
Melinda dan Febrian masuk ke dalam mobil nya dan Ferdian pun langsung menyalakan mesin mobil nya.
"Semoga saja Elisa baik-baik saja, aku akan segera membawa nya ke Rumah Sakit besar. Agar Elisa bisa tertangani dengan baik."
Ferdian merasa sangat salut dengan Melinda yang belum menjadi anak dia sudah memberikan fasilitas terbaik untuk anak tersebut.
Ferdian bisa melihat jelas jika Melinda yang begitu sangat menyayangi Putri Belinda, sampai dia despresi.
Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan Panti asuhan, Melinda langsung keluar dari mobil dan berlari menuju ke kamar Elisa.
Ferdian berjalan santai dan dia pun memilih untuk menunggu di luar.
Kedatangan Melinda membuat para anak panti asuhan merasa tidak suka dengan Elisa.
"Bu Melinda itu kan belum ada perkataan akan mengadopsi Elisa, tapi sikap Elisa begitu sangat berlebihan-lebihan sekali dengan Bu Melinda. Aku tidak suka melihat nya."
Salah satu anak pantai asuhan pun memilih untuk masuk ke dalam kamar dan bertemu dengan Merry.
__ADS_1
"Loli ada apa ini, kenapa rame sekali yaa. Aku seperti mendengar suara Elisa teriak-teriak."
Tangan Loli pun langsung menunjukkan ke arah tempat Elisa yang sedang terbaring sakit di Sofa.
"Elisa demam, dia berteriak-teriak ingin Bu Melinda datang untuk merawat nya. Aku sangat tidak suka melihat nya."
Mendengar cerita dari Loli, Merry pun memberanikan diri untuk menghampiri mereka dia melihat Bu Melinda nya begitu sangat perhatian sekali terhadap Elisa dengan penuh perasaan dan kasih sayang.
"Elisa sayaang, jangan teriak-teriak yaa kasihan ibu pantai nyaa yaa sayang. Sekarang lebih baik kita pergi ke Rumah Sakit yaa, kamu ganti baju dulu yaa pakai baju."
Melinda langsung membalikkan badannya dia seperti ingin membantu Merry tapi tangan Elisa memegang erat tangan Melinda.
"Ahhhh, sakit sekali."
Melinda terus saja memandangi Merry dan anak-anak panti pun lebih memilih pergi meninggalkan Elisa mereka lebih memilih untuk membantu Merry.
"Jangan pedulikan dia Mommy, Merry itu memang seperti itu dia berjalan tidak seperti yang lainnya."
__ADS_1
Melihat Merry seketika Melinda teringat dengan Putri Belinda, tapi Melinda yang belum pernah melihat wajah Merry.
Barang-barang pun sudah di siapkan karena Elisa pasti akan di rawat di Rumah Sakit, Melinda pun mencoba untuk mengendong Elisa dia meminta ijin kepada pihak panti asuhan untuk membawa Elisa ke Rumah Sakit.
Ferdian langsung menghampiri Melinda dan dia membukakan pintu mobil yang paling belakang.
"Ferdian kita pergi ke Rumah Sakit Permata yaa, di sana ada Dokter Specialis Anak yang bernama Aliya Mutiara dia kenal sebagai Dokter Specialis yang terbaik."
Ferdian pun mengikuti apa yang di katakan oleh Melinda dia langsung menuju ke Rumah Sakit tersebut, di perjalanan Melinda bukan memikirkan kondisi Elisa dia malah memikirkan Merry.
Melinda menginginkan perkataan Elisa, jika Merry yang tidak seperti anak-anak lain dia tidak bisa bisa berjalan normal dan pada saat Merry terjatuh Melinda seperti mendengar suara Putri Belinda.
Melinda meneteskan air mata, dan Elisa pun memperhatikan nya.
"Mommy jangan menangis yaa, aku baik-baik saja kok. Aku pasti akan sehat kembali."
Melinda mengabaikan perkataan Elisa dia yang terus saja meneteskan air mata nya.
__ADS_1