
Joanna seperti merasakan kepergian Merry yang akan meninggalkan panti asuhan ini.
"Joanna kamu jangan menagis yaa, sekarang aku hanya di ajak untuk bertemu dengan seorang yang bertemu dengan aku. Setelah itu aku akan kembali ke panti asuhan."
Rizal yang sudah mendapatkan ijin dia pun langsung menghampiri Merry dan mengajak nya untuk pergi.
"Ayoo Merry sayaaaaang, kita pergi Nak. Agar waktu kamu akan jauh lebih lama di sana."
Merry melambaikan tangan nya kepada Joanna dan Joanna pun tersenyum manis.
"Hati-hati yaa Merry."
Joanna kembali ke kamar nya sedangkan Merry yang sudah berada di dalam mobil bersama dengan Rizal.
Rizal mengeluarkan handphone dia yang ingin menghubungi nomer handphone Ronny. Ronny yang begitu sangat sibuk di toko dia mengabaikan panggilan telephone masuk tersebut tapi handphone nya yang terus-menerus berdering sehingga Ronny pun langsung menjawab nya.
*Ada apa Rizal aku sangat sibuk sekali sekarang*
__ADS_1
*Ronny, ada yang ingin bertemu dengan mu dia adalah Merry*
*Yasudah bawa saja dia ke toko karena aku tidak mungkin keluar dari toko*
*Baiklah aku segera ke sana bersama dengan Merry*
Ronny pun langsung mengakhiri panggilan telephone nya, dan seketika dia langsung melihat foto Putri Belinda di hadapan nya yang sedang tersenyum.
"Putri Belinda, Papa pasti akan menemukan mu sayaaaaang. Dan kita berdua akan hidup bahagia sayaaaaang bersama."
Salah satu pegawai mendengar perkataan Ronny, dia merasa sangat binggung karena Putri Belinda yang sudah meninggal tidak mungkin bisa hidup bersama dengan Ronny.
*Bu, berkas-berkas yang ibu berikan kepada
saya sudah selesai dan sekarang Elisabeth sudah sah menjadi anak ibu secara hukum*
Membaca pesan tersebut membuat Melinda sekali langsung menangis, dia bayang nya bukan wajah Elisabeth melainkan wajah sedih Putri Belinda.
__ADS_1
"Kenapa bayangan wajah Putri Belinda yang begitu sangat nyata sekali di pikiran ku, dan akhirnya sekarang Elisabeth resmi menjadi anak ku menjadi tanggung jawab ku."
Melinda merasa senang sekali dan dia pun berniat untuk pergi ke makam Putri Belinda.
"Aku ingin pergi ke makam Putri Belinda, aku ingin mengatakan semuanya. Agar dia tetap merasa tenang di alam sana."
Melinda pun memilih untuk meninggalkan toko dia berniat untuk langsung pergi ke makam Putri Belinda, ketika mobil Melinda melewati toko parfume suaminya dia melihat ada seorang anak perempuan yang memakai masker hitam turun dari mobil Rizal.
"Siapa yaa anak perempuan itu, apakah itu adalah Merry. Waktu itu Rizal yang pernah membawa Merry untuk berjalan-jalan, tapi kenapa sekarang Rizal lebih membawa Merry ke toko Parfume yaa apakah untuk bertemu dengan Ronny dan mereka berdua berniat untuk mengadopsi Merry."
Melinda seperti tidak menerima jika sampai Merry di adopsi oleh Ronny dan Rizal.
"Kenapa aku merasa tidak ikhlas jika Merry sampai di adopsi oleh mereka berdua, karena aku merasa jika mereka berdua itu adalah orang jahat."
Melinda memilih untuk melanjutkan perjalanan menuju ke makam Putri Belinda, walaupun di perjalanan Melinda yang terus saja memikirkan Merry.
"Ada apa dengan pikiran ku ini yaa, tadi di kantor tiba-tiba saja memikirkan Putri Belinda dan sekarang aku memikirkan Merry."
__ADS_1
Melinda mencoba untuk menenangkan pikiran nya.