Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *221*


__ADS_3

Setelah hanya berdua di ruangan, Belinda mencoba untuk mendekati anak perempuan tersebut dia memberanikan diri karena dia yakin jika anak perempuan tersebut sangat baik.


"Aku Putri Belinda, kamu siapa yaa. Kenapa kamu selalu tersenyum kepada ku. Apakah kamu menyukai ku ingin aku menjadi teman mu."


Putri Belinda berada di samping anak perempuan tersebut.


"Aku Merry, aku kesiapan aku ingin memiliki teman bermain di malam hari."


Putri Belinda terus saja memandangi wajah Merry.


"Aku pernah memakai nama Merry, ketika aku berada di panti asuhan. Tapi sekarang aku kembali memakai nama asli ku Putri Belinda."


Merry tersenyum manis kepada Putri Belinda.


"Aku tahu kamu, kamu yang akan di bunuh oleh Papa kandung mu sendiri. Kamu seperti aku, tapi kamu beruntung masih bisa hidup sedangkan aku di bunuh oleh kedua orang tua seperti binatang dan mereka membuang jasad ku di gedung ini."


Putri Belinda begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan dari Merry tapi seketika Merry yang langsung menghilang begitu saja.


"Kenapa dia menghilang, Merry kamu di mana."

__ADS_1


Putri Belinda mencoba untuk mencari Merry tapi Putri Belinda yang seperti mendengar suara sepatu yang akan menuju ke ruangan nya.


Putri Belinda langsung membalikkan badannya dan ternyata pintu pun terbuka dan itu adalah Rizal. Dengan nafas yang tidak teratur, Rizal pun langsung menghampiri Putri Belinda.


"Putri Belinda, maafkan Om yaa sayaaaaang. Kamu baik-baik saja kan."


Mata Putri Belinda tertuju pada jendela kamar nya, dia melihat Merry yang berada di luar kaca jendela dan tersenyum manis kepada Putri Belinda.


"Aku baik-baik saja Om, kenapa Om sampai harus berlari seperti ini."


Rizal memegang tangan Putri Belinda, dia pun tersenyum manis.


"Om menghawatirkan kondisi kamu sayaaaaang, Om tidak mau sampai ada yang menyakiti kamu."


"Siapa yang akan menyakiti ku Om, di dalam ruangan ini tidak ada siapapun. Aku pasti akan aman."


Belinda turun dari pangkuan Om Rizal.


Rizal tidak mungkin menceritakan semuanya kepada Putri Belinda, jika gedung ini yang begitu sangat seram selalu memakan korban jiwa.

__ADS_1


"Om hanya ingin menjaga kamu sayang, Om tidak ingin kehilangan kamu."


Putri Belinda pun berjalan ke luar dia ingin sekali melihat banyak pengunjung yang datang.


"Om, aku ingin pergi ke lantai dasar. Aku ingin melihat isi dalam toko parfume milik Papa."


Rizal pun akhirnya mengikuti apa yang di inginkan oleh Putri Belinda, mungkin ini adalah waktu nya orang lain mengetahui keberadaan Putri Belinda.


Rizal memegang tangan Putri Belinda, mereka berjalan menuju ke lantai dasar dan pandangan mata tertuju pada Putri Belinda. Mereka merasa sangat terkejut sekali ketika melihat Putri Belinda yang hidup kembali.


"Apakah itu Putri Belinda, dia begitu sangat cantik sekali seperti boneka."


Ucap salah satu pengunjung yang sedang memilih Parfume.


"Tidak mungkin itu Putri Belinda, Putri Belinda sudah meninggal dunia mungkin itu hanya mimpi saja."


Ronny pun langsung menghampiri Putri Belinda yang sedang bersama dengan Rizal.


"Ayo sayang sama Papa, kita harus ramah yaa kepada para pengunjung yang akan membeli produk Parfume kita."

__ADS_1


Putri Belinda pun mengikuti apa yang di katakan oleh Papa nya, dia berjalan menuju ke tempat kasir dia tersenyum manis kepada setiap pelanggan yang menyapa dirinya.


Ronny merasa sangat bahagia sekali ketika dia mempunyai anak yang cantik dan baik hati, tidak terlihat sedikit pun rasa sombong pada diri Putri Belinda.


__ADS_2