Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 14.


__ADS_3

Ronny terlihat melamun dia pun di hampiri oleh sahabat nya, duduk di samping Ronny dengan sebatang rokok di tangan nya.


"Ron, melamun terus saja. Bisnis sudah buka sampai 5 cabang apakah itu masih kurang untuk kehidupan mu."


Ronny sampai menudukan kepala nya dia terlihat seperti menahan rasa pusing di kepala nya.


"Aku mempunyai seorang anak untuk mendapatkan nya aku harus menunggu tujuh tahun lamanya dan akhirnya Melinda pun hamil melahirkan anak perempuan yang kita berikan nama Putri Belinda. Tapi kebahagiaan itu hanya sesaat saja semakin dia tumbuh dia selalu saja berurusan dengan Rumah Sakit sampai sekarang kondisi Putri Belinda sangat lemah sekali bahkan untuk berjalan pun dia tidak mampu jauh harus menggunakan kursi roda karena dia merasa sesak nafas nya."


Sahabat nya merasa sangat kasihan sekali melihat Ronny yang mempunyai bisnis yang maju tapi menyimpan sebuah kesedihan.


"Setiap aku membuka cabang bisnis Parfume terbaru penyakit nya selalu saja bertambah parah kadang aku berpikir jika dia adalah anak membawa malapraktik."


Sahabat Robby merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Ronny untuk putri nya sendiri dia adalah orang tua kandung tapi bisa menyebutkan hal seperti kepada putrinya.


"Ronny tidak ada anak yang membawa malapetaka terhadap orang tua nya, setiap anak itu membawa rezeki untuk orang tua nya. Bukan kah setelah putri mu terlahir kamu bisa membuka bisnis sampai ke luar kota."


Ronny memilih pergi dia lebih memilih melihat berapa botol Parfume milik nya yang terjual hari ini.

__ADS_1


"Jangan sampai di melakukan hal yang mengerikan kepada anak nya, Ronny benar-benar di gelapkan oleh uang nya."


Setelah melihat meningkatkan pembelian dia setiap hari nya, Ronny seketika langsung berpikir negatif terhadap putri nya.


"Akan terjadi apalagi dengan Belinda, biasanya kalau pemasukan semakin meningkat dia pasti masuk ke Rumah Sakit dengan penyakit baru nya."


Ronny merasa malas untuk pulang ke rumah nya, tapi dia juga tidak mau mengecewakan istrinya karena bagaimana pun juga bisnis nya bisa maju itu karena Melinda.


Ronny pun langsung masuk ke dalam mobil nya dia menuju ke rumah nya, di saat makan malam tiba.


Ketika Melinda hendak menyuapi Belinda, Ronny pun datang dan langsung duduk berhadapan dengan Belinda.


Seketika saja Belinda tidak mau membuka mulutnya dia lebih memilih untuk menundukkan kepalanya.


"Aku ingin makan di kamar saja bersama dengan Suster Diana."


Suster Diana yang mendengar hal tersebut dia langsung membawa Putri Belinda ke kamar nya.

__ADS_1


Selera makan Melinda pun tiba-tiba saja langsung menghilang.


"Aku tidak bicara apapun yaa, itu keinginan Belinda untuk melanjutkan makan nya di kamar nya."


Ronny mencoba untuk membela diri nya di hadapan Melinda.


"Yaa, kamu tidak berbicara sedikit pun kan. Itu tandanya apa yang pernah kamu katakan kepada Belinda sangat amat membuatnya sakit."


Melinda mulai di buat emosional terhadap suaminya.


"Lalu aku harus bagaimana Melinda, jika Belinda yang sudah tidak mau bicara ataupun melihat wajah Papa nya."


Ronny merasa serba salah dalam menghadapi permasalahan ini.


"Kenapa kamu tadi tidak langsung meminta maaf kepada Belinda, lontarkan kata-kata yang membuat nya bahagia sebuah pujian yang membuat Belinda luluh dan mau menerima kehadiran mu sebagai Papa nya kembali."


Melihat suaminya yang terdiam, Melinda pun memilih untuk menyusul Belinda ke kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2