Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (155)


__ADS_3

Melinda mencari sekolah yang terbaik untuk Elisa dia juga ingin Elisa bisa baik dalam sikap dan komunikasi nya.


"Elisa, Mommy tidak bisa mengantar kamu sekolah yah. Kamu mulai sekarang harus bersikap baik dengan Suster Diana karena dia yang akan selalu menemani mu di saat kamu sekolah nanti."


Elisa hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum walaupun hatinya merasa tidak nyaman jika dia harus selalu bersama dengan Suster Diana.


"Suster Diana, bagaimana mau kan menganggap Elisa seperti Putri Belinda."


Suster Diana tidak bisa menganggap Elisa seperti Putri Belinda karena perbedaan sikap mereka berdua yang sangat jauh.


"Saya tidak bisa Bu, karena Putri Belinda sangat baik dan lemah lembut dia juga tidak pernah banyak permintaan apalagi banyak melawan."


Elisa semakin tidak menyukai Suster Diana, dia ingin mencari cara agar Suster Diana tidak lagi berkerja dengan Mommy nya.


Melinda pun tidak bisa berkata-kata karena memang Elisa dan Putri Belinda begitu sangat berbeda sekali.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya sampai di depan sekolah untuk Elisa, sekolah yang taman kanak-kanak yang begitu sangat mewah sekali.


Elisa seperti di buat sangat terkejut sekali melihat nya, dia pun begitu sangat bahagia karena bisa bersekolah yang fasilitas yang terbaik.


"Mommy, sekolah nya sangat bagus sekali. Aku suka Mommy sangat suka."


Ini adalah sekolah yang pernah Putri Belinda datangi dan mereka semua menyambut kedatangan Melinda dengan mengucapkan rasa duka mereka karena meninggalnya Putri Belinda.


"Kedatangan saya ingin sekali membawa anak angkat saya yang bernama Elisabeth, dia akan saya sekolah kan di sini. Mungkin sebenarnya keinginan saya adalah Putri Belinda tapi ternyata itu tidak akan pernah terjadi."


"Bu, sudah yaa. Tahan emosional ibu yaa sudah jangan membahas tentang Putri Belinda."


Melinda pun mencoba untuk menenangkan perasaan nya, dia tersenyum manis kepada para guru-guru yang ada di hadapannya.


"Iya Bu maafkan saya tapi memang susah untuk saya bisa melupakan Putri Belinda, saya yang selalu saja memikirkan Putri Belinda."

__ADS_1


Elisa melihat jika Melinda yang memang belum bisa melupakan sepenuhnya Putri Belinda, bahkan walaupun ada dia di samping nya pun tetap saja Putri Belinda yang selalu ada di hati Melinda.


"Ayo sini Elisabeth, kota lihat-lihat yaa besok kamu sudah bisa sekolah di sini yaa."


Elisa pun mulai di suruh untuk berinteraksi dengan teman-teman nya, dia yang begitu sangat senang sekali karena menurutnya dia sudah berteman dengan anak-anak orang kaya seperti dirinya sekarang yang bisa mendapatkan apapun dari Melinda.


Suster Diana melihat cara mereka menyapa Elisa yang berbeda dengan Putri Belinda, Elisa terlihat sangat sombong sekali dia seperti sedang memilih-milih teman untuk nya.


"Dia tidak menyadari jika dirinya dulu yang sangat sederhana, lalu kenapa dia yang masih kecil sudah mempunyai sifat sombong seperti nya akan selalu ada percekcokan antara aku dan Elisa di setiap hari nya."


Suster Diana pun mencoba untuk menghampiri Elisa dan dia pun tersenyum manis pada anak-anak yang menatap Elisa dengan tatapan sinis.


"Jika sikap Elisa kurang baik kalian semua bisa membantu Elisa menjadi lebih baik lagi yaa, karena Elisa yang berasal dari panti asuhan jadi dia harus banyak belajar berinteraksi dengan banyak orang."


Perkataan Suster Diana membuat Elisa tidak nyaman, Elisa menyayangkan Suster Diana berbicara seperti di depan banyak anak-anak.

__ADS_1


__ADS_2