
Suster Diana pun mencoba untuk menarik nafas dalam-dalam dan mencoba untuk melupakan apa yang sudah di perbuat oleh Ronny dan Rizal kepada Putri Belinda.
"Belinda bagaimana dengan sikap Elisabeth kepada kamu di sekolah,? apakah dia selalu membuat mu marah dan kesal ?."
Putri Belinda menganggukkan kepalanya.
"Kenapa dia seperti itu yaa, padahal dia sudah memiliki Mama tapi sikap nya masih saja seperti kepada ku."
Suster Diana mengusap rambut Putri Belinda.
"Sudah yaa biarkan saja dia seperti itu, nanti juga dia merasa capek sendiri dengan perbuatannya."
Putri Belinda pun berdiri dari tempat duduk nya dia menarik tangan Suster Diana untuk keluar dari kamar nya.
"Suster Diana kita pergi ke lantai dasar agar kita bisa mengobrol dengan banyak orang."
Suster Diana pun mengikuti apa yang di inginkan oleh Putri Belinda karena waktu mereka berdua tidak banyak.
Rizal merasa salah tingkah ketika dia melihat Suster Diana bersama dengan Putri Belinda yang berada di lantai dasar.
"Kenapa sayang,? kamu merasa bosan? bagaimana jika kita pergi sebentar ke luar bersama dengan Suster Diana."
Putri Belinda melirikan mata nya kepada Suster Diana.
__ADS_1
"Seperti nya tidak omah, Suster Diana harus kembali ke Elisabeth."
Putri Belinda lebih memilih menyuruh Suster Diana pulang dari pada bermain bersama dengan nya.
"Elisabeth sedang pergi bersama dengan Mama Melinda, karena Mama Melinda dia akan pergi selama tiga hari ke luar kota."
Seketika Putri Belinda merasa sedih mendengar nya tapi dia harus bisa tetap kuat dan tersenyum manis di hadapan orang-orang yang dia sayang.
"Oh seperti itu yaa Omah, apakah akan pulang malam mereka berdua?."
Omah Regina pun terdiam dia yang seperti sedang mengingat kembali pembicaraan nya bersama dengan Melinda.
"Tadi pagi Mama Melinda bilang, sore dia harus bersiap-siap untuk pergi ke Bali dia berniat untuk mempromosikan produk Parfume nya di sana selama tiga hari."
Putri Belinda pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Omah nya dan Suster Diana mengajak Putri Belinda untuk pergi ke luar toko.
Putri Belinda kembali bersemangat lagi dan mereka pun keluar untuk bermain lari-lari.
"Suster Diana begitu sangat sayang kepada Putri Belinda, sebenarnya aku lebih menginginkan Putri Belinda bersama dengan Suster Diana dan Melinda mencari Suster yang lain untuk Elisabeth tapi keduanya tidak mau karena sekarang Elisabeth sudah dekat dengan Putri Belinda."
Regina pun melihat jam di handphone nya dia pun langsung mengirimkan pesan kepada Melinda.
*Melinda apa yang sedang kamu lakukan sekarang,? kamu pulang jam berapa*
__ADS_1
*Aku baru sampai Bu, tadi di jalan sangat macet sekali seperti aku pulang sekitar jam tiga sore*
*Baiklah ibu sekarang sedang bersama dengan Suster Diana, dia juga harus merasakan kebahagiaan*
Regina menyimpan kembali handphone nya ke dalam tas nya dan pergi untuk menghampiri Putri Belinda dan juga Suster Diana.
Elisabeth pun langsung bertanya kepada Mommy Melinda.
"Omah membawa Suster Diana ke mana Mommy,? apakah mereka berdua sudah pulang sekarang?."
Elisabeth begitu sangat ingin tahu Suster Diana di bawa ke mana.
"Mommy tidak tahu sayang, tapi Omah bilang dia sedang membuat Suster Diana bahagia."
Elisabeth pun langsung seketika diam dia memikirkan jika Suster Diana yang sedang bertemu dengan Putri Belinda.
"Elissa, di saat Mommy pergi kamu baik-baik dengan Suster Diana yaa. Suster Diana adalah Mommy kamu di saat Mommy pergi yaa."
Elisabeth tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya dia tanpa Mommy Melinda dia takut sekali di marahi oleh Omah Regina.
"Aku takut Omah Regina Mom, bagaimana jika dia memarahi aku."
Mommy Melinda pun memegang tangan Elisabeth.
__ADS_1
"Sayang, Omah Regina tidak akan marah jika kamu tidak membuat nya marah. Omah Regina baik kok sayang."
Elisabeth pun langsung terdiam saja karena percuma Mommy Melinda pasti lebih membela Omah Regina.