
Melinda tersenyum melihat Ronny yang terdiam begitu saja saat dirinya yang mengetahui semuanya.
"Kenapa kamu diam, tapi sebenarnya kedatangan ku ke sini itu tidak untuk membicarakan tentang perusahaan milik kamu ini. Tapi aku merasa lebih nyaman untuk tinggal di rumah orang tua ku, karena suami juga yang sudah tidak peduli lagi dengan ku."
Melinda melihat semua sudut-sudut kamar lantai tiga milik Ronny, dia tidak menyangka fasilitas yang sangat mewah sekali.
"Pantas saja kamu yang merasa betah untuk diam di sini sangat-sangat mewah sekali yaa, dan jauh berbeda dengan lamar kita yang di rumah."
Ronny tidak mau Melinda meninggalkan dirinya karena dia merasa jika Melinda yang sudah kembali normal, dia ingin sekali Melinda membantu bisnis nya ini.
"Melinda, kenapa kamu ingin pergi dari rumah?. Aku sekarang sedang ingin merenovasi gedung ini karena gedung ini yang selalu saja mencari korban, bagaimana jika kamu membantu aku untuk memajukan perusahaan ini."
Melinda semakin membenci Ronny dia yang begitu sangat licik sekali.
"Kamu yang sekarang melihat aku yang sudah sehat kembali, kamu ingin aku membantu kamu. Sedangkan di saat aku butuh kamu di titik terendah aku kamu tidak peduli dengan ku, Ronny pikiran bisnis mu yang sangat rendah sekali sampai kapan pun bisnis ini tidak akan pernah maju."
Handphone Ronny tiba-tiba berdering kencang ada panggilan telephone masuk dan Ronny pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
__ADS_1
*Hallo Pak Ronny, saya berniat untuk membeli 5 gedung milik Pak Ronny sehingga saya ingin memiliki 6 gedung untuk meneruskan bisnis Parfume*
Mendengar jika ada seseorang yang mau membeli ke 5 gedung nya, Ronny pun langsung memandangi wajah Melinda.
Ronny tidak mau Melinda mengetahui nya maka dia akan marah besar kepada nya.
*Baiklah saya tunggu transferan nya*
*Saya akan transfer sekarang juga uang nya*
Melinda melihat tangan Ronny yang sampai bergetar dan Melinda mengetahui penyebab nya.
"Ada apa kenapa wajah mu kelihatan sangat gugup sekali seperti itu,? apa kamu yang sedang mendapatkan keuntungan dari penjualan Parfume Romeo ini?."
Ronny pun langsung memasukkan handphone nya ke dalam saku celana nya.
"Melinda aku mohon jangan pergi dari rumah itu, kita bisa membuka lembaran baru di sana. Bagaimana jika memikirkan untuk mendapatkan anak ke dua. Agar keluarga kita menjadi lengkap kembali."
__ADS_1
Ronny terus saja memohon kepada Melinda, dia yang ingin memanfaatkan Melinda kembali.
"Mempunyai anak kembali,? sudah memiliki anak pun kamu merasa dia adalah beban dalam kehidupan rumah tangga kita. Sudahlah Ronny aku sudah tidak ingin lagi membicarakan tentang rumah tangga kita."
Ronny memegang tangan Melinda dia tidak ingin Melinda meninggalkan nya.
"Jika kamu ingin aku kembali kepada mu, kembalikan Putri Belinda ke pelukan ku kembali sekarang juga."
Melinda sampai mendorongkan tubuh Ronny dengan sangat kencang sekali sampai Ronny terjatuh ke lantai.
"Melinda, Putri Belinda sudah tidak ada dia sudah meninggal tidak mungkin aku bisa membawa Putri Belinda kembali ke pelukan mu."
Melinda pun seketika tertawa mendengar jawaban Ronny.
"Dan itu tandanya aku pun juga tidak akan pernah bisa kembali kepada kamu, karena aku yang selalu saja berpikiran jika kamu yang membuat Putri Belinda meniggal dunia."
Melinda pun keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1