Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *252*


__ADS_3

Rizal dan Putri Belinda pun pergi ke luar toko tapi ternyata mereka berdua bertemu dengan Regina dan juga Arief Dirgantara suaminya.


Putri Belinda pun langsung berteriak kencang sambil memanggil Regina.


"Omah."


Putri Belinda langsung memeluk erat Regina dan membuat Arief merasa kebingungan dengan kedekatan mereka berdua.


Regina pun pun melepaskan pelukan erat nya dan memperkenalkan Arief yang merupakan Opah nya Putri Belinda.


"Putri Belinda sayaaaaang, ini adalah Opah kamu yaa dia baru pulang dari luar negeri."


Seketika Arief pun langsung terkejut ketika mendengar perkataan tersebut, Putri Belinda yang sudah meninggal kini hidup kembali.


"Bagaimana ceritanya jika anak perempuan ini adalah Putri Belinda, sedangkan Putri Belinda itu sudah meninggal dunia."


Arief terus saja memandangi wajah Putri Belinda yang memang sangat mirip dengan Melinda waktu kecil.


"Ini memang Putri Belinda, dia selamat dan ada yang membawa dia ke panti asuhan bahkan mengancam akan membunuh Mama jika Putri Belinda mendekati Mama nya. Putri Belinda menganti nama nya menjadi Merry dan Putri Belinda pun satu panti asuhan dengan Elisabeth."


Putri Belinda pun memilih untuk mengindari Opah nya karena dia merasa jika Opah yang tidak percaya dengan kehadiran nya.


Tapi ternyata Arief Dirgantara malah memeluk erat Putri Belinda.


"Putri Belinda sayaaaaang cucu pertama ku."


Arief memeluk erat tubuh mungil Putri Belinda dan Regina pun sampai meneteskan air mata nya.


Putri Belinda melepaskan pelukan erat nya itu.


"Aku tidak mau tinggal bersama dengan Mama yaa, aku tetep ingin di sini bersama dengan Papa. Aku tidak suka dengan Mama karena Mama yang lebih mencintai Elisabeth dari pada aku."


Arief Dirgantara merasa sangat kasihan sekali melihat cucu nya yang harus melihat Mama nya yang lebih mencintai Elisabeth.


"Sayang jika Mama Melinda mengetahui kamu yang masih hidup dia tidak akan mengadopsi Elisabeth, kamu jangan sampai membenci dia yaa karena bagaimana pun juga Mama Melinda itu sudah yang melahirkan kamu."


Putri Belinda pun langsung memilih untuk berlari menghampiri Rizal.


"Tidak pokoknya aku tidak mau tinggal bersama dengan Mama, jika kalian berdua terus memaksa aku pun tidak mau bertemu dengan kalian berdua."

__ADS_1


Regina yang tidak mau kehilangan Putri Belinda dia pun langsung menghampiri Putri Belinda kembali.


"Sayaaaaang maafkan perkataan Opah yaa, iya kamu akan tetap tinggal bersama dengan Papa yaa. Omah tidak pernah memaksa kamu untuk pulang ke rumah."


Arief pun memilih untuk masuk ke dalam mobil karena dia merasa Putri Belinda yang tidak nyaman sekali dengan kehadiran.


"Sekarang Belinda mau pergi ke mana sayaaaaang, Omah antarkan yaa."


Putri Belinda pun langsung menatap wajah Rizal.


"Belinda ingin membeli peralatan untuk sekolah dan Belinda berencana ingin satu sekolah dengan Elisabeth."


Regina seketika dia langsung terdiam.


"Ya Omah aku ingin satu sekolah dengan Elisabeth aku ingin bersaing dengan nya, aku akan menunjukkan bahwa aku lebih pintar dan juga berprestasi di sekolah."


Regina tidak bisa menolak keinginan cucu nya tersebut tapi bagaimana jika sampai mengetahui Belinda yang satu sekolah dengan Elisabeth.


"Nanti bagaimana jika Mama Melinda mengetahui nya,? dan di sana juga ada Suster Diana sayang."


Regina semakin kebingungan dengan apa yang sebenarnya di rencanakan oleh Putri Belinda.


Putri Belinda pun membeku Regina.


"Baiklah Sayaaaaang nanti akan Omah pikirkan kembali yaa sekarang lebih baik kita langsung pergi untuk membeli peralatan sekolah yaa."


Regina pun akhirnya bisa merasakan indahnya membahagiakan cucu nya sendiri.


"Bu Regina sebelum jam 5 sore Putri Belinda sudah harus ada di rumah yaa, jangan sampai telat."


Regina pun menganggukkan kepalanya dan Putri Belinda melambaikan tangan nya kepada Om Rizal sebelum pergi.


Putri Belinda dan Regina pun masuk ke dalam mobil sedangkan Opah dia yang mengendarai mobil nya.


"Apapun yang Putri Belinda inginkan akan Omah belikan yaa sayang, pokoknya Putri Belinda harus bahagia bersama dengan Omah."


Putri Belinda mulai menyiapkan diri ketika dia dekat dengan Omah Regina itu tandanya dia juga akan bisa bertemu dengan Mama Melinda kapan pun itu dan Putri Belinda harus bisa menahan rasa rasa sakit hati nya.


Omah Regina membawa Putri Belinda di tempat yang pernah dia membawa Elisabeth berbelanja untuk pertama kalinya tapi berbeda dengan Elisabeth yang mengambil semua barang-barang keinginan nya.

__ADS_1


Putri Belinda hanya bisa terdiam saja dia melihat tas yang ada di hadapannya tapi harga sangat mahal dia pun berpaling dari tas tersebut dan memilih yang lebih murah.


Opah Arief memperhatikan Putri Belinda dia pun langsung melihat harga yang sebelumnya di lihat oleh Putri Belinda dan melihat juga tas yang di bawa oleh Putri Belinda.


"Apakah kamu yakin menginginkan tas ini,? tidak tas yang sebelumnya?."


Putri Belinda memilih untuk menghampiri Omah Regina dan Opah Arief pun langsung mengambil tas yang sebelumnya di pilih oleh Putri Belinda.


"Dia benar-benar anak yang baik dan juga sederhana sekali terlihat jelas jika Putri Belinda yang memang anak yang di inginkan oleh Melinda."


Omah Regina pun melihat Putri Belinda yang sudah memilih tas dan sepatu saja, Omah Regina pun langsung membawa Putri Belinda untuk membawa buku tulis dan juga peralatan menulis yang lain nya.


"Apakah kamu yakin hanya segini aja yang mau kamu beli,? tidak ada yang lain sayang."


Putri Belinda menganggukkan kepalanya dia seperti tidak nyaman dan Omah Regina pun membawa Putri Belinda untuk makan siang bersama.


Omah Regina melihat Opah Arief yang membawa tas dan sepatu menuju ke mereka berdua.


"Lihat sayang Opah Arief juga membelikan lagi peralatan sekolah untuk kamu."


Opah Arief memberikan tas keinginan Putri Belinda.


"Kenapa Opah Arief membelikan tas ini sedangkan ini harganya sangat mahal sekali loh."


Dengan polos nya Putri Belinda mengatakan hal tersebut di hadapan Omah dan Opah nya


"Iya sayang Opah tahu harga tas itu sangat mahal sekali tapi seperti Opah yang terlalu sayang sama kamu jadi dia ingin membelikan untuk kamu."


Putri Belinda terlihat sangat bahagia sekali.


"Terimakasih banyak Opah, Opah baik sekali."


Opah Arief pun hanya bisa tersenyum manis kepada cucu pertama nya itu.


"Yasudah sayaang sekarang kita makan yaa, kamu pilih makanan yang kamu suka yang banyak yaa."


Putri Belinda pun langsung memilihnya.


"Omah aku dulu selalu Sakit loh, aku juga tidak bisa berjalan lama jika aku pergi ke tempat ramai dada ku terasa sangat sesak sekali dan tiap bulan aku harus melakukan terapi dan pergi ke rumah sakit. Setiap hari aku harus minum vitamin yang kadang membuat aku ingin muntah."

__ADS_1


Omah Regina meneteskan air mata ketika dia mendengar cerita kehidupan Putri Belinda.


__ADS_2