Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (147)


__ADS_3

Melinda dan Suster Diana menunggu Dokter Robby di kantin untuk datang ke Pantai asuhan mengurus hak asuh untuk Elisa, Dokter Robby akan membantu meyakinkan pihak panti asuhan.


Melinda pun mencoba untuk menghubungi Febrian karena dia tidak tahu apakah dia bisa kembali ke toko atau tidak.


*Hallo Febrian*


*Ya, Bu Melinda ada apa yaa Bu*


*Ferdian hari ini saya berniat untuk pergi ke pantai asuhan untuk mengurus hak asuh untuk Elisa karena menurut Dokter Robby kondisi saya yang semakin membaik dan saya akan pergi ke pantai asuhan bersama dengan Dokter Robby dan juga Suster Diana*


*Baiklah Bu semoga semua nya bisa berjalan dengan lancar ya Bu*


*Terimakasih Ferdian, jadi saya tidak tahu apakah saya akan kembali ke toko atau tidak*


*Ibu tidak usah hawatir biarkan saya yang ngurus toko nya sekarang ibu lebih baik fokus pada Elisa*


*Baiklah Ferdian kamu hati-hati yaa di toko*


Melinda mengakhiri panggilan telephone nya.


"Bersyukur aku memiliki asisten pribadi seperti Ferdian dia sangat baik sekali."


Melinda memandangi wajah Suster Diana yang seperti sedang sedih, Suster Diana pun lebih memilih diam.


"Suster Diana, kamu baik-baik saja kan? apakah kamu sedang tidak enak badan?".


Suster Diana menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis kepada Melinda.


"Tidak Bu saya baik-baik saja, saya memang sedang tidak ingin banyak berbicara."


Melinda pun kembali fokus pada handphone nya dan Rizal yang menunggu di depan Rumah Sakit dia merasa sangat kesal sekali karena Melinda dan Suster Diana tidak juga keluar dari Rumah Sakit.

__ADS_1


"Apa sebenarnya yang sedang mereka lakukan di dalam, aku sudah menunggunya lama sekali."


Rizal mengeluarkan handphone dia ingin menelephone Ronny untuk melaporkan semuanya.


*Hallo Ronny, sekarang aku sedang berada di depan Rumah Sakit. Aku mengikuti Melinda dari rumah dan ternyata mereka pergi ke Rumah Sakit*


*Untuk apa mereka ke sana, apakah kamu melihat anak kecil yang di kursi roda itu ?*


*Tidak ada hanya Suster Diana dan juga Melinda saja yang akan pergi ke Rumah Sakit*


*Terus saja kamu tunggu mereka aku merasa ada yang di sembunyikan oleh mereka, tapi jika mereka kembali ke rumah nya lebih baik kamu kembali ke toko saja*


*Baiklah Ronny*


"Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan kepada ku Melinda, apakah kamu mulai ingin berbuat licik dengan ku. Jika untuk bisnis aku tidak peduli tapi jika untuk Putri Belinda, aku tidak akan pernah membiarkan nya."


Ronny yang ingin menebus kesalahannya kepada Putri Belinda, dia berjanji pada dirinya sendiri akan membahagiakan Putri Belinda tanpa ada Melinda di samping mereka berdua.


Setelah menunggu beberapa jam dan akhirnya Dokter Robby menghampiri Melinda dan Suster Diana di kantin Rumah Sakit.


Melinda dan Suster Diana pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.


"Tidak apa-apa Robby, bagaimana apakah sekarang kita akan pergi ke pantai asuhan."


Dokter Robby menganggukkan kepalanya dan mereka pun mengikuti langkah kaki Dokter Robby.


Mereka menuju ke lapangan parkir dan Rizal melihat dengan jelas mereka bertiga.


"Jadi mereka datang ke Rumah Sakit untuk menjemput Dokter, ada apa lagi ya sebenarnya."


Rizal memilih untuk langsung masuk ke dalam mobil nya, karena dia takut ketahuan oleh mereka dan akhirnya mereka pun pergi dengan menggunakan dua mobil.

__ADS_1


Rizal lebih untuk menunggu mobil mereka berjalan dan Rizal baru mengikuti nya dari belakang.


Rizal terus saja berusaha untuk mengikuti mobil mereka hingga akhirnya Rizal begitu sangat terkejut sekali ketika mobil mereka yang berhenti di sebuah pantai asuhan.


"Pantai asuhan, apakah Melinda berniat untuk mengadopsi anak di sana. Lalu siapa anak kecil perempuan yang ada di Rumah Sakit bersama dengan nya."


Rizal semakin di buat penasaran, dia pun lebih memilih untuk mengirimkan pesan kepada Ronny.


*Ronny, Melinda , Suster Diana dan Dokter mereka sekarang sedang berada di pantai asuhan seperti nya Melinda akan mengadopsi anak di sana*


*Melinda ingin mengadopsi anak baguslah, itu tandanya Melinda yang tidak mengetahui jika Putri Belinda yang masih hidup. Dan itu tandanya kemungkinan besar aku yang akan mendapatkan Putri Belinda*


*Lalu sekarang bagaimana, apakah aku harus tetep berada di tempat ini. Atau kembali ke toko*


*Tetap di sana dan lihat anak yang ingin di adopsi oleh Melinda*


*Baiklah*


Rizal kembali memasukkan handphone nya dan dia pun keluar dari mobil nya untuk menghampiri satpam yang sedang menjaga.


"Permisi Pak, boleh kah saya bertanya sebentar."


Satpam tersebut pun langsung menghampiri Rizal.


"Saya tadi melihat Ibu Melinda, dia masuk ke dalam pantai asuhan apakah Ibu Melinda itu memang sering datang ke pantai asuhan ini."


Satpam tersebut memperhatikan Rizal sebelum dia menjawab pertanyaan nya, dia melihat pakaian Rizal yang rapih dan sepertinya bukan orang sembarangan.


"Ibu Melinda dia adalah selalu memberikan donasi di pantai asuhan ini, merayakan ulang tahun bersama dengan anak-anak panti asuhan di saat hari kelahiran Putri Belinda yang sudah tiada."


Rizal pun merasa sangat kagum sekali mendengar kebaikan Melinda.

__ADS_1


"Terimakasih banyak yaa Pak, perkenalkan saya Boby saya adalah seorang jurnalis yang ingin memberitakan tentang Ibu Melinda yang ternyata sangat baik sekali."


Rizal memilih untuk masuk kembali ke dalam mobil nya dan Satpam tersebut membiarkan Rizal.


__ADS_2