Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (141)


__ADS_3

Semenjak Elisa ke luar dari Rumah Sakit sikap nya menjadi sangat sombong sekali, bahkan Elisa sudah membuat kembali ulah kenakalan nya dengan tidak mau mengonsumsi makanan di pantai asuhan.


Semua anak-anak sudah berada di depan meja makan untuk menunggu makan siang datang tapi Elisa memilih untuk diam di dalam kamar nya.


"Aku tidak mau makan itu, aku ingin di buatkan makanan oleh Mommy Melinda."


Suara ketukan pintu pun terdengar dan Elisa membuka pintu kamar nya.


"Ayo Elisabeth, waktunya makan siang yaa. Kamu harus banyak makan karena kamu yang baru saja pulang dari rumah sakit."


Elisa menggelengkan kepalanya berkali-kali.


"Aku tidak mau makan makanan seperti itu, aku ingin makanan yang sehat dan bergizi seperti yang Mommy Melinda berikan kepada ku."


Elisa pun langsung menutup pintu dan membuat salah satu pegawai merasa sangat kesal sekali dengan sikap Elisa, pegawai panti tersebut langsung menghampiri ibu ketua panita yang ada di sana.


"Bu, Elisa tidak mau makan, dia hanya ingin makanan dari Bu Melinda yang sehat dan bergizi."


Para anak-anak panti asuhan pun mendengar pembicaraan mereka berdua, Merry hanya bisa tersenyum ketika mendengar perkataan Elisa.

__ADS_1


"Bu panti, sudahlah jika Elisa tidak mau makan biarkan saja. Nanti juga dia kalau lapar datang ke sini."


Ucap salah satu anak yang sudah merasa kesal dengan sikap Elisa.


"Iya Bu Panti, lagi pula Bu Melinda juga kan belum tentu mau mengadopsi Elisa jika dia mengetahui jika Elisa yang tidak mempunyai sikap yang baik."


Ketua panti asuhan pun hanya bisa tersenyum ketika mendengar perkataan dari anak-anak, dia pun memilih untuk menemui Elisa di kamar nya.


"Kalian makan yang banyak nya, setelah itu kalian bisa langsung tidur siang yaa."


Anak-anak pun memulai makan siang mereka.


"Apakah benar Elisa akan segera di adopsi oleh Bu Melinda,?"


"Seperti nya, katanya Elisa itu mengingatkanku Bu Melinda dengan Putri cantik nya yang sudah meninggal dunia. Itu yang membuat Bu Melinda ingin mengadopsi Elisa."


Setelah mengetahui apa yang membuat Melinda ingin mengadopsi Elisa, Merry pun memilih untuk kembali fokus pada makanan yang ada di hadapannya.


Anak-anak yang sudah hampir selesai makan, Elisa masih saja ada di dalam kamar nya. Dia merasakan rasa lapar yang luar biasa sekali.

__ADS_1


"Aku sangat lapar tapi aku tidak mungkin keluar untuk makan siang, aku kan sudah berkata seperti itu tadi. Semoga saja ibu panti langsung menelephone Mommy Melinda agar bisa membawakan makanan untuk ku."


Tanpa sepengetahuan Elisa, ibu panti membawakan makanan untuk Elisa ke dalam kamar nya.


"Elisa sayaaaaang, buka pintu nya Sayaaaaang."


Elisa mendengar suara ibu panti asuhan dia pun langsung membuka pintu kamar nya dengan memegang perut nya.


"Bolehkah ibu masuk sayaaaaang,?"


Elisa membuka pintu kamar dan Ibu panti asuhan pun masuk dengan membawa makanan di tangan nya.


"Elisa, kamu harus makan yaa makanan ini pun sehat loh. Kamu tidak boleh selalu saja memanggil nama Bu Melinda itu tidak baik loh, cukup kemarin saja kamu membuat kita semua di sini panik karena kamu yang ingin bertemu dengan Bu Melinda padahal dia yang sangat sibuk sekali loh."


Elisa seketika saja langsung terdiam mendengar perkataan ibu panti asuhan.


"Bu Melinda memang mempunyai niat untuk bisa mengadopsi kamu tapi dia juga harus menjalani beberapa proses nya ada, Bu Melinda yang sedang sakit akibat kehilangan Putri nya. Dia harus sembuh total dahulu sebelum dia bisa mengadopsi kamu."


Ibu panti asuhan menyimpan makanan dan minuman di samping Elisa.

__ADS_1


"Makanlah, jangan banyak meminta yaa. Kita hidup harus banyak bersyukur."


Ibu panti asuhan pun memilih keluar dari kamar Elisa, dan Elisa pun dengan sangat terpaksa dia memakannya karena merasa sangat lapar sekali.


__ADS_2