
Belinda merasa sangat senang sekali ketika melihat Suster Diana yang menghampiri nya.
"Sayang, Suster Diana sangat rindu sekali."
Suster Diana memeluk erat tubuh Putri Belinda.
"Aku juga sangat rindu Suster Diana, wah buku si merah. Terimakasih yaa Suster Diana yang sudah membawakan si merah untuk aku."
Belinda langsung memeluk erat buku tersebut dan Melinda yang sudah selesai dia pun mendorong kursi roda milik Belinda.
"Ayo sayang waktu nya kita pulang yaa, pokoknya kamu harus menjaga kesehatan kamu yaa. Jangan capek-capek lagi yaa banyak istrirahat."
Melihat Belinda, Melinda merasa jika dirinya yang tidak mau jauh dari putri nya tersebut.
Melinda merasa jika Belinda butuh juga kasih sayang nya, dan Melinda menginginkan untuk ingin bisa bersama dengan Belinda dan menyerahkan pekerjaan kepada suaminya.
Mereka pun masuk ke dalam mobil, Melinda terus saja memandangi wajah cantik Putri Belinda.
Melinda ingin membicarakan semuanya kepada suaminya.
"Belinda kamu ke kamar bersama dengan Suster Diana yaa, Mama mau menghubungi Papa dulu yaa sayaaaaang."
Sesampainya di rumah Suster Diana pun langsung membawa Belinda ke kamar nya dan Melinda mencoba untuk menghubungi Ronny suaminya.
__ADS_1
"Semoga saja dia bisa menjawab panggilan telephone dari ku ini."
Melinda pun mencoba untuk menghubungi Ronny dan dia akhirnya tersambung.
*Hallo Melinda ada apa*
*Belinda sudah pulang dari Rumah Sakit*
*Oh syukurlah kalau begitu*
*Kamu datar sekali yaa, Belinda itu anak kita satu-satunya loh. Bisa-bisa nya kamu seperti itu*
*Lalu aku harus bagaimana lagi,? Melinda sadarkan kamu yang lebih banyak waktu di rumah dari pada di kantor*
*Hah Melinda apa maksud perkataan kamu itu,? kenapa kamu lebih memilih untuk diam di rumah dari pada bekerja*
*Kita sudah mempunyai 6 cabang kan, untuk apa lagi. Kamu saja yang mengurus nya apakah kamu berniat untuk membuka cabang lagi?*
*Apakah kamu merasa sudah cukup dengan hanya 6 cabang toko parfume, bagaimana dengan pengobatan Belinda setiap bulan nya. Itu memakan banyak sekali biaya*
*Maka dari itu aku memutuskan untuk tidak bekerja, aku akan mengurus Belinda di rumah saja*
Ronny yang merasa sangat kesal sekali dengan perkataan Melinda dia lebih memilih untuk mengakhiri panggilan telephone nya.
__ADS_1
"Melinda benar-benar membuat ku marah, dia lebih memilih untuk tidak bekerja. Hanya demi untuk Belinda padahal biaya pengobatan Belinda itu sangat mahal sekali."
Robby yang begitu sangat emosional sekali dia pun ingat dengan rencana sahabat nya.
"Apakah Belinda benar-benar harus aku singkirkan, setelah Melinda membawa nya ke acara peresmian toko banyak sekali yang membicarakan tentang Belinda. Mereka membicarakan tentang fisik Belinda yang membuat aku sangat malu sekali mendengar kenyataan itu."
Robby pun mengirimkan pesan kepada teman nya.
*Rencananya yang kita bicarakan itu, aku akan membayar mu 200 juta sekarang juga*
Ronny mengirimkan pesan tersebut kepada sahabat nya, dia sudah tidak punya perasaan terhadap Belinda.
Ronny ingin menyingkirkan Belinda dari kehidupan nya agar dia bisa hidup dalam bergelimang harta kekayaan.
Ronny pun segera menyiapkan uang 200 juta rupiah tersebut berbentuk cash, dia segera pergi ke Bank.
Ronny merasa utang untuk akan mudah kembali untuk dia dapatkan ketika Belinda sudah tidak ada di dunia ini.
Ronny begitu sangat takut kehilangan harta kekayaan nya sehingga membuat nya rela melakukan apapun termasuk mengorbankan nyawa anak nya sendiri.
"Melinda, maafkan aku yang harus melakukan ini. Ini karena kamu yang menginginkan nya. Aku jadi seperti ini karena aku tidak mau kehilangan harta kekayaan ku yang sudah susah payah kita dapatkan bersama-sama."
Ronny segera menuju ke Bank dia untuk mengambil uang dan ketemuan dengan teman nya untuk memberikan uang tersebut dan menjalankan aksi kejahatannya.
__ADS_1