
Tanpa sepengetahuan Suster Diana, Melinda mengendarai mobil nya dengan membawa foto Ronny yang sudah di bungkus kado.
Melinda ingin sekali memberikan foto tersebut, dia pun memilih seseorang untuk memberikan foto tersebut kepada satpam.
Melinda membayar mahal orang tersebut, karena dia ingin merasa puas, setelah melihat foto tersebut sudah di bawa ke dalam.
Melinda pun tersenyum manis dan kembali ke rumah nya, dia tidur kembali dan seperti tidak terjadi apa-apa.
...*** Keesokan harinya ***...
Ronny terbangun dari tidurnya dia pun membuka pintu kamar nya dan melihat ada sesuatu di depan kamar nya.
"Bungkusan apa yaa ini seperti lukisan atau foto yaa."
Ronny membawa masuk dan merasa tidak sabar untuk membuka nya.
Begitu sangat terkejut nya Ronny ketika melihat foto nya dengan tetesan darah segar di wajah nya.
Ronny pun langsung melemparkan foto tersebut.
"Siapa yang berani mengrimkan seperti itu."
__ADS_1
Ronny berjalan cepat menuju ke pos satpam untuk menayangkan siapa yang memberikan hal tersebut kepada nya.
"Siapa yang memberikan bungkus kado kepada ku?."
Wajah Ronny terlihat sangat emosional.
"Semalam sekitar jam 23:50, ada lelaki yang memberikan kado tersebut dia bilang ini adalah kado spesial untuk Bapak Ronny."
Mendengar jam pengiriman nya yang tidak wajar, Ronny memilih untuk pergi begitu saja.
Ronny memilih untuk kembali ke ruangan nya, dia yang lebih ingin memantau dari cctv saja.
Ronny merasa tidak tenang jika sampai ada yang tidak menyukai nya dan berniat untuk membunuhnya.
"Sudahlah Ronny, lebih baik sekarang perbanyak pasang cctv di luar gedung."
Ronny pun langsung menyuruh pegawai nya untuk memasang cctv yang banyak.
Ronny memantau kembali cctv dan begitu sangat terkejut Ronny ketika ada anak kecil yang terjatuh dari tangga.
"Astaga baru saja kemarin ada yang terjatuh, sekarang sudah ada yang terjatuh lagi."
__ADS_1
Ronny pun langsung keluar dari ruangan dan ketika dia mau menuju ke tangga dia mendengar suara teriakan anak kecil yang seperti sedang tertawa riang sekali.
Orang tua begitu sangat histeris sekali melihat anak nya, Ronny pun memberikan uang 5juta kepada ibu korban tersebut untuk membawa anak nya pergi ke rumah sakit.
"Ihhh, sebenarnya ini gedung kenapa yaa kemarin juga ada anak kecil yang terjatuh dan darah nya berceceran di tangga dan sekarang pun seperti ini lagi."
Ronny mendengar perkataan salah satu pembeli yang ada di belakang nya.
"Apa mungkin ini adalah arwah Putri Belinda yang gentayangan yaa yang ingin mencari teman."
Ronny pun langsung menghampiri ibu-ibu yang sedang gibah tersebut.
"Ini adalah sebuah kecelakaan saja mungkin ibu nya yang kurang bisa menjaga anaknya, dan jangan pernah menyebutkan nama Putri Belinda dia sudah tenang di surga."
Ibu-ibu tersebut pun memilih untuk pergi dari toko tersebut dia tidak jadi membeli parfume di sana.
Ronny pun merasa sangat pusing sekali, dia berniat untuk menjual toko ke satu nya. Untuk menambah modal usaha nya.
"Akan ku jual dan akan ku buat toko ini lebih istimewa dari sekarang."
Ronny harus banyak mengeluarkan uang demi bisnis nya yang semakin maju, dia harus bisa membuktikan bisa sukses tanpa Melinda.
__ADS_1