
Setelah selesai mengenal sekolah baru nya, Melinda pun harus menepati janji nya yang akan memberikan Elisa sebuah handphone yang baru.
Mereka semua berpamitan dari sekolah dan berjalan menuju ke mobil, lirikan mata Elisa yang begitu sangat membenci Suster Diana.
"Mom, kita akan membeli handphone itu kan? Mommy yang sudah berjanji dengan aku loh."
Melinda pun hanya bisa terdiam saja dan membukakan pintu agar Elisa dan Suster Diana masuk ke dalam. Suster Diana memilih untuk diam saja karena dia merasa sudah tidak mau berdebat dengan Elisa.
Merasa di abaikan oleh Melinda, Elisa pun seketika langsung menangis histeris di dalam mobil dan membuat Melinda merasa sangat terkejut sekali.
"Ada apa Elisa, kenapa kamu menangis? apakah ada sesuatu yang sakit di badan mu ?."
Suster Diana segera memeriksakan tapi tidak ada luka di daerah tubuh Elisa, Suster Diana pun seketika tersadar dia merasa jika penyebab menangis nya Elisa itu karena keinginan nya yang tidak di jawab oleh Melinda.
"Mungkin dia memang ingin menangis saja, mungkin dia sedang sedih merindukan teman-teman nya di pantai asuhan."
__ADS_1
Suster Diana tersenyum manis sambil memandangi wajah Elisa.
"Aku ingin handphone, aku menagis karena ingin handphone."
Elisa berteriak kencang sekali dan membuat Melinda mulai tidak bisa mengendalikan emosi nya.
"Kenapa kamu harus berteriak-teriak seperti ini,? kamu bisa mengatakan nya dengan pelan-pelan tidak harus dengan teriakan."
Suster Diana baru melihat Melinda marah seperti itu dan membuat Elisa pun seketika langsung terdiam.
"Jalan pak, kita berhenti sebentar untuk membeli handphone yaa Pak."
"Elisa kamu sekarang adalah anak dari seorang pengusaha sukses, sikap mu itu harus berubah menjadi lebih baik dan lembut dalam berbicara yaa. Jangan berteriak kencang seperti itu, lihat Bu Melinda dia tidak pernah marah seperti ini."
Elisa hanya menganggukkan kepalanya saja sambil menyesali perbuatannya.
__ADS_1
Mobil pun berhenti dan Melinda dengan cepat dia turun dari mobil nya untuk membelikan handphone untuk Elisa.
Ketika Melinda mulai memilih handphone dia tidak pernah membayangkan jika ada suaminya di hadapan nya, dan membuat Melinda mencoba untuk menjaga jarak dengan Ronny.
"Aku sudah mengetahui semuanya, kamu yang sudah mengadopsi anak perempuan dari panti asuhan. Kenapa kamu tidak memperkenankan anak tersebut kepada ku ? karena dia juga adalah anak kan. Ingat Melinda kita yang hanya terpisah tapi kita belum berpisah dan aku pun tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya kamu inginkan."
Melinda terlihat sangat tertekan sekali ketika Ronny yang mencoba untuk mendekati nya.
"Pergi Ronny jangan sampai kamu menyentuh ku, ini adalah tempat umum aku bisa berteriak kencang dan membuat kamu merasa malu."
Ronny pun tersenyum ketika mendengar perkataan Melinda.
"Malu,? aku tidak akan pernah malu Melinda karena kamu adalah istri ku dan aku adalah suami mu."
Melinda pun langsung memilih salah satu handphone dan dia langsung membayar nya.
__ADS_1
"Aku tidak mau kamu mengikuti lagi, aku tidak mau kamu mencampuri urusan ku. Lupakan saja aku untuk selamanya, aku sudah tidak membutuhkan mu Ronny."
Melinda pun langsung pergi sambil memegang handphone baru nya, dia yang merasa sangat ketakutan sekali sampai tangan nya pun bergetar.