
Hari yang di tunggu-tunggu oleh Melinda pun akhirnya datang, Melinda yang akan merayakan hari kelahiran Putri Belinda di pantai asuhan.
Melinda pun sampai membawa ke dua orang tuanya dan juga Dokter Robby agar lebih memeriahkan acara tersebut.
"Aku sangat bahagia sekali, apalagi jika aku bisa bertemu kembali dengan Elisa. Aku ingin sekali bisa mengadopsinya nya, jika Elisa mau bersama dengan ku."
Suster Diana merasa tidak setuju dengan rencana Melinda yang ingin mengadopsi Elisa, Suster Diana merasa jika Elisa kurang baik dalam sikap nya yang jauh berbeda dengan Putri Belinda.
"Sebelum kamu memutuskan untuk mengadopsi anak di panti asuhan, kamu harus dalam keadaan sehat Melinda. Kamu harus tetap menjalankan terapi dan juga mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh Dokter."
Melinda pun merasa sangat sedih sekali karena dia yang tidak bisa mengadopsi Elisa secara langsung.
Mereka pun akhirnya sampai di pantai asuhan tersebut, sebuah taman yang sudah di dekorasi dengan sangat indah sekali.
Semua anak di panti asuhan tersebut pun langsung keluar bergembira tapi tidak untuk salah anak perempuan yang lebih memilih untuk diam di dalam kamar nya untuk melukis.
__ADS_1
"Merry, aku kita ke taman ada ibu Melinda loh di sana. Dia sangat baik sekali dan akan memberikan kita hadiah karena sekarang itu adalah hari kelahiran Putri Belinda yang sudah meninggal dunia."
Merry menggelengkan kepalanya dia hanya fokus pada lukisan nya saja.
Mereka pun lebih memilih untuk meninggalkan Merry sendirian di dalam kamar nya, Merry hanya bisa melihat dari jendela kamar nya sambil tersenyum manis.
"Lebih baik aku tidak pergi ke luar, aku melukai saja di dalam kamar."
Semua anak-anak berkumpul di tanam yang sudah di sediakan mereka semua begitu sangat bergembira sekali ketika bernyanyi bersama.
"Andaikan Putri Belinda masih ada, dia pasti sangat bahagia dengan perayaan ini semua."
Suster Diana yang masih saja mengingat Putri Belinda.
"Stop untuk membicarakan Putri Belinda, karena itu hanya bisa membuat Melinda yang selalu mengingat dan membuat despresi nya selalu terjadi. Biarkan Melinda sekarang bersenang-senang bersama dengan dunia nya nya bersama dengan anak-anak."
__ADS_1
Mendengar perkataan Dokter Robby, Suster Diana pun memilih untuk menjauhkan diri nya dari Dokter Robby. Suster Diana merasa tidak setuju jika Melinda yang harus melupakan Putri Belinda.
Elisa mendekati Melinda dan Melinda pun merasa sangat senang sekali dia memeluk erat tubuh mungil Elisa.
"Tante boleh kah aku meminta kado nya dua, aku tidak mau hanya ingin mendapatkan kado satu saja."
Suster Diana yang mendengar perkataan Elisa dia pun langsung menghampiri Melinda.
"Bu Melinda, kado sudah di pas yaa. Kita Elisa mendapatkan dua kado akan ada satu orang anak yang tidak mendapatkan kado. Kasihan sekali kan kita harus adil yaa Bu Melinda, lagi pula ini kan belum saatnya untuk memberikan kado.*
Elisa pun langsung menunjuk wajah marah nya di hadapan Melinda, dan Suster Diana pun mengabaikan wajah Elisa yang seperti tidak terima dengan perkataan Suster Diana.
"Elisa sayaaaaang, belum waktunya untuk berbagai kado yaa. Sekarang Elisa bermain-main dulu sana bersama dengan badut yaa."
Melinda membawa Elisa untuk melihat badut bersama dengan teman-teman nya, Melinda tidak mau Elisa merasa sedih.
__ADS_1