."
__ADS_1
Rizal terus saja melangkah kan kaki nya menuju ke lantai dasar.