Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *203*


__ADS_3

Rizal merasa sangat merindukan Merry, dia ingin bertemu dengan Merry dan mencoba untuk mengajak nya bertemu dengan Papa nya. Walaupun dia mengetahui jika Merry tidak mungkin bisa membuka hati nya untuk Ronny.


"Besok lebih baik aku datang ke panti asuhan untuk bertemu dengan Merry, aku benar-benar merindukan nya."


Tanpa sepengetahuan Rizal ternyata Ronny ada di belakang nya dia mendengar perkataan Rizal dan semakin penasaran sekali dengan siapa itu Merry.


"Apakah anak perempuan itu begitu sangat berharga untuk mu,? dia bernama Merry dan kau ingin selalu bertemu dengan nya."


Rizal pun tersenyum manis kepada Ronny.


"Ya, aku begitu sangat menyayangi nya dan mungkin jika kau bertemu dengan nya rasa sayang mu melebihi rasa sayang ku kepada nya."


Ronny pun semakin penasaran sekali


siapa gadis kecil yang bernama Merry itu.

__ADS_1


"Bawa gadis kecil itu untuk bertemu dengan ku, aku ingin sekali melihat wajah nya."


Ronny meninggalkan Rizal dia fokus pada pekerjaan nya kembali.


"Aku pasti akan membawa nya ke hadapan mu Ronny, karena Merry adalah gadis kecil yang kamu inginkan."


Rizal pun memilih untuk pergi juga dia yang harus selalu mengecek barang yang sudah habis di toko.


Di saat Ronny yang begitu sangat penasaran terhadap Merry, Melinda harus menghadapi sikap Elisabeth ketika dia datang ke rumah. Melinda mencoba untuk tidak memberitahu kedua orang tuanya dengan apa yang terjadi dengan Elisabeth di sekolah.


"Bagaimana dengan Elisa,? apakah dia menangis dan berteriak-teriak kencang kembali di kamar?."


Melinda duduk di sofa dia benar-benar merasa sangat capek sekali.


"Elisa lebih baik untuk diam di kamar, dia tidak menangis atau pun berteriak-teriak. Elisa menghabiskan makanan yang sudah saya berikan kepada nya."

__ADS_1


Melinda merasa sangat senang sekali ketika mendengar hal tersebut, dan Regina pun dia menghampiri Melinda.


"Kenapa lagi dengan anak kecil itu,? apakah dia melakukan hal-hal yang tidak pantas di sekolah."


Kehadiran Regina membuat Suster Diana memilih untuk pergi saja, dia tidak mau ikut bicara biarkan itu tanggung jawab Melinda.


"Hmmmm, Elisa hanya ribut kecil dengan teman nya di kelas. Tapi itu tidak sampai membuat guru sampai memberikan sangsi, guru hanya menegur mereka berdua dan besok juga mereka berdua pasti sudah akur kembali bermain-main seperti sebelumnya."


Melinda mencoba untuk menutupi apa yang sebenarnya terjadi dengan Elisabeth di sekolah.


"Melinda sebenarnya apa yang membuat kamu begitu ingin Elisabeth menjadi anak adopsi mu,? dia tidak seperti Putri Belinda, walaupun ibu yang belum pernah bertemu dengan Putri Belinda tapi dari wajahnya ibu mengetahui jika Putri Belinda itu adalah anak lemah lembut dan sangat sopan sekali."


Melinda menundukkan kepalanya dia tidak pun tidak mengerti jika akhirnya sampai seperti ini.


"Bu, aku yang sudah memilih Elisabeth. Jadi apapun yang terjadi dengan Elisabeth itu adalah tanggung jawab ku. Sekarang tidak ada yang harus di sesali karena aku yakin jika Elisabeth suatu hari pasti akan berubah seperti yang aku inginkan."

__ADS_1


Regina pun berharap jika Elisabeth bisa seperti yang di inginkan oleh Melinda, karena Elisabeth yang pasti akan menjadi penerus perusahaan milik Melinda.


__ADS_2