
Karena merasa sangat kesal sekali akhirnya Regina memilih untuk menghubungi Melinda yang sedang sibuk-sibuknya berkerja.
"Astaga Ibu, ada apa yaa aku sedang sibuk seperti ini."
Melinda pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
*Hallo Bu kenapa*
*Melinda, ibu merasa lebih baik kamu jangan terlalu memanjakan Elisa. Bagaimana nanti jika dia sudah dewasa apapun yang dia inginkan harus kamu Kabulkan.*
*Bu, aku merasa apa yang aku berikan kepada Elisabeth itu tidak berlebih-lebihan kok. Lagian kasihan Elisa ketika dia panti asuhan dia tidak bisa meraih hal tersebut*
*Yasudahlah Melinda terserah kamu saja yaa, Ibu hanya menginginkan saja*
Regina pun memilih untuk mengakhiri panggilan telephone nya dengan Melinda.
"Melinda yang sudah sangat menyayangi anak itu dan sangat susah sekali untuk mendengarkan perkataan orang tua nya sendiri."
__ADS_1
Regina memilih untuk pergi dari rumah dia ingin menenangkan pikiran nya.
"Lebih baik aku bermalam di Apartemen saja, aku tidak kuat jika harus selalu marah-marah dengan anak itu."
Regina pun masuk ke dalam mobil nya dia pergi dari rumah nya. Melihat Regina pergi membuat Suster Diana masuk ke dalam kamar Elisa.
Suster Diana membuka pintu kamar nya dan melihat Elisa yang sedang duduk sambil memeluk boneka kesayangan nya.
"Aku mendapat jelas apa yang di katakan oleh Omah, aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya bisa membeli barang-barang kesayangan."
Suster Diana pun duduk di samping Elisabeth, dia mengelus rambut panjang Elisa.
Elisabeth tetep merasa tidak menerima perkataan dari Omanya, dia tidak mau jika Mommy membatasi keinginan nya.
"Suster Diana aku jadi tidak semangat, lebih baik aku sekarang tidur saja."
Elisabeth membaringkan tubuh nya, dia pun langsung memejamkan mata nya. Suster Diana tidak mau menganggu waktu istirahat Elisabeth dia pun memilih untuk keluar dari kamar nya.
__ADS_1
Karena Elisabeth yang sudah tidur, Suster Diana memilih untuk masuk ke kamar nya. Dia melihat baju yang dia berikan untuk Merry.
"Semoga saja Merry menyukai baju ini yaa, aku ingin sekali bisa memberikan perlengkapan untuk Merry. Aku benar-benar merasa sangat sayang sekali dengan Merry."
Suster Diana memasukkan baju tersebut ke dalam kotak, dia juga menghiasi nya dengan pita merah yang sangat cantik sekali.
"Merry semoga kamu suka yaa, dan ingin sekali bisa mengobrol dengan mu sayaaaaang."
Suster Diana memasukkan kontak tersebut ke dalam lemari pakaian dan tiba-tiba buku merah terjatuh kembali, Suster Diana langsung membalikan badannya dan membaca lembaran buku yang sudah terbuka.
*Temui aku secepatnya, maka aku akan beristirahat dengan tenang*
"Apa mungkin ini yaa, apa yang harus segera di cari."
Suster Diana menutup rapat buku merah tersebut, dia pun memikirkan perkataan nya.
"Apakah yang di maksud itu adalah sebuah jasad yang belum sempurna, yang belum bisa di temukan tapi jasad siapa yang di maksud. Jika Putri Belinda dia sudah di makamkan dengan sangat layak sekali."
__ADS_1
Tangan Suster Diana yang tiba-tiba saja bergetar dia sampai tidak bisa memegang buku merah tersebut. Buku merah tersebut pun sampai jatuh ke lantai tapi tidak membuka halaman selanjutnya.