
Febrian keluar dari toko dengan cepat dia pun langsung menghubungi nomer handphone Regina, Febrian sudah tidak bisa lagi menahan untuk memberikan informasi kepada Regina.
Regina yang sedang berada di dalam kamar pun dia langsung mengambil handphone ketika handphone nya berdering kencang.
"Febrian, apakah dia akan memberikan informasi kepada ku. Jika sampai iya cepat sekali dia memberikan informasi nya."
Regina pun langsung menjawab panggilan telephone dari Febrian.
*Hallo Febrian*
*Bu Regina saya sekarang sedang berada di depan toko Parfume milik Putri Belinda, dan saya sudah masuk ke dalam untuk membeli parfume dan saya melihat Putri Belinda di sana*
Seketika Regina pun sangat terkejut sekali ketika Febrian yang langsung mengatakan jika Putri Belinda ada di dalam toko tersebut.
*Putri Belinda cucu ku,? apakah kamu tidak salah lihat? aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang kamu katakan*
*Benar Bu Regina saya lihat sendiri bahkan Pak Ronny yang mengatakan jika anak perempuan tersebut adalah Putri Belinda*
*Yaa Tuhan, ternyata cucu ku masih hidup. Ini adalah saat nya aku yang membahagiakan nya*
*Tapi Pak Ronny melarang saya untuk memberitahu kepada Bu Melinda*
*Iya benar kita harus merahasiakan semua ini kepada Melinda, biarkan dia bahagia bersama dengan Elisabeth*
*Iya Bu Regina saya juga berpikiran seperti itu*
*Yasudah terimakasih banyak yaa Febrian kamu sudah berkerja dengan sangat bagus sekali dan saya akan mengirimkan uang untuk kamu yaa*
*Terimakasih Bu Regina*
Regina mengakhiri panggilan telephone dan dia merasa sangat bahagia sekali.
"Akhirnya aku bisa melihat cucu ku dan aku akan mencoba untuk membicarakan ink secara baik-baik dengan Ronny karena aku tidak mungkin cepat-cepat nanti yang ada Ronny tidak akan mau memberi kesempatan untuk aku bertemu dengan Putri Belinda."
Regina keluar dari kamar dia melihat Suster Diana yang sedang membawakan makan siang untuk Elisabeth.
__ADS_1
"Suster Diana, mulai besok bisakah untuk makan di ruangan makan. Tidak di antar seperti itu kedalam kamar."
Melinda keluar dari kamar dia mendengar perkataan Ibu nya.
"Bu, Elisabeth kan baru pulang dari pemotretan dan juga iklan jadi dia pasti sangat capek sekali sehingga tidak ada salahnya jika makan siang Elisabeth di antarkan ke dalam kamar."
Melinda membela Elisabeth dia juga mengambil makanan tersebut dari Suster Diana.
"Kenapa kamu selalu saja memanjakan Mata, ibu tidak suka yaa jika anak perempuan itu semakin tidak tahu diri sikap nya karena kamu yang selalu memanjakan dia."
Regina pun pergi sedangkan Melinda masuk ke dalam kamar Elisabeth, dan ternyata Elisabeth yang sedang asik bermain handphone nya.
"Elisabeth kamu tidak tidur siang sayang,? kamu kan pasti capek sekali sudah melakukan semua ini pemotretan dan juga iklan."
Elisabeth menggelengkan kepalanya tapi mata nya masih fokus pada handphone nya.
"Yasudah sekarang kamu makan siang yaa, simpan dulu handphone mu yaa. Mommy seperti nya harus pergi ke kantor lagi, karena Om Febrian pasti sekarang sibuk dengan pekerjaan nya."
Melinda menyimpan makanan tersebut dia memperhatikan Elisabeth yang hanya fokus pada handphone nya saja.
Melihat Mommy Melinda yang sudah pergi, Elisabeth pun hanya melirikan mata nya sebenar ke arah makanan tersebut.
"Kenapa aku harus makan seperti ini terus-menerus, aku bosan dengan sayur-sayuran setiap hari. Lebih baik aku buang saja makanan ini sebelum Sister Diana datang menghampiri ku."
Elisabeth mencari tempat sampah dia harus melakukan ini semuanya dengan sangat rapih agar tidak ketahuan Suster Diana.
Elisabeth melakukan nya dengan sangat hati-hati sekali dan rapih sehingga Suster Diana tidak mungkin mencurigai nya.
Setelah merasa sudah bersih dan aman Elisabeth pun kembali ke tempat tidur nya, dia menyimpan piring tersebut. Piring yang kelihatan sangat bersih seperti di habiskan oleh Elisabeth.
Melinda sudah siap untuk berangkat ke kantor nya tapi dia mencari Suster Diana karena dia merasa hawatir jika Elisabeth yang tidak mau menghabiskan makanan nya.
"Suster Diana, tolong temani Elisabeth untuk makan siang yaa. Dia kelihatan tidak nafsu makan nya, mungkin dia yang sudah tidak mau makan makanan sayuran ."
Mendengar perintah Melinda membuat Suster Diana langsung berjalan menuju ke kamar Elisabeth, Suster Diana tidak mengetuk pintu kamar dia sengaja langsung masuk karena ingin mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Elisabeth.
__ADS_1
Elisabeth fokus pada handphone nya dan Suster Diana melihat makanan yang sudah habis.
"Apakah kamu benar-benar menghabiskan makanan ini? kamu tidak bosan dengan sayur-sayuran?."
Suster Diana merasa tidak percaya dia pun mengambil piring yang sudah bersih tersebut.
"Aku tidak mau Mommy Melinda sampai marah dan aku akan menghabiskan makanan ini seperti keinginan Mommy Melinda."
Suster Diana pun mengambil piring dia pun langsung keluar dari kamar Elisabeth.
"Bersyukurlah jika Suster Diana percaya dia tidak banyak bertanya-tanya, aku akan melakukan ini setiap hari kecuali untuk bekal sekolah aku tidak melakukan hal ini."
Elisabeth merasa sangat bebas sekali ketika dia yang bisa memainkan handphone sesuka hati nya.
Suster Diana keluar dari kamar nya dan dia pun melihat Melinda yang belum pergi ke kantor nya, Melinda merasa sangat terkejut sekali ketika dia melihat makanan Elisabeth yang habis.
"Apakah yang aku lihat ini benar-benar makanan yang tadi aku bawakan, cepat sekali yaa habisnya."
Regina menghampiri Suster Diana dan juga Melinda.
"Yakin makanan itu di habiskan apa mungkin makanan itu dia buah bisa saja kan seperti itu."
Melinda merasa sangat tidak nyaman ketika Ibu nya yang selalu saja berpikiran negatif terhadap Elisabeth.
"Bu, bisakah ibu tidak selalu berpikiran negatif terhadap Elisabeth. Aku yakin kok Elisabeth tidak mungkin membuang makanan tersebut dia pasti memakan nya Bu, Aku mohon Bu mulai menerima kehadiran Elisabeth sebagai cucu ibu walaupun Elisabeth tidak terlahir dari rahim ku sendiri."
Melinda pun memilih pergi dan Regina yang terdiam ketika mendengar perkataan Melinda.
"Cucu ku hanya Putri Belinda, hanya Putri Belinda tidak Elisabeth dia bukan cucu ku."
Suster Diana memperhatikan wajah Regina yang tidak ada perasaan terhadap Elisabeth sedikit pun.
"Suster Diana, buatkan bekal makanan yang spesial yang sering kamu buatkan untuk Putri Belinda. Aku ingin besok kamu membutuhkan nya satu untuk ku dan satu untuk Elisabeth yaa."
Regina lebih memilih untuk pergi ke kebun nya di belakang rumah, dia merasa sangat bosan sekali berada di rumah apalagi harus selalu melihat sikap Elisabeth yang keterlaluan sekali.
__ADS_1