Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 69.


__ADS_3

Suster Diana berada di suatu ruangan yang sangat gelap sekali, dia berjalan dan terus berjalan untuk menemukan pintu keluar.


Suster Diana mendengar rintihan suara anak kecil yang sedang menagis, dia pun langsung mencari sumber nya di mana.


"Tangisan itu berasal dari mana yaa,? seperti suara yang semakin jelas sekali."


Suster Diana terus mencari nya hingga dia melihat seperti sebuah kamar yang terbuka pintu nya.


Suster Diana pun masuk ke dalam kamar tersebut dan dia melihat anak kecil perempuan berambut panjang yang sedang menutupi wajahnya.


Suster Diana pun menghampiri anak kecil perempuan tersebut.


"Kamu kenapa menangis,? di mana orang tua mu?."


Anak tersebut hanya menggelengkan kepalanya saja dia tidak menjawab pertanyaan dari Suster Diana.


"Kamu di sini sendirian,? kamu tidak mempunyai teman?."


Anak kecil perempuan tersebut pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Yasudah sekarang aku ada untuk kamu yaa, jangan sedih lagi."


Suster Diana mengelus rambut panjang anak perempuan tersebut, dan tiba-tiba saja gadis kecil itu pun berdiri dia berjalan tapi wajahnya yang masih di tutupi oleh kedua tangan nya.


Suster Diana melihat boneka Barbie tersebut sama seperti yang dia lihat di kamar Putri Belinda, Suster Diana pun mengambil boneka Barbie tersebut.


"Hei tunggu boneka Barbie mu ketinggalan."


Langkah kaki gadis kecil itu pun sangat cepat sekali sehingga Suster Diana harus berlari agar bisa menyusul nya.


Gadis kecil itu pun menghentikan langkah kaki nya, dan Suster Diana berada di belakang nya.


Jari tangan gadis kecil itu pun menunjukkan kepada gedung yang sudah sangat tua sekali.


Suster Diana seketika dia merasa sangat takut sekali ketika mendengar perkataan gadis kecil itu.


"Mereka selalu menolak ajakan ku, dan aku selalu datang di mimpi buruk nya."


Suster Diana pun merasa jika gadis kecil ini bukan Putri Belinda, karena dia yang berasal dari sebuah gedung tua.

__ADS_1


"Aku tidak mau sendirian, sekarang aku memilih rumah. Aku mengikuti rumah itu karena banyak sekali mainan di sana."


Gadis kecil itu pun tertawa dan dia pun langsung membalikkan badannya, begitu sangat terkejut sekali Suster Diana ketika melihat wajah gadis tersebut yang hancur dan penuh dengan darah.


Seketika Suster Diana dia langsung terbangun dari tidurnya, dia yang seperti sudah melakukan lari jarak jauh.


Keringat dingin terasa sampai membasahi tubuh Suster Diana, dia pun merasa sangat sesak sekali sampai harus mengatur nafas nya.


"Astaga, aku bermimpi buruk sekali. Ini adalah mimpi ku yang paling seram yang pernah aku rasakan."


Suster Diana terus saja mengatur nafas panjang nya, dia pun sampai harus mengambil minuman di dapur.


"Gadis itu bukan Putri Belinda, dia bukan Putri Belinda. Tapi kenapa arwah nya harus ada di dalam kamar Putri Belinda."


Suster Diana merasa sangat ketakutan sekali.


"Aku harus mencari tahu tentang ini semua dan gedung tua itu seperti gedung yang sekarang di jadikan toko parfume milik Pak Ronny, seperti nya ada kisah tertentu di balik gedung tua dulu."


Suster Diana menghabiskan minuman nya dan dia melihat Melinda yang keluar dari kamar dengan membawa boneka Barbie tersebut.

__ADS_1


"Boneka Barbie yang ada di dalam mimpi buruk ku, seperti boneka itu memang milik gadis kecil berbaju merah."


Suster Diana pun memilih untuk mendekati Melinda.


__ADS_2