Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (195)


__ADS_3

Setelah membuat Merry bahagia, Rizal pun segera mengembalikan Merry ke panti asuhan.


"Ayo sayang, waktunya kita pulang yaa."


Merry membawa barang-barang yang dia beli begitu sangat banyak sekali.


"Om Rizal, maafkan aku yaa beli mainan banyak seperti ini. Aku juga ingin membelikan kepada teman-teman ku di panti asuhan, agar mereka juga bisa merasakan kebahagiaan ku."


Rizal merasa sangat tersentuh sekali mendengar perkataan Merry.


"Kamu sangat baik sekali sayaaaaang."


Rizal pun mengendarai mobil nya, di perjalanan Merry yang kecapean sampai tertidur pulas di dalam mobil. Rizal begitu sangat tidak sabar sekali dia ingin mempertemukan Merry dengan Ronny.


"Seperti nya maju nya bisnis Parfume ini karena Putri Belinda yang kembali menjadi Merry, sungguh sangat luar biasa sekali."


Rizal tidak membangunkan Merry dia tidak menggangu waktu Merry istirahat. Sampai akhirnya Rizal sampai di depan pintu gerbang pantai asuhan.


Rizal lebih memilih untuk mengendong Merry dan Satpam membantu untuk mengambil barang-barang yang di beli oleh Merry.

__ADS_1


"Terimakasih banyak yaa Pak Rizal yang sudah pulang tepat waktu, dan terimakasih juga sudah membuat Merry bahagia hari ini."


Rizal pun hanya tersenyum tipis dia lebih meninggalkan pantai asuhan tersebut, Rizal berjalan menuju ke mobil dia pun berharap bisa bertemu dengan Merry setiap hari.


"Semoga secepatnya Merry ingin bertemu dengan Ronny, aku tidak sabar sekali ingin melihat mereka berdua."


Ronny pun melanjutkan perjalanan nya menuju ke toko, dia merasa toko yang memang menjadi berubah ketika Ronny menganti nama Parfume tersebut dan ketika Putri Belinda bisa bertemu.


Ronny pun sampai di depan toko dan dia melihat banyak yang datang toko menjadi ramai tidak seperti biasanya.


"Terimakasih Putri Belinda, kamu yang telah memberikan semuanya ini untuk Papa mu."


"Apa maksud foto yang kau kirimkan itu,? kenapa mempunyai pikiran untuk mengadopsi anak perempuan. Sedangkan setatus mu yang belum menikmati."


Rizal mencoba untuk menenangkan perasaan nya, dia tidak mau sampai mengatakan semuanya kepada Ronny.


"Memang kenapa jika aku ingin mengadopsi anak,? aku ingin hidup ku lebih berwarna memberikan hasil kerja keras ku untuk bisa membuat nya bahagia."


Ronny semakin penasaran sekali dengan anak yang akan di adopsi oleh Rizal.

__ADS_1


"Memang anak perempuan itu begitu sangat menarik,? sehingga membuat kamu sangat menginginkan nya ?."


Rizal tertawa mendengar pertanyaan Ronny.


"Hey Ronny, aku ingin mengadopsi anak perempuan itu untuk menjadi anak asuh ku. Aku bukan mengadopsi seorang gadis yang akan aku nikahi."


Rizal pun memilih untuk ke lantai tiga dia ingin beristirahat, Rizal begitu sangat lelah sekali.


"Kenapa aku harus penasaran dengan anak perempuan tersebut, sedangkan Putri Belinda pun belum bisa aku temukan."


Ronny memandangi foto Putri Belinda yang sedang tersenyum.


"Kamu sekarang di mana Nak, Papa ingin sekali bisa bertemu dengan mu sayaaaaang."


Ronny merasa sangat sedih sekali dia terus saja membayang wajah Putri Belinda, bahkan Ronny juga memikirkan bagaimana Putri Belinda bisa bertahan hidup sedangkan dia untuk makan pun harus makanan yang khusus.


"Sudahlah Ronny, jangan bersedih hati seperti ini. Putri Belinda pasti kembali, Putri Belinda adalah anak yang kuat."


Ronny mencoba untuk menyemangati dirinya sendiri, dia yakin Putri Belinda akan kembali.

__ADS_1


__ADS_2