Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 46.


__ADS_3

Setelah melihat Melinda yang sudah tertidur pulas karena efek obat, Suster Diana keluar dari kamar nya dan mengambil kunci kamar karena dia hawatir jika Melinda mengunci pintu kamar nya kembali.


Suster Diana pun berjalan menuju ke sofa dia menyalakan televisi dan langsung melihat Ronny yang sedang ada di salah satu program televisi.


Suster Diana sampai meningkatkan volume televisi nya tersebut dia ingin sangat jelas mendengar perkataan Ronny.


"Hallo semangat siang semuanya, sekarang saya akan memberitahu tentang perusahaan parfume saya. Semenjak kematian Putri Belinda saya berencana untuk menganti nama Parfume dari Belinda Parfume menjadi Romeo Parfume."


Suster Diana menggelengkan kepalanya berkali-kali ketika mendengar perkataan Ronny di televisi.


"Dia benar-benar sangat jahat sekali yaa, Putri Belinda baru meninggal belum sampai 7 hari tapi dia sudah memikirkan tentang bisnis nya dan tanpa sepengetahuan Bu Melinda dia mengganti nama Parfume tersebut."


Suster Diana merasa semakin penasaran dia terus saja mendengarkan apa yang di katakan oleh Ronny di televisi.


"Bukan hanya itu saja saya akan melakukan peresmian gedung baru saya yang ke 7, mungkin ini adalah gedung yang begitu sangat istimewa sekali untuk saya yaa. Karena mulai sekarang saya yang memegang sepenuhnya bisnis Parfume ini istrinya sekarang memutuskan untuk diam di rumah saja semenjak kepergian Putri Belinda."


Suster Diana merasa kesal dia langsung mematikan televisi nya dan berjalan menuju ke kamar Putri Belinda.

__ADS_1


Suster Diana membuka pintu kamar tersebut dan begitu sangat harum sekali parfume yang sering di pakai oleh Putri Belinda.


Suster Diana berjalan menuju ke tempat tidur nya, dia membelai bantal yang sering di pakai oleh Putri Belinda.


"Putri Belinda sayaaaaang, Suster Diana sangat merindukan kamu Nak. Ntah harus bagaimana Suster seperti ini sekali memeluk erat tubuh mungil mu."


Suster Diana mengambil foto Putri Belinda yang di simpan di di dekat buku-buku cerita nya.


"Kamu cantik sekali sayaaaaang, besok Suster Diana dan Mama Melinda akan datang ke makam mu yaa. Semoga saja ada keajaiban untuk Mama kamu yaa sayang supaya Mama bisa sehat kembali."


Membuat jendela kamar menjadi bergetar dan Suster Diana menyimpan foto Putri Belinda.


Suster Diana membuka jendela kamar tersebut dan dia begitu sangat terkejut Suster Diana ketika melihat ada sosok anak kecil yang berada di bawah.


Sosok gadis kecil itu melambaikan tangan kepada Suster Diana dan membuat Suster Diana langsung berlari untuk keluar dari kamar Putri Belinda.


Suster Diana pun sampai di bawah tapi dia tidak melihat siapapun di sana, Suster Diana merasakan dada nya yang terasa sangat sesak sekali dia mencoba untuk mengatur nafas nya dan pergi menghampiri satpam.

__ADS_1


"Pak Satpam, apakah tadi melihat ada anak kecil perempuan memakai baju merah dia berada di sini loh."


Satpam tersebut menggelengkan kepalanya berkali-kali.


"Tidak ada anak kecil di rumah ini kecuali Nona Putri Belinda yang sudah meninggalkan kita semua, Suster Diana mungkin terlalu merindukan Nona Putri Belinda sehingga sampai berhalusinasi seperti ini."


Suster Diana merasa sangat yakin sekali jika apa yang dia lihat itu adalah anak perempuan yang sedang berada di sini.


"Terimakasih Pak Satpam, maafkan pertanyaan saya yang meresahkan saja yaa."


Suster Diana berjalan kembali menuju ke dalam rumah tapi dia melihat ada mawar merah di hadapan nya, Suster Diana mengambil mawar merah tersebut dan merasakan aroma nya yang sangat harum sekali.


"Tidak seperti bunga mawar yang bisanya, bunga mawar merah ini begitu sangat harum sekali akan aku simpan di kamar Putri Belinda."


Suster Diana pun berjalan menuju ke kamar Putri Belinda dengan membawa bunga mawar merah tersebut, dia membuka pintu kamar dan meletakkan bunga mawar merah tersebut di sebelah buku merah.


Suster Diana tersenyum manis dan memilih untuk kembali ke kamar Melinda.

__ADS_1


__ADS_2