Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 71.


__ADS_3

Suster Diana masuk ke dalam dia mencari keberadaan Ronny, dia berjalan menuju ke lantai dua.


Dan tanpa di sengaja Suster Diana mendengar pembicaraan Ronny di telephone bersama dengan sahabat nya.


*Aku menjual toko ke satu ku untuk membayar gajih para pegawai ku, dan sekarang masalah datang lagi dengan banyak nya yang kecelakaan bagaimana ini. Penjualan ku semakin menurun saja tidak seperti dulu, ketika bersama dengan Melinda*


*Yasudah kamu bawa kembali Melinda masuk ke dalam jika terus seperti ini kamu akan bangkrut*


*Tidak mungkin bisa karena Melinda yang despresi dia tidak mungkin bisa di ajak kerjasama*


*Yasudah, kamu bilang saja jika kamu akan lebih hati-hati lagi dalam keamanan dan meminta maaf kepada orang tua yang anak nya kecelakaan*


*Baiklah, akan aku lakukan nanti*


Suster Diana begitu sangat terkejut sekali mendengar nya, dia pun langsung mengetuk pintu dan Ronny mempersilahkan Suster Diana untuk masuk.

__ADS_1


"Pak Ronny maaf saya menggangu Bapak yaa, saya datang ke sini ingin membicarakan tentang Bu Melinda."


Ronny mempersilahkan Suster Diana untuk duduk.


"Kenapa dengan Melinda,? bukan kah dia yang sudah di tangani oleh Dokter Psikologis."


Suster Diana pun mencoba untuk mengatur nafas nya dia tidak mau emosional di hadapan Ronny.


"Memang sudah tapi Bu Melinda sekarang suka melukai fisik nya, dia juga sering sekali berteriak-teriak kencang dan kadang menangis histeris kadang juga dia tertawa terbahak-bahak tanpa sebab."


Mendengar cerita Suster Diana tentang Melinda, Ronny merasa jika Melinda yang sudah sangat menghawatirkan.


Ronny pun seketika berpikir jika Melinda sampai di bawa ke rumah orang tua nya, hubungan nya dengan Melinda akan berakhir.


"Tidak, Melinda jangan di bawa ke rumah orang tua nya. Aku masih akan bertanggung jawab atas semua keperluan Melinda."

__ADS_1


Suster Diana merasa jika Ronny yang mempunyai rasa takut kehilangan terhadap Melinda tapi dia juga sangat jahat ingin menguasai semua bisnis yang mereka lakukan bersama-sama.


Ronny mengeluarkan handphone nya dia lagi-lagi mentransfer uang ke rekening Suster Diana sebesar 20 juta rupiah.


"Saya mentransfer uang ke rekening kamu yaa, itu kamu gunakan untuk Melinda. Saya sangat sibuk sekali dengan bisnis saya ini tapi saya tidak akan pernah lupa dengan kewajiban saya memberi nafkah kepada Melinda."


Ronny berjalan menuju ke pintu dia pun langsung membuka pintu tersebut, secara tidak langsung Ronny seperti mengusir Suster Diana secara halus.


Tanpa berpamitan Suster Diana pun langsung pergi dari ruangan tersebut dia merasa sangat kesal sekali dengan sikap Ronny kepada nya.


"Lama-kelamaan semua toko akan dia jual, dan mengalami kebangkrutan yang sangat besar. Baru satu bulan gedung ini di dirikan dia tidak mampu untuk membayar para pegawai nya, bagaimana dengan bulan-bulan selanjutnya."


Suster Diana pun keluar dari gedung dan dia melihat Melinda yang berjalan dari belakang gedung.


Suster Diana langsung berlari menghampiri Melinda, dan terlihat Melinda yang begitu sangat ketakutan sekali.

__ADS_1


"Kenapa ibu bisa berada dari belakang gedung ini,? apa yang sudah di lakukan oleh ibu?."


Melinda tidak menjawab pertanyaan dari Suster Diana, dia terus saja berjalan sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya.


__ADS_2