Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *204*


__ADS_3

Regina menarik tangan Melinda dia seperti ingin bicara penting dengan Melinda, Regina memilih untuk pergi membawa Melinda ke ruangan yang biasa di pakai untuk mereka membicarakan sesuatu yang bersifat pribadi.


"Melinda, kamu masih muda. Kenapa kamu tidak mengurus rumah tangga kamu bersama Ronny akhir rumah tangga mu secara hukum. Sekarang kamu yang masih berstatus suami-istri tapi kalian berdua yang sudah tidak bersama."


Melinda pun merasa binggung dia yang lebih memilih untuk mengabaikan pernikahan begitu saja dengan Ronny, rasa cinta yang hilang begitu saja ketika Putri Belinda yang sudah tiada.


"Aku akan mengurus nya, di saat Elisabeth sudah menjadi anak ku yang sah oleh hukum. Sekarang aku yang memang hanya ingin hidup sendiri."


Regina pun mulai membahas tentang Robby, dia yang begitu menginginkan Melinda bisa bersama dengan Robby.


"Apakah kamu tidak menginginkan bisa bersama dengan Robby, dia lelaki yang terbaik dan Ibu dan Ayah sangat menginginkan kebersamaan kalian berdua."


Melinda menatap wajah Ibu nya, dia mengingat jika dia pun bertemu dengan Robby dan Robby yang mengungkapkan perasaan hati nya kepada nya.

__ADS_1


"Sampai sekarang, aku tidak mempunyai perasaan terhadap Robby. Robby hanya sebatas sebagai seorang Dokter Psikologis saja tidak lebih dari itu Bu."


Melinda pun merasa sudah tidak nyaman sekali dengan pembicaraan nya bersama dengan Ibu nya.


"Melinda dan apakah kamu tidak akan lagi menikah kembali,? agar kamu bisa mendapatkan keturunan kembali yang akan membangkitkan perusahaan kita menjadi lebih baik lagi."


Melinda menggelengkan kepalanya sambil memegang kepalanya.


"Aku tidak ada pikiran untuk menikah kembali apalagi untuk bisa bersama kembali dengan Ronny, pikiran ku sekarang kosong untuk menatap masa depan. Sekarang aku yang lebih memilih untuk menikmati apa yang sekarang aku rasakan dan aku lihat."


"Yasudah Melinda, semoga saja apa yang harus pilih itu adalah yang terbaik untuk kehidupan kamu sekarang dan nanti."


Ketika Regina yang hendak keluar dari ruangan tersebut tiba-tiba saja Melinda berbicara sesuatu.

__ADS_1


"Aku melihat tokoh Parfume milik Ronny yang begitu sangat ramai sekali, toko itu tidak seperti sebelumnya. Dan sekarang toko parfume yang mendapatkan penurunan drastis. Aku tidak mengerti apakah ini yang di namakan jika roda itu berputar."


Regina kembali menghampiri Melinda dia yang merasa kasihan dengan anak nya tersebut.


"Melinda dalam dunia bisnis hal seperti itu memang sudah sangat bisa terjadi, mungkin sekarang suami yang sedang mencari keberuntungan di atas kamu dan kamu yang harus tetap bisa mempertahankan toko parfume mu itu."


Melinda memeluk erat tubuh Ibu nya dia yang tiba-tiba saja menangis di pundak Ibunya.


"Ada apa Melinda kenapa kamu harus seperti ini dengan Ibu."


Melinda terus saja menangis di pundak Ibunya tanpa memberitahu apa yang sebenarnya terjadi dengan nya.


Melinda pun menghapus air mata nya, dia mencoba untuk menenangkan perasaan nya.

__ADS_1


"Aku merasa sedikit membaik ketika aku melampiaskan semua yang ada di dalam pikiran ku ini dengan menangis. Aku begitu sangat lemah dan lemas seperti sudah tiada lagi semangat di dalam kehidupan ku ini."


Regina merasa jika Melinda yang sedang memikirkan toko Parfume nya, dia yang tidak ingin jika suami lebih dari nya dari hal bisnis.


__ADS_2