
Febrian yang salah sebut nama dia merasa sangat panik sekali di hadapan Melinda.
"Kamu menyebut nama Putri Belinda? bukan Elisabeth."
Wajah Melinda begitu sangat serius sekali memandangi Febrian.
"Sudah tidak perlu di pikirkan lagi yaa, itu hanya salah sebut nama saja kan dan sekarang lebih baik kamu masuk ke dalam mobil yaa dan aku juga harus segera pulang."
Ketika Melinda yang sudah merasa tenang barulah dia memberanikan diri untuk pulang ke rumah nya untuk bisa bertemu dengan Elisabeth.
"Aku harus selalu bahagia di depan Elisabeth, aku tidak boleh sedih karena Elisabeth pasti selalu ingin melihat aku bahagia."
Melinda menjalankan mobilnya dia pun seperti ingin jalan melewati toko milik Ronny, Melinda tidak tahu padahal saat ini dia yang begitu sangat benci sekali dengan suaminya tapi akhirnya dia memilih untuk melewati toko tersebut.
Di perjalanan Melinda terus saja mengingat Putri Belinda, di pikiran nya hanya untuk Putri Belinda.
"Kenapa aku jadi selalu membayangkan Putri Belinda, apa mungkin karena aku belum datang ke makam nya yaa jadi aku selalu rindu kepada Belinda sayang."
Melinda akhirnya sampai di depan pintu gerbang toko tersebut dia melihat seperti ada anak kecil perempuan yang sedang memegang boneka yang melambaikan tangan nya kepada dirinya.
Melinda seketika dia langsung terkejut karena tidak mungkin ada anak-anak yang bermain di atap sebuah gedung jam malam seperti ini.
"Aku melihat kembali sosok anak kecil perempuan tersebut dan aku merasa ini bukan sebuah mimpi, dan apakah anak kecil perempuan itu adalah Putri Belinda dia hantu Putri Belinda tapi kenapa lebih memilih untuk berada di toko papa nya bukan bersama dengan ku."
__ADS_1
Melinda pun memilih untuk melanjutkan perjalanan nya, dia ingin secepatnya sampai di rumah.
Ketika Melinda mulai mendekati gerbang rumah nya handphone nya bergetar dan Melinda melihat jika itu adalah pesan masuk dari Ibu nya.
"Ada apa yaa ibuu, tumben sekali dia mengirimkan pesan di saat jam makan malam."
Melinda dengan cepat dia langsung membuka pesan tersebut.
*Melinda ibu dan Ayah memilih untuk tidur di hotel karena tadi di sekolah Elisabeth berbuat masalah dengan anak asuh ibu pasti dia sekarang sedang menangis berlebih-lebihan di meja makan*
*Baiklah Bu, yang terbaik untuk ibu yang bisa membuat ibu merasa nyaman saja. Tapi aku besok sore harus pergi ke luar kota selama tiga hari bersama dengan Febrian untuk promosi secara langsung produk Parfume ku ini yaa Buu*
*Baiklah besok ibu akan pulang jika kamu pergi*
Melinda memasukkan handphone nya ke dalam tas dan memasukkan mobil nya ke tempat parkir.
Melinda jalan dengan sangat cepat sekali masuk ke dalam rumah dia melihat Elisabeth yang sudah menunggu nya.
"Mommy Melinda pulang yeee."
Elisabeth berteriak kencang sampai menghampiri Mommy nya.
Mereka berdua pun berpelukan dan semua rasa yang di rasakan oleh Mommy Melinda hilang begitu saja ketika dia sedang bersama dengan Elisabeth.
__ADS_1
Suster Diana memilih untuk pergi ketika Melinda datang dia membiarkan mereka berdua untuk mengobrol.
"Sayaaaaang, besok pagi Mommy akan mengajak kamu untuk jalan-jalan yaa sayang. Karena nanti sore Mommy yang harus pergi ke luar kota kamu tidak apa-apa kan Mommy tinggal selama tiga hari saja."
Melihat Omah Regina yang tidak ada di rumah ini membuat Elisabeth merasa nyaman berada di rumah ini.
"Jika hanya berdua saja dengan Suster Diana aku mau diam di rumah ini, tapi jika Omah Regina di sini dia akan membuat ku kesal dengan perkataan nya."
Melinda memegang tangan Elisabeth dia ingin sekali Elisabeth menghargai Omah Regina.
"Sayang, bagaimana pun juga sekarang kita tinggal di rumah Omah dan Opah. Mommy ingin sekali kalian bisa berhubungan baik yaa tidak seperti ini selalu yaa sayang."
Elisabeth pun langsung meluapkan semua isi hati nya.
"Mommy, Omah dan Opah itu sekarang sedang fokus pada anak asuh merasa. Jika mereka memang sayang sama aku untuk apa mereka lebih sayang dengan anak perempuan dari pada aku."
Mommy Melinda pun merasakan apa yang di rasakan oleh Elisabeth, kenapa orang tua hanya mengadopsi anak perempuan padahal di rumah ini yang sudah ada Elisabeth.
"Yasudah yaa sayaaaaang, sekarang lebih baik kita makan yang banyak supaya tidur bisa pulang yaa. Karena besok kita akan berjalan-jalan."
Melinda mengambilkan makanan untuk Elisabeth tapi ternyata Elisabeth yang ingin di suapi oleh Mommy Melinda.
Mommy Melinda pun mengingat kembali kenangan bersama dengan Putri Belinda pada saat dia yang memilih untuk berhenti bekerja dan fokus pada Putri Belinda.
__ADS_1